Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Mengukir Karir Dalam Pencarian Bakat

OPINI | 19 November 2013 | 20:41 Dibaca: 390   Komentar: 3   0

Munculnya ajang-ajang pencaraian bakat saat ini memudahkan  masyarakat yang ingin menjadi artis atau ingin merubah karirnya. Keinginan masyarakat untuk menjadi selebritis dipengaruhi oleh  banyaknya acara reality show yang ada saat ini diberbagai stasiun televisi. Acara musik di televisi memang penomenal, masyarakat yang menyukai musik, masyarakat yang hobi muski, terlihat antusias dalam acara pencarian bakat. Acara Musik di Televisi Indonesia saat ini banyak sekali. Hampir setiap televisi (TV) Indonesia mempunyai acara atau program yang bertema musik. Baik TV nasional, lokal, berjaringan, satelit hingga berlangganan. Banyak program music yang di tayangkan seperti INBOX_SCTV , DASYAT_RCTI, TOP POP _ MNCTV, merupakan acara musik live yang sering ditayagkan dan mereka mempunya karakter yang berbeda-beda. Selain mempunyai karakter , banyak acara yang konsep music tetapi diselingi degan acara-acara lawakan dan seperti acara kuis, yang menyiapkan berbagai macam hadiah buat para penontonnya yang beruntung.

Selain acara musik yang hanya menampilkan artis-artis yang sudah terkenal, dan di kemas yang berbeda-beda. Berdasarkan, obaervasi yang dilakukan pada media sosial http://arifnurrahman.com/2012/03/24/acara-musik-di-televisi/,Misalnya dengan konsep acara musik dimana terdapat beberapa host sekaligus, ada penampilan musisi live performance, menampilkan video klip, tangga lagu, tayang setiap hari, dan seterusnya. Tetapi ada pula yang membuat konsep dengan tidak serta-merta mengikuti arus tren, not mainstream. Sehingga jika dilihat dari segi jam tayang, mulai dari pagi siang sore hingga malam selalu ada program musik di TV.

Acara yang saat ini ramai seperti acara pencarian bakat yang di tayangkan oleh stasuin-stasiun televisi swasta,nasional dan lokal. Seperti X-Faktor RCTI, Idol RCTI, AFI Indosiar, Tembang Kenagan BARAYA TV. Acara penayangan disesuaikan dengan segmentasi penonton, jam tayang, pengisi acara,  dan faktor-faktor pendukung lainnya.

Ajang musik adalah acara yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat yang ingin ikut pencarian bakat,mereka yang antusias terhadap acara itu memanfaatkan peluang untuk ikut acar tersebut. Berbondong-bondong menuju tempat kontes. Seperti saat ini sedang adanya ajang pencarain bakat Indonesian Idol yang di adakan di Jakarta  yang bertempat di Balai Samudra. Banyak yang mengikuti dan ingin mendaftar sebagai peserta, berbagai profesi dan berbagai gologan. Tidak ada perbedaan gologan hanya saja acara ini lebih menekankan suara yang mempunyai karakater dan mereka yang mempunyai bakat musik.

Perkembangan industri media massa di Indonesia dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir ini pesat sekali. Penanaman modal secara besar-besaran telah dilakukan oleh para pemilik modal. Pada stasiun televisi. Kondisi ini menyebabkan terjadinya persaingan atau kompetisi diantara ke stasiun televisi swasta tersebut untuk berebut pemirsanya. Salah satu cara untuk merebut pemirsa ialah dengan menampilkan program-program yang menarik agar banyak ditonton dan memperoleh rating tinggi. Peranan rating disini menjadi sangat penting, karena biasanya para produsen akan memasang iklan di acara-acara yang ratingnya tinggi. Semakin rating tinggi semakin acara itu akan terus-terusan diulang. Acara musik saja akan terus diperpanjang waktu tayangnya, bahkan kontraknya akan terus diperpanjang jika penontonnya banyak yang sangat menyukai acara tersebut.

Media massa telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, perananya mengalami banyak perkembagan, dan merupakan instrument kunci pembagunan masyarakat. Dalam buku komunikasi antar manusia, efek suatu media terhadap khalayak berbeda satu sama lain. Hal ini membawa konsekuensi masyarakat akan mengkosumsi media berdasarkan kebutuhan. Karena kebutuhan manuis berbeda-beda. Dapat disimpulkan bahwa media mempunyai efek yang positif  atau pun yang negative. Media yang memiliki program acar musik akan mempunyai nilai plus dalam rating, semua stasiun televisi membuat acara dan berlomba-lomba dalam menciptakan ide agar masyarakat tertarik dalam acar tersebut dan mendapatkan rating yang baik dan tinggi.

Acara televisi akan mempertahankan ide yang sedang naik rating, permintaan masyarakat artinya masih terus di tayangkan. Sedangkan yang mempunyai rating kurang bagus mereka akan meciptakan ide degan mengolah kembali atau membuat ide baru. Acara pencarain bakat seperti Indonesian idol adalah acara yang menampung artis-artis pendatang untuk memberikan peluang bagi masyarakat yang bias bernyanyi. Perbedaan saat ini seperti yang diungkapkan dalam situs http://www.kompas.com/kompascetak/0405/14/muda/1024717.htm.
Reality Show bukanlah program baru dalam pertelevisian, akan tetapi konsepnya telah bergeser dari konsep dasar program tersebut. Pada awalnya reality show mempunyai konsep yang sederhana, yaitu memotret kehidupan orang awam (bukan selebritis), kemudian disiarkan dan ditonton oleh orang banyak. Mereka yang kehidupannya disorot merasa senang dan yang menonton terhibur. Saat ini reality show tidaknya memotret kehidupan orang, reality show pun menjadi ajang kompetisi. Dampak Positif Reality Show, yaitu: 1. Seperti tujuan semua dari Reality Show yaitu untuk hiburan, maka tayangan reality show dapat memberikan aspek hiburan untuk melepaskan diri dari permasalahan yang berkembang. 2. Reality show dapat menumbuhkan rasa sosial dikalangan pemirsa terhadap orang lain yang menderita yang ditampilkan dalam tayangan tersebut. Seperti yang diharapkan dalam Charity Reality Show. 3. Menjadi salah satu jalan untuk mencapai cita-cita sebagian masyarakat menjadi seorang bintang melalui Reality Show yang bertajuk kontes bakat atau pencarian bintang.

Dari hasil penelitian ini terlihat bahwa reality show (indonesia idol) memiliki peranan yang cukup besar dalam menciptakan atau merangsang keinginan masyarakat untuk menjadi selebriti dengan cara cepat dan instan. Ada korelasi/hubungan reality show dengan keinginan masyarakat menjadi selebritis karena korelasi memiliki probabilitas.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 2 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 8 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 12 jam lalu

Antrian di Serobot, Piye Perasaanmu Jal? …

Goezfadli | 12 jam lalu

Mengapa Saya Berkolaborasi Puisi …

Dinda Pertiwi | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Tetap Semangat Saat Melakukan Perjalanan …

Vikram - | 7 jam lalu

Cas, Cis, Cus Inggris-Ria, Pedagang Asong di …

Imam Muhayat | 7 jam lalu

Libatkan KPK Strategi Jokowi Tolak Titipan …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Aku dan Siswaku …

Triniel Hapsari | 8 jam lalu

Menulis Puisi Cinta untuk …

Dewi Pagi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: