Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Hendra Wardhana

menyukai Anggrek Alam Indonesia | tidak suka rokok dan masakan pedas | @_hendrawardhana | wardhanahendra.blogspot.com

Wanita Buta ini Sukses Memenangi Masterchef USA

REP | 12 September 2012 | 16:50 Dibaca: 7049   Komentar: 3   4

Kompetisi memasak Masterchef Amerika Serikat tahun 2012 mungkin menjadi edisi yang paling menyedot banyak perhatian pecintanya bukan hanya di negeri Paman Sam, namun juga di beberapa negara tak terkecuali Vietnam. Kegembiraan dan kebanggaan bisa jadi dirasakan oleh warga Vietnam, pasalnya sang juara Masterchef US yang tahun ini memasuki season ke 3 adalah seorang wanita keturunan Vietnam bernama Christine.

1347424838699953254

Namun bukan faktor darah Vietnam yang menjadikan Christine sukses menjadi bintang sekaligus membuat Masterchef US kali ini menjadi sangat menarik. Keistimewaan dalam keterbatasan fisiknya lah yang membuatnya menjadi sebuah fenomena. Seperti pernah saya tuliskan sebelumnya ketika ia berhasil menembus 7 besar beberapa pekan lalu (http://hiburan.kompasiana.com/televisi/2012/08/28/christine-chef-buta-yang-mengagumkan/), Christine adalah seorang yang buta.

Boleh jadi banyak yang sukar membayangkan bagaimana seorang yang kedua matanya tak berfungsi bisa memasak dengan baik bahkan berkompetisi melawan belasan peserta dan akhirnya menjadi pemenang. Bagaimana bisa seorang yang tak bisa melihat mampu menghasilkan masakan dengan cita rasa yang sanggup meluluhkan seorang Gordon Ramsay, chef ternama asal Inggris sekaligus juri Masterchef US yang gemar melemparkan kritikan pedas dan tajam. Karya masakan Christine juga mendapat pujian dari chef kelas dunia seperti Daniel Boloud dan Alain Ducasse yang sempat menjadi juri tamu di babak 4 besar.

Namun Christine  membuktikan semua itu sebagai hal yang nyata. Dalam grandfinal beberapa waktu lalu ia sukses mengungguli Josh, seorang pria normal berusia 8 tahun lebih muda darinya.

Grandfinal yang mempertemukan Christine dan Josh sendiri memutarbalikkan banyak prediksi sebelumnya mengenai pemenang Masterchef US 2012. Termasuk saya yang sedari awal menjagokan peserta bernama Becky tapi akhirnya ia tereliminasi di 3 besar. Christine, meski sedari awal kompetisi masakannya sering mendapat pujian, namun keterbatasan fisiknya mau tak mau membuat banyak orang ragu akan kemampuannya memenangi gelar Masterchef. Sementara Josh justru sempat  tereliminasi di tengah kompetisi sebelum akhirnya memenangkan satu tiket istimewa yang mengembalikannya ke dalam pertarungan di dalam dapur Masterchef. Uniknya saat tereliminasi Josh mengunggulkan Christine sebagai pemenang, dan akhirnya keduanya justru bertemu di final.

1347425158646294300

pertarungan Christine dan Josh di Final Masterchef Amerika 2012

Bertarung selama 2 jam dengan tuntutan menghasilkan 3 masakan istimewa membuat final berlangsung sangat menarik dari semenjak detik pertama. Berbeda dengan edisi regular di mana peserta memasak dengan bahan atau jenis makanan yang ditentukan, kali ini mereka bebas untuk memasak hidangan pembuka, utama dan penutup sesuai keinginan mereka. Dan Christine memasak dengan beberapa bahan yang cukup familiar bagi penduduk asia tenggara seperti nasi, bihun dan pepaya muda dengan bumbu rempah seperti jahe. Ini bukan pertama kalinya Christine memasak model makanan asia, sebelumnya ia pernah membuat bihun goreng dan aneka sop yang mungkin mirip soto dan gulai. Hebatnya hampir seluruh masakannya mendapat pujian hingga sukses mengantarkannya ke final.

1347424933112280678

Sedikit catatan mengenai Masterchef Amerika, kompetisi ini rasanya lebih menarik dan natural dibanding Masterchef Indonesia yang terlalu banyak “drama” dengan sosok kepribadian peserta yang terlalu ditonjolkan. Setidaknya itu yang membuat saya lebih sering menonton Masterchef US dibanding Masterchef Indonesia. Berbeda dengan Masterchef Indonesia, meski ketegangan juga kerap terjadi namun dalam Masterchef US kamera rasanya lebih banyak menyorot gerakan tangan peserta dalam mengolah masakan. Dan itu menarik. Hal yang agak berbeda dengan Masterchef Indonesia yang terkesan “ramai” sendiri.

13474262971296445790

Christine adalah seorang ibu rumah tangga berusia 32 tahun. Ia mulai kehilangan separuh penglihatannya pada tahun 1999 secara bertahap hingga akhirnya tahun 2007 kedua matanya tak bisa lagi memandang. Uniknya ia mulai belajar memasak justru setelah mengalami kebutaan. Secara perlahan insting memasaknya berkembang. Dengan meraba dan membaui bahan masakan, ia sanggup mengolah berbagai hidangan. Maju beberapa tahun, ia telah menjadi sosok penuh inspirasi bukan hanya bagi mereka yang normal namun juga untuk para pemilik keterbatasan fisik. Christine seorang buta yang cantik yang kini bergelar Masterchef.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Serangan Teror Penembakan di Gedung Parlemen …

Prayitno Ramelan | | 24 October 2014 | 06:00

Petualangan 13 Hari Menjelajahi Daratan …

Harris Maulana | | 24 October 2014 | 11:53

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46

Proses Kreatif Desainer Kover Buku The Fault …

Benny Rhamdani | | 24 October 2014 | 14:11

Bagi Cerita dan Foto Perjalanan Indahnya …

Kompasiana | | 22 October 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Mengukur Kekayaan Syahrini …

Dean Ridone | 1 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 6 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 6 jam lalu

Jokowi Tunda Tentukan Kabinet: Pamer …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Jokowi Marahin Wartawan …

Ifani | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Beda “Isu” Indonesia dan …

Gustaaf Kusno | 7 jam lalu

Susan, Sudah Jadi Dokter Belum? …

Listhia H Rahman | 7 jam lalu

Kemana Harus Mengadu? …

Jelly Amalia | 8 jam lalu

[Dracula Untold] [Bukan Review] …

Endah Lestariati | 8 jam lalu

Maksud Hati Ingin Mengajarkan Jiwa …

Etna Nena Oetari | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: