Artikel

Televisi

Julianto Simanjuntak

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Penulis, Terapis masalah keluarga dan kesehatan mental **Follow segera @JuliantoWita untuk mendapatkan FREE E-Book "Seni Pemulihan Diri", sarana self healing & Self-Counseling

Metro TV “Ngenyek” SBY, Anas dan PD?


HL | 03 February 2012 | 17:47 Dibaca: 2705   Komentar: 102   6 dari 7 Kompasianer menilai aktual

1328280846658010534

Ilustrasi/Admin (KOMPAS.com)

By Julianto Simanjuntak**

Ada yang aneh di Iklan Metro TV sekitar pkl. 17.20 sore ini. Sekitar  empat  kali muncul “iklan” kampanye ANTI KORUPSI oleh Presiden SBY dan  Partai Demokrat diputar Metro TV.

Isi iklan itu adalah kampanye anti korupsi tgl 9 Des 2008 dalam rangka peringatan hari anti korupsi. Di dalamnya ada SBY, Anas, Ibas, Angie, Andi Mallarangeng, dll.

Masalahnya isi berita Metro saat iklan SBY Anti Korupsi  itu diputar justru lagi menyiarkan  skandal wisma atlit yang menimpa Angie Sondakh anggota DPR dari Partai Demokrat. Angie baru saja Ditetapkan KPK sebagai tersangka. Juga adanya isu Andi menerima suap.

Juga ada berita seputar konflik internal di dalam kalangan pengurus PD. Ada komen Ruhut Sitompul tentang Anas, ada komentar Marzuki Alie tentang Mubarok, dll.

Pertanyaan saya, benarkah iklan antikorupsi oleh PD itu diminta oleh Partai Demokrat atau hanya inisiatif Metro TV?  Biasanya iklan di TV apalagi sekelas Metro TV biayanya hingga ratusan juta rupiah. Nah, apakah ini iklan gratis? Jika bukan pesanan PD  Dengan tujuan apa? Etiskah? Anehnya sesudah iklan kampanye anti korupsi oleh SBY dan Partai Demokrat, diputar  juga iklan Partai Nasdem (Nasional Demokrat) yang rutin diputar di Metro TV

Secara pribadi saya sih oke-oke saja dengan iklan tsb karena menarik bila dilihat sebagai ilustrasi. Asal tidak menyalahi UU pertelevisian aja. Pertanyaan saya kok iklan tersebut diulang-ulang terus pada saat pemberitaan tersangka korupsi AS. Harapan saya semoga tidak ada “maksud tersembunyi” dari pihak Metro TV dengan pemutaran iklan Partai Demokrat tersebut.

Butuh Orang sekampung Membesarkan Anak Kita

Bang JS

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: