Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Triana Septiarini

Aku bukan siapa-siapa, Hanya wanita biasa, Biasa-biasa saja, Tanpa siapa-siapa, Yang penting ada, main aja disini ya http://www.rindol.blogspot.com/ selengkapnya

Sosok Didik Nini Towok

REP | 01 November 2010 | 03:17 via Mobile Web Dibaca: 1937   Komentar: 17   6

Ngga tau kenapa ya? Saya kok hobby banget nonton acara Tivi yang dibawakan dengan sangat apik, menarik, unik, penuh simpatik, menggelitik sehingga membuat saya terkikik-kikik oleh tamu yang dihadirkan, juga celetukan-celetukan Andy F. Noya selaku host, dan tak jarang pula membuat airmata ini menitik. Tau dong acara apa? apalagi kalau bukan “Kick Andy” yang tayang tiap Jum’at malam disalah satu stasiun televisi swasta Indonesia tentunya. Dan akan tayang ulang di Minggu sorenya.

Nah, Malam Sabtu kemarin saya pun tidak melewatkan acara tersebut, beberapa minggu ini Kick Andy sedang gencar-gencarnya memunculkan kesenian tradisional Indonesia, dan malam itu untuk kali kedua Andy F. Noya menghadirkan Didik Nini Towok yang memiliki nama asli Didik Hadiprayitno SST ( Sarjana Seni Tani ) yang dua minggu sebelumnya pun beliau sudah hadir dengan tarian topengnya yang luar biasa.

Menginspirasi saya untuk menulis tentang pria penuh talenta ini disini, karena saya benar-benar kagum dengan karya seninya. Sejak kanak-kanak saya sudah mengenal dan sering melihat penampilannya meski hanya melalui tivi / TVRI. Pria keturunan Tionghoa yang memilliki nama Chines Kwee Tjoen Lian ini sudah menggeluti kesenian khususnya seni tari sejak dibangku sekolah, bahkan saat kelulusan SMA Didik yang seorang pria tulen ini sudah mampu mempersembahan kolaborasi tari Bali dan Jawa hasil koreografinya sendiri dengan sangat luwes dan mengundang banyak decak kagum.

Kecintaannya terhadap seni membuatnya rela berpenampilan layaknya seorang mbok-mbok ( wanita dewasa / tua di Jawa, Nini Towok itu sendiri mempunyai arti Nenek yang menyeramkan ) dengan mengenakan kebaya dan sanggul yang menjadi ciri khasnya, bahkan sering sekali Pria lulusan ASTI Yogjakarta ini menari dengan topeng sehingga menampilkan dua muka dengan dua gerakan pula. Kalau Hudson IMB dua muka disisi wajah yang berbeda, lain halnya Didik Nini Towok dua muka tampak depan dan belakang dengan topeng beraneka ragam karakter sesuai tarian yang akan dibawakannya.

Ternyata tidak saja pandai berlenggak lenggok menarikan tari tradisional yang sudah dikemas dengan sangat modern nan elegant, Didi Nini Towok juga acap kali menyelipkan lelucon ditiap penampilannya. Dan ternyata Pria yang juga seorang dosen ditempatnya menimba ilmu ASTI Yogjakarta dan pengajar Tata Rias di Akademi Kesejahteraan Keluarga (AKK) Yogya ini sangat piawai dalam urusan merias wajah dan menciptakan beragam topeng yang akan dikenakan tiap kali mentas.

Saya dibuatnya terus menggelengkan kepala melihat karyanya di acara Kick Andy, sebagai pembuka acara Didi beserta anak didiknya menyuguhkan tari topeng hasil karyanya yang tentu koreografi hasil kreasinya pula ditambah riasan wajah yang sama dengan topeng yang digunakan para penari, luar biasa…

Jujur, saya sebagai penikmat seni sangat bangga melihat penampilan Didi Nini Towok yang pada tanggal 13 November kemarin usianya genap 56 tahun masih eksis dipanggung seni dan sangat teguh memegang komitment bersama tarian-tariannya ( Tari Sunda, Bali, Palimanan, topeng Cirebonan dan masih banyak lagi ) sangat profesional dalam setiap menjalani perannya.

Meski ia sudah melanglang buana dan belajar tarian diluar negeri pula, ia tetap menjalankan profesinya sebagai penari tradisional dengan dan dari hati untuk Indonesia. Melestarikan budaya kita sepenuh jiwa disepanjang hidupnya.

Hormat saya (Jeng Ana) untuk Bapak Didik Hadiprayitno SST, Kokoh Kwee Tjen Lian dan Penari Topeng legendaris Didi Nini Towok.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Susahnya Mencari Sehat …

M.dahlan Abubakar | | 30 August 2014 | 16:43

Penghematan Subsidi dengan Penyesuaian …

Eldo M. | | 30 August 2014 | 18:30

Negatif-Positif Perekrutan CPNS Satu Pintu …

Cucum Suminar | | 30 August 2014 | 17:13

Rakyat Bayar Pemerintah untuk Sejahterakan …

Ashwin Pulungan | | 30 August 2014 | 15:24

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22



HIGHLIGHT

Hak Menahan Tersangka, Kartu ATM Polisi …

Hanny Setiawan | 8 jam lalu

Jangan Biarkan Sulit Tidur Mengganggu Hidup …

Dr Andri,spkj,fapm ... | 9 jam lalu

Kebohongan Ajudan Nazar Dalam Menjerat Ibas …

Tuty Handayani | 9 jam lalu

Kompas Jelajah Sepeda Manado-Makassar, Bikin …

Muhammad Zulfadli | 10 jam lalu

Start Lamban United dengan 3-5-2 …

Daniel Setiawan | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: