Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Triana Septiarini

Aku bukan siapa-siapa, Hanya wanita biasa, Biasa-biasa saja, Tanpa siapa-siapa, Yang penting ada, main aja disini ya http://www.rindol.blogspot.com/ selengkapnya

Saya Menangis Melihat Uang Ki Joko Bodo

OPINI | 12 August 2012 | 15:20 Dibaca: 15987   Komentar: 14   3

Ki, beberapa hari ini aki banyak diliput di beberapa televisi, saya pikir aki bukan selebriti tapi ternyata aki masuk dalam berita selebriti, berarti aki selebriti ya ki ya…..

Dari balik layar kaca usang yang lebarnya hanya 14 inch, saya lihat aki baru pulang menjalankan ibadah umroh dengan oleh-oleh dari tanah suci yang luar biasa banyaknya, pasti mahal-mahal ya ki….? Tidakkah aki berniat untuk mengumrohkan saya yang papa ini? Atau sekedar membagi buah kurma atau air zam-zam sedikit saja untuk kami? Agar kami ikut merasakan keberkahanmu dari tanah suci.

Yang membuat saya tagjub adalah saat kamera menyorot uang aki yang bertebaran dimana-mana, ada tumpukan rupiah dan dinar disana, ada dikantong besar hingga di bagasi Mercy nan megah berwarna merah merekah. salah satu koleksi mobil aki yang wowww….harganya milyaran.

Ki Joko ternyata pintar menggunakan uangnya, aki menyampaikan pada reporter tivi kalau aki sudah naik haji empat kali dan ini adalah ke dua kalinya aki umroh, bukan itu saja uang aki pun dialokasikan untuk mengkoleksi mobil-mobil mewah, ruaaaarrr biaasaaaa ki…..

Tidakkah aki tau? Saya menangis ki melihat gelimang uang milik aki, saya teringat saudara-saudara saya yang masih banyak tidur beratapkan langit atau meringkuk dikolong-kolong jembatan yang sebagian lainnya terpaksa mendirikan istana kardus ditepian sungai.

Saya sungguh sesenggukan ki, melihat wajah bangsaku yang sangat timpang kesenjangan ekonomi dan sosialnya, apalagi mereka yang tinggal diperbatasan lintas Negara sana ki, mereka seakan menjadi anak tiri sementara saya pun tidak bisa berbuat banyak untuk saudara-saudara disana, Siapalah saya ki?

Saya hanya bisa menangisi kebodohan saya, dan menangis dalam doa melihat uang-uang aki yang bertebaran itu, semoga uang-uang tersebut sudah dikurangi minimal 2,5% untuk yang berhak mendapatkannya, karena saya yakin bisa saja aki tidak mau riya sehingga dalam tiap wawancara aki tidak pernah menyebutkan kemana saja bagian 2,5% itu disalurkan, aki tidak mau seperti yang lain ya ki?, tangan kanan memberi yang kiri menatapnya terus sambil berseri-seri.

Semoga aki tidak lupa, atau saya juga tidak menolak jika aki mau berbagi, indahnya berbagi apalagi dibulan suci ini….., oiya ki… semoga airmataku ini bukan karena iri maupun dengki.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengupas Sisi Kemanusiaan Pasar Santa …

Olive Bendon | | 21 October 2014 | 05:56

Di Balik Pidato Jokowi: Stop Menuding Pihak …

Eddy Mesakh | | 21 October 2014 | 16:05

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Foto Gue Dicuri Lagi Bro, Gembok Foto Itu …

Kevinalegion | | 21 October 2014 | 07:41

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Anang Hermansyah Hadiri Pesta Rakyat, Ahmad …

Sahroha Lumbanraja | 4 jam lalu

Makna Potongan Tumpeng Presiden Jokowi bagi …

Kanis Wk | 6 jam lalu

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 7 jam lalu

Film Lucy Sebaiknya Dilarang! …

Ahmad Imam Satriya | 10 jam lalu

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Jangan Tantang Rambu Dilarang! …

Johanes Krisnomo | 7 jam lalu

Cita-citaku vs Realita …

Aisyah Nawangsari P... | 7 jam lalu

SBY Gemar Bikin Perppu …

Hendra Budiman | 8 jam lalu

Doktrin Maritim dan Perahu …

Eddy Boekoesoe | 8 jam lalu

Anfield Crowd, Faktor X Liverpool Meredam …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: