Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Dzulfikar

Suka kopi darat, kopdarnya ya sama kamu, iya kamuuu about.me/dzulfikar

Mengatasi Istri Galak, Resep Mamah Dedeh

OPINI | 25 April 2012 | 01:00 Dibaca: 4633   Komentar: 10   1

Pagi ini saya menonton acara Mamah Dedeh. Tema yang diangkat kebetulan sangat menarik. Temanya adalah istriku galak. Tema ini seakan menjadi oase bagi para suami. Acara tersebut hampir setiap pagi ditayangkan di stasiun ANTV dengan tema-tema yang berbeda. Mamah Dedeh didampingi oleh seorang MC yang sangat dikenal dalam dunia Stand Up Comedy, Abdel.

Ada beberapa pertanyaam ibu-ibu dan penanya via telpon yang menarik untuk saya sampaikan disini. Apalagi jawaban dari Mamah Dedeh sangat fair berlandaskan ayat-ayat Al-Quran yang dikutip. Berikut adalah beberapa tanya jawab yang saya kutip.

“Mah, apa hukumnya jika suami tidak berterus terang dalam penghasilan yang didapatkannya? Sehingga hal ini menimbulkan percekcokan dalam rumah tangga.”

“Dalam Al-quran tidak ada satupun yang mengatur bahwa suami harus berterus terang tentang penghasilan atau gaji yang didapatkan. Yang penting suami harus memenuhi semua kebutuhan rumah tangga.” Itulah jawaban Mamah Dedeh secara singkat dan tegas.

Kemudian ada sorang bapak disebrang telpon yang bertanya pada Mamah Dedeh.

“Mah bagaimana caranya agar istri bisa menuruti suami. Saya harus selalu memarahi istri jika terjadi percekcokan. Bahkan pernah sampai ke pengadilan. Ketika di pengadilan istri saya baru mohon ampun. Saya sudah cukup bersabar menasihati istri. Tapi sepertinya istri saya kok harus selalu dimarahi dulu supaya sadar.”

“Dalam surat An-Nisa disebutkan untuk menasihati istri secara baik-baik. Jika tidak bisa maka pisah ranjang. Jika belum mempan suami boleh memukul istri tapi bukan dengan niat untuk menyakiti melainkan salah satu cara untuk menegurnya.”

Pertanyaam tersebut sempat di kritik salah satu jamaah Mamah Dedeh, karena dianggap menyebarkan aib keluarga. Namun dengan tegas Mamah Dedeh menjawab bahwa tergantung niatnya. Dengan membahas dan mencarikan solusi rumah tangga di stasiun televisi yang disiarkan secara live agar menjadi contoh supaya tidak ada percekcokan lagi antara suami istri. Pasti ada hikmah yang bisa diambil dari contoh-contoh kasus yang dibahas.

Kemudian inilah yang membuat saya sedikit terpingkal-pingkal karena mendengar jawaban Mamah Dedeh yang dikenal lugas.

“Mah bagaimana caranya membahagiakan suami?”

“Membahagiakan suami banyak cara, misalnya memasak makanan yang disukai suami, menerima setiap rezeki yang diberikan suami tanpa komplen dan goyangannya di ranjang” kurang lebih itulah jawaban Mamah Dedeh.

Jawaban yang terakhir itu sempat di pertegas oleh Abdel. “Jadi selain makanan, kebutuhan seks suami juga harus dipenuhi ya mah?” “Betul, kebutuhan suami secara lahir dan batin harus dilayani istri agar suami semakin cinta. Kalau begitu suami pasti betah dan klepek-kelepek deh”

Huahahahahahaha. Saya suka sekali jawaban Mamah Dedeh yang lugas, jelas dan tanpa kompromi.

Semoga bermanfaat yaa kawan-kawan

Follow @gurubimbel di twitter

Emperan depan rumah

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sensasi Mudik Melintasi Jalan Daendels yang …

Hendra Wardhana | | 23 July 2014 | 16:32

10 Keunikan Ramadhan di Turki …

Wardatul Ula | | 23 July 2014 | 15:32

Saat Hari Anak Nasional Terlupakan oleh …

Topik Irawan | | 23 July 2014 | 18:53

Efek Samping Kurikulum “Cepat Saji” …

Ramdhan Hamdani | | 23 July 2014 | 18:46

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Kata Ahok, Dapat Jabatan Itu Bukan …

Ilyani Sudardjat | 5 jam lalu

Siapkah Kita di “Revolusi …

Gulardi Nurbintoro | 6 jam lalu

Film: Dawn of The Planet of The Apes …

Umm Mariam | 11 jam lalu

Seberapa Penting Anu Ahmad Dhani buat Anda? …

Robert O. Aruan | 11 jam lalu

Sampai 90 Hari Kedepan Belum Ada Presiden RI …

Thamrin Dahlan | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: