

Ramadhan tahun ini nama saya masuk ke dalam tim Program Sahur yang paling terkenal di negeri ini. Pada awalnya saya membayangkan akan berat sekali, karena pengalaman tahun sebelumnya saya ikut membantu program sahur selama 3 hari, setelah itu saya tepar 3 hari.
Hari pertama memang terasa berat apalagi saya masuk ke dalam tim property. Bayangkan, jam 3 sore saya sudah harus mengabsen barang-barang yang akan digunakan untuk shooting. Lalu saya mengangkut satu persatu barang tersebut masuk ke dalam studio dan menempatkan mereka ke dalam set yang berbeda-beda. Penempatan ini tidak boleh salah, khususnya untuk set kuis karena berhubungan dengan pihak sponsor alias klien.
Bahkan ada beberapa produk melarang kami untuk mempergunakan barang dengan warna tertentu, sehingga kami harus benar-benar teliti memasukan barang sekaligus mengecek warnanya. Jika ada warna yang tidak berkenan di hati klien, maka sebisa mungkin sebelum klien melihat sudah kami singkirkan.
Yang paling menyulitkan namun paling lucu adalah jika kami harus mencari hewan-hewan yang akan digunakan menjadi gimmick (suatu cara yang dilakukan untuk menguatkan acara). Selama lima hari bertugas saya sudah bertemu dengan sapi dan ayam.
Kalau sapi cuma untuk jalan saja sih tidak masalah tapi kalau sapi harus ditunggangin oleh artis sambil bernyanyi, sedangkan sapinya lagi pengen ngamuk (mungkin karena stress) itu baru masalah yang harus ditanggung bersama oleh seluruh tim. Beruntung artis kami seorang entertainer sejati, walaupun dia ketakutan setengah mati karena harus menunggangi sapi ngamuk, namun begitu kamera meyorot wajahnya, dia langsung bisa bernyanyi. Bahkan ketika sapi tersebut memutuskan untuk meliuk-liukan tubuhnya, suara artis kami masih stabil tanpa terkesan takut.
Soal ayam lain lagi ceritanya, ceritanya ayam tersebut harus dipakaikan baju. Dari semua tim property baik yang perempuan dan yang perempuan, tidak satupun yang berani dengan ayam. Akhirnya salah seorang rekan perempuan saya yang paling penakut kalau shooting mengajukan dirinya untuk memakaikan baju pada ayam.
Dengan susah payah rekan saya menangkap ayam di studio,sampai dilihatin orang karena ayam-ayam tersebut berkotek dengan keras sampai memasukan ke dalam kurungan dan akhirnya memakaikan baju bayi kepada ayam tersebut. Sebuah perjuangan yang membuat seluruh crew tiba-tiba jadi salut sama rekan saya.
Favorit saya adalah ketika harus menaburkan potongan daun pandan ke lantai set agar set terlihat penuh rumput. Memang terlihat mudah, namun tenyata menabur potongan daun pandan ada seninya. Jika tidak rata maka di televisi kelihatan set tersebut gersang, kalau ketebalan terlihat tidak natural.
Dari semua tugas bagian property yang paling saya hindari adalah mengecat mock up atau barang-barang bohongan yang terbuat dari gabus atau sterefoam. Sejak dulu saya paling menghindari tugas ini karena biasanya setelah itu celana dan baju seragam kerja saya terdapat lukisan abtrak dengan motif percikan cat.
Tetapi apa daya, hari kedua saya tidak bisa menghindari lagi karena mepetnya waktu saya jadi ikutan mengecat. Benda yang saya cat pertama kali adalah mock up penjara. Saya pilih karena warnanya hitam jadi kalau kena percikan tidak terlalu kentara. Lama-lama teman-teman property saya meminta saya untuk mengecat mock up buah-buahan dengan berbagai warna, kaktus dengan warna hijau sampai mock pintu berwarna merah.
Benar saya setelah saya cek, sepatu saya, celana, baju seragam saya sampai kacamata dan blackberry semua tiba-tiba punya motif abtrak baru. Walaupun agak kesal dan menyesal namun saya biarkan saja dulu yang penting semua mock up telah tersedia. Belum lagi ketika harus mengangkatnya ke dalam studio dan menempatkannya ke dalam set-set yang sudah ditentukan. Maka kita harus waspada dengan cat yang masih basah karena daya “lukis”-nya lebih luas daripada ketika saya mengecat.
Namun cat basah ternyata membawa hikmah yang amat luar biasa. Ketika kami sedang mengecat, kami lakukan sambil mengobrol dan bercanda. Tanpa terasa entah berapa property sudah dicat oleh kami. Bahkan jika ada boss property, maka banyak cerita dan nasehat yang keluar mulut bijaknya. Sering kali teman-teman property curhat tentang apa saja kepada saya tentang apa saja, mulai dari soal pekerjaan sampai soal keluarga.
Jika waktunya berbuka, maka kami semua saling mengingatkan untuk berbuka. Buka apa saja yang ada di sekitar kami, bahkan ada beberapa teman dengan senang hati menawarkan makanan untuk berbuka walaupun hanya dengan menu sederhana seperti gorengan. Dengan tangan penuh cat rasanya berbuka apa saja terasa nikmat dan berkesan.
Di hari puasa kelima saya mulai berpikir tak apa lah baju dan tangan penuh percikan cat, karena cat bisa dihilangkan, namun rasa keakraban yang muncul tidak sebanding dengan dengan perang melawan cat basah. Toh noda-noda cat bisa dibersihkan bisa dicuci, namuan silahturahmi nilainya melebihi kekesalan saya melihat seragam bernoda. Bukan kah itu salah satu tujuan kita berpuasa? Untuk mengeratkan lagi tali silahturahmi.
Sekarang jika saya melihat sepatu saya yang masih terlihat noda cat warna hijau walaupun sudah digosok berkali-kali dan direndam air panas (ternyata warna hijau yang paling susah dibersihkan), saya tersenyum karena itulah pertanda keakraban yang sudah terbentuk selama minggu pertama puasa. Lebih luasnya lagi saya sudah ikut menghibur seluruh rakyat negeri ini ketika sahur agar mereka bisa berpuasa dengan semangat. Ternyata dari cat basah bisa menimbulkan tawa di seluruh negeri ini.
TELKOMSEL RAMADHANKU