
Penulis, Terapis masalah keluarga dan kesehatan mental **Follow segera @JuliantoWita untuk mendapatkan FREE E-Book "Seni Pemulihan Diri", sarana self healing & Self-Counseling
Dibaca: 2705
Komentar: 102
6 dari 7 Kompasianer menilai aktual
Ilustrasi/Admin (KOMPAS.com)
By Julianto Simanjuntak**
Ada yang aneh di Iklan Metro TV sekitar pkl. 17.20 sore ini. Sekitar empat kali muncul “iklan” kampanye ANTI KORUPSI oleh Presiden SBY dan Partai Demokrat diputar Metro TV.
Isi iklan itu adalah kampanye anti korupsi tgl 9 Des 2008 dalam rangka peringatan hari anti korupsi. Di dalamnya ada SBY, Anas, Ibas, Angie, Andi Mallarangeng, dll.
Masalahnya isi berita Metro saat iklan SBY Anti Korupsi itu diputar justru lagi menyiarkan skandal wisma atlit yang menimpa Angie Sondakh anggota DPR dari Partai Demokrat. Angie baru saja Ditetapkan KPK sebagai tersangka. Juga adanya isu Andi menerima suap.
Juga ada berita seputar konflik internal di dalam kalangan pengurus PD. Ada komen Ruhut Sitompul tentang Anas, ada komentar Marzuki Alie tentang Mubarok, dll.
Pertanyaan saya, benarkah iklan antikorupsi oleh PD itu diminta oleh Partai Demokrat atau hanya inisiatif Metro TV? Biasanya iklan di TV apalagi sekelas Metro TV biayanya hingga ratusan juta rupiah. Nah, apakah ini iklan gratis? Jika bukan pesanan PD Dengan tujuan apa? Etiskah? Anehnya sesudah iklan kampanye anti korupsi oleh SBY dan Partai Demokrat, diputar juga iklan Partai Nasdem (Nasional Demokrat) yang rutin diputar di Metro TV
Secara pribadi saya sih oke-oke saja dengan iklan tsb karena menarik bila dilihat sebagai ilustrasi. Asal tidak menyalahi UU pertelevisian aja. Pertanyaan saya kok iklan tersebut diulang-ulang terus pada saat pemberitaan tersangka korupsi AS. Harapan saya semoga tidak ada “maksud tersembunyi” dari pihak Metro TV dengan pemutaran iklan Partai Demokrat tersebut.
Bang JS