Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Edo Rusia

Pekerja swasta tinggal di Jakarta. Setiap hari menggunakan sepeda motor untuk mencari nafkah di Jakarta.

Belajar dari Petani Duren

REP | 08 January 2012 | 03:20 Dibaca: 269   Komentar: 0   0

BANYAK penikmat buah durian atau duren. Selain menikmati daging buahnya yang legit, rasa manis sibuah ‘buruk rupa’ bikin banyak orang ketagihan. Tapi, bagi mereka yang tak suka, aromanya yang menyengat saja sudah bikin pusing kepala. Saya termasuk yang suka.
Petani duren di Purworejo, Jawa Tengah termasuk yang berjasa memasok buah berbiji itu ke pasar. Saya baru ngeh saat menyaksikan program ‘Tumbuh Jelang Siang’ di siaran televisi swasta Trans, Kamis (5/1/2012) berkisar pukul 12.40-12.50 WIB.
“Saat musim panen, petani bisa memetik 50-200 buah per hari,” ujar Yessi Pasha, sang presenter.
Dalam tayangan itu disorot bentuk duren dan pohonnya yang rimbun. Buah duren bergelantungan di atas pohon.
Saat Yessi hendak melepas helm halfface berwarna merah, sontak sang bapak petani duren berseloroh. “Jangan dicopot, helm untuk antisipasi karena tidak bisa diduga kapan duren jatuh.”
Sang bapak bercerita, pernah ada petani yang meninggal akibat ketiban duren. Sang korban tidak memakai helm.
Entah karena bergidik atas cerita itu, atau tumbuh kesadaran, Yessi pun kembali memakai helm. Keren.
Bayangkan, untuk berada di tengah kebun duren saja, kesadaran sang bapak akan keselamatan demikian besarnya.

Saya menduga, saat bersepeda motor pun, sang bapak memakai helm sebagai perlindungan. Maklum, risiko di jalan raya bakal berkali lipat dibandingkan di dalam kebun. Ada ratusan, bahkan ribuan kendaraan yang wara-wiri. Ada beragam perilaku pengendara. Ada sejumlah pergerakan mendadak yang bisa muncul setiap saat. Ada kondisi infrastruktur jalan yang tak semuanya prima.

Helm sebagai perlindungan kepala saat kita berkendara. Sebuah ikhtiar agar tidak terlibat fatalitas buruk saat ketiban insiden kecelakaan di jalan. Masa gak belajar dari petani duren? (edo rusyanto)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Apa yang Kau Dapat dari Kompasianival 2014 …

Hendi Setiawan | | 22 November 2014 | 22:39

OS Tizen, Anak Kandung Samsung yang Kian …

Giri Lumakto | | 21 November 2014 | 23:54

Inilah Para Peraih Kompasiana Awards 2014! …

Kompasiana | | 22 November 2014 | 21:30

Obama Juara 3 Dunia Berkicau di Jaring …

Abanggeutanyo | | 22 November 2014 | 02:59

Inilah Pemenang Lomba Aksi bareng Lazismu! …

Kompasiana | | 22 November 2014 | 19:09


TRENDING ARTICLES

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00

Memotret Wajah Jakarta dengan Lensa Bening …

Tjiptadinata Effend... | 21 November 2014 21:46

Ckck.. Angel Lelga Jadi Wasekjen PPP …

Muslihudin El Hasan... | 21 November 2014 18:13

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 21 November 2014 13:06


Subscribe and Follow Kompasiana: