Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Johan Wahyudi

Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Soloraya, Kolumnis Rubrik Petuah Majalah SMARTEEN, Penyunting Naskah, Penulis Artikel, selengkapnya

Seksinya Penyiar Metro TV

REP | 30 May 2012 | 18:25 Dibaca: 3143   Komentar: 27   3

Media televise tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan dan juga informasi. Televise juga berfungsi sebagai media edukasi dan media menyampaikan pesan-pesan moral. Oleh karena itu, televise memiliki peran dan peranan cukup signifikan terhadap perubahan gaya hidup dan perilaku pemirsanya. Maka, seyogyanya orang-orang televise memerhatikan setiap tampilan dalam segalanya: pakaian, ucapan, dan perilaku. Namun, siang ini, saya dikejutkan oleh penampilan seorang penyiar Metro TV. Menurutku, penyiar pitri untuk acara 8-11berpenampilan terlalu seksi.

Ditampilkan dua orang penyiar: laki dan perempuan. Keduanya berpenampilan rapi. Laki-laki berpenampilan dengan pakaian jas sedangkan perempuan mengenakan baju. Penyiar laki itu tampak cukup ganteng. Lalu, saya dibuat tercengang dengan penampilan penyiar putri yang duduk di samping penyiar laki. Penyiar itu putri itu mengenakan baju agak kekecilan. Rok-nya pun tampak kekecilan hingga ia tampak mengalami kesusahan ketika akan melakukan sedikit gerakan. Apa pasal?

Ya, penyiar cewek itu memang mengenakan rok yang terlalu mini dan terkesan terlalu seksi. Sebenarnya wajahnya lumayan cantik. Penyiar putri itu juga berkulit halus dan (maaf) lututnya pun terlihat mulus. Lho, lutut mulus? Iyalah, karena memang lutut penyiar putri tampak begitu jelas. Bagaimana saya bisa mengatakannya?

Mohon maaf, mungkin penglihatan dan pikiranku akan dinilai kotor. Ya itu silakan saja dinilai demikian karena semua orang berhak untuk menilai orang lain. Saya hanya menggunakan penampilan keumuman karena saya pun sering menyaksikan penampilan penyiar wanita di media televise lain. Menurutku, penampilan penyiar wanita Metro TV cenderung memerlihatkan bodi tubuh daripada esensi berita yang disampaikannya. Mengapa saya berpendapat demikian?

Ada beberapa cara yang dapat dipilih oleh penyiar itu untuk menghindari kesan negative dari pemirsanya. Pertama, penyiar itu dapat menggunakan meja yang ditutup bagian bawahnya. Cara ini dapat menghindari terjadinya “gangguan” penglihatan pemirsanya. Pada awalnya, pemirsa ingin menyimak berita yang disampaikan. Namun, keinginan itu dapat berubah karena penyiarnya berpotensi “mengubah” pikiran pemirsanya.

Kedua, penyiar itu dapat menyampaikan acara sambil berdiri. Biasanya saya menyimak berita yang disampaikan Metro TV pada malam hari. Sering saya menyaksikan penampilan penyiar televise yang menyampaikan berita sambil berdiri dan berkomunikasi secara interaktif. Jelas cara itu dapat mengurangi kesan negative dari tangkapan indera pemirsa.

Ketiga, ganti baju. Saya yakin bahwa studio memiliki banyak pilihan baju atau pakaian. Cobalah penyiar itu memilih baju dan rok yang lebih longgar. Janganlah penyiar itu memilih pakaian yang terlalu ke atas untuk bagian bawah dan terlalu ke bawah untuk pakaian atas. Tentu itu tidak akan mengurangi penilaian terhadap substansi isi berita. Yakinlah bahwa pemirsa sangat mendambakan penyiar yang santun seraya menampilkan kualitas diri, materi, dan media.

Kepada pengelola Metro TV, saya bermohon agar memerhatikan tingkat pendidikan dan kedewasaan pemirsa. Metro TV ditonton secara terbuka oleh semua orang tanpa batasan usia dan tempat. Hendaknya penampilan penyiar diperhatikan agar kualitas materi berita tidak tersampingkan karena kekurangsopanan sang penyiarnya. Mohon maaf, saya juga berprofesi sebagai pengajar. Di sekolah dan kampus, saya selalu memerhatikan penampilan semua peserta didik. Mari kita berikan keteladanan yang santun kepada mereka.

Teriring salam,

Johan Wahyudi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 12 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 13 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 14 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Kejujuran …

Rahmat Mahmudi | 8 jam lalu

Berupaya Mencapai Target Angka 7,12% …

Kun Prastowo | 8 jam lalu

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | 8 jam lalu

Jazz Atas Awan, Mendengar Musik Menikmati …

Pradhany Widityan | 8 jam lalu

Indahnya Kebersamaan di Ultah Freebikers …

Widodo Harsono | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: