Artikel

Televisi

Itik Bali

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Penginnya sih menjadi penulis. Tetapi ternyata menulis itu gak mudah, lebih sulit dari hanya sekedar bicara dan mengeluarkan pendapat. Kebanyakan mengetik yang keluar bukannya sebuah artikel, namun hanyalah bualan yang mirip recehan. Dibuang namun dicari lagi saat dibutuhkan (buat kerokan misalnya..)

Semakin Banyak Pilihan Semakin Bingung


OPINI | 22 August 2010 | 08:49 Dibaca: 60   Komentar: 1   Nihil

Teringat dulu, ketika saya masih SD, ayah saya sering mematikan TV secara tiba-tiba begitu jam memasuki pukul 7 malam. Katanya, waktunya anak-anak belejar. Bukan nonton Tivi lagi. Lalu dengan patuh saya masuk kamar membuka buku dan mengerjakan PR (meski dengan wajah bersungut-sungut)

Ayah saya sering bilang, bahwa tontonan TV jaman sekarang lebih beragam. Namun acapkali kurang mendidik. Durasi televisi yang 24 jam, membuat kehidupan kita terpaku hanya pada televisi. Tak jarang, sinetron yang seharusnya sudah habis, dibuat lagi sampai berepisode episode. Alasannya, karena permintaan masyarakat yang begitu tinggi untuk tidak sampai tamat.

Hal ini berbeda ketika masa Ayah kecil dulu.

Jangankan acara TV yang beragam hingga 24 jam dan banyak channel. TV juga masih hitam putih. Yang punya hanya beberapa orang yang notabene kaya. Kalau nonton berita musti ke kelurahan lalu pulang menjelang jam 12. Stasiun Televisi satu-satunya adalah TVRI dengan acara favorit Aneka Ria Safari dan Dunia Dalam Berita.

Orang-orang jadinya lebih punya waktu untuk diri sendiri dan memperhatikan orang lain. Bukannya jelek ketika perkembangan tekhnologi semakin pesat. Semua membantu kita untuk mengakses informasi yang lebih cepat. Namun semakin berkembang tekhnologi semakin cepat, dampak buruknya semakin banyak pula.

Infotainment dengan berita yang kadang menyesatkan dan mengesalkan, sinetron dengan banyak  episode dan cerita yang tak masuk akal serta acara musik yang menampilkan band-band baru yang tidak kenal lagi siapa penyanyinya.

Pilihan beragam acara kadang membuat kita terhibur kadang membuat kita bingung. Mungkin sedikit bijak dengan slogan ” dampingi putra-putri saat menonton TV”. Ada baiknya juga mengambil tindakan seperti ayah, ketika acara TV sudah semakin tak sesuai dengan pilihan kita. Mending matikan, dan melihat keluar dunia.

Sebuah kuis untuk anda :

Jika anda berada dalam situasi menghadapi teman anda pingsan. Apa yang anda lakukan?

a. Panggil dokter terdekat

b. Mencari pertolongan ke teman atau tetangga terdekat

c. Menelepon ambulans

d. Mengguncang-ngguncang tubuhnya sambil menangis dan meneriakkan namanya berulang-ulang.

Bila jawaban anda D, selamat anda berbakat untuk menjadi pelaku Sinetron di TV. :D

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: