Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

M Gilang

Perantau yang tidak sepakat untuk merantau

MOP Papua & Baku Sedu Manado

OPINI | 10 May 2012 | 00:01 Dibaca: 2423   Komentar: 1   0

HARI selasa tanggal (08/05) tahun 2012 kemarin malam,saya menonton acara ‘Stand up comedy open mic’ yang ditayangkan di Metro TV.
Acara tersebut menghadirkan Comic (peserta Stand up comedy) Edo kondologit,penyanyi bersuara merdu asal Provinsi paling timur indonesia Papua.
Sebelum tampil Pace* Edo mengatakan bahwa persiapan untuk tampil di panggung sangat mendadak,jadi agak grogi,dan takut kalau tidak lucu.
Ternyata pas dia tampil banyolannya begitu lucu,dan orisinil,seakan saya pun lupa kalau dia itu seorang penyanyi bukan pelawak monolog,sehingga sang Host mengatakan kalau nanti mengundang Edo kondologit,tidak usah menyanyi tapi disuruh saja melawak,ada-ada saja.
Berbicara Stan up comedy,sebenarnya di Indonesia bagian Timur (khususnya Papua dan Manado) ada tradisi yang sama yang biasa di lakukan ketika masyarakat sementara kumpul-kumpul melepas penat atau kongkow-kongkoe di warung sambil minum dan makan.
Kalo di Papua disebut MOP,kalau di Manado ada Bakusedu.keduanya merupakan tradisi asli yang ada di wilayah di Indonesia bagian timur,berisi cerita-cerita tentang fenomena-fenomena tentang kehidupan sehari-hari,kritik sosial sampai Isyu politik yang sedang terjadi.
Ketika berkumpul ada satu orang yang menjadi Comik,bercerita sampai teman-teman yang lain ketawa terbahak-bahak.
Bedanya kalau di televisi resmi dan komersil,nah apabila disini sangat sukarela dan berisi pesan keakraban dalam pergaulan.
Jadi kapan nih mas Panji pragiwaksono mengundang para comik dari bagian timur indonesia?
Jujur saya sudah hampir delapan tahun hidup di bagian timur indonesia,dan sering mendengar sebagian masyarakat apabila ada acara perlombaan di Televisi,pasti berkomentar dengan mengatakan kenapa dari jawa terus yang ditampilkan???

*pace : panggilan Bapak di Papua

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

MK Nilai Alat Bukti dari Kotak Suara …

Politik14 | | 21 August 2014 | 15:12

Dahlan Iskan, Sosok Tepat Menteri Pertanian …

Felix | | 21 August 2014 | 09:47

Penulis Fiksiana Community Persembahkan …

Benny Rhamdani | | 21 August 2014 | 11:53

Meriahnya Kirab Seni Pembukaan @FKY26 …

Arif L Hakim | | 21 August 2014 | 11:20

Haruskah Semua Pihak Menerima Putusan MK? …

Kompasiana | | 21 August 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Pelajaran dari Sengketa di MK …

Jusman Dalle | 7 jam lalu

WC Umum Tak Kalah Penting dengan Dapur Umum …

Prabu Bolodowo | 8 jam lalu

Hebat, Indonesia Paling Menjanjikan Sedunia! …

Firdaus Hidayat | 9 jam lalu

Jangan Sembarangan Pelihara Ayam di Amerika …

Usi Saba Kota | 9 jam lalu

Menanti Komitmen Prabowo …

Adrian Susanto | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: