Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Ney Karo Vay

Bagi saya, lebih menyenangkan memperhatikan dari kegelapan, sendirian, dan bergerilya.

Jebakan Supertrap Kelewatan?

OPINI | 26 November 2012 | 12:35 Dibaca: 1653   Komentar: 0   10

Semalam, 25 November 2012 sekitar pukul delapan malam, secara kebetulan saya menonton program “Supertrap” di Trans TV.  Waktu itu ditampilkan sebuah usaha penjebakan, lengkap dengan perencanaan dan persiapan penjebakan, mulai pemilihan lokasi, pembuatan properti dan sebagainya.

Usaha penjebakan yang ditayangkan adalah membuat sebuah toilet umum yang bisa dibuka atapnya dan bisa dinaikkan lantainya hingga keatas atap yang terbuka. Saat ada orang yang menggunakan toilet tersebut atap akan terbuka dan lantai akan naik ke bagian atas atap, sehingga orang yang sedang berada dalam toilet akan terlihat dari tempat umum sekitarnya.

Dalam penjebakan ini tim supertrap menempatkan beberapa kamera tersembunyi di lokasi penjebakan, termasuk didalam toilet. Aktifitas didalam toilet pun tak luput dari pengawasan kamera-kamera tersembunyi ini, termasuk saat target penjebakan membuka pakaiannya sebelum “melakukan kegiatan dalam toilet”.

Saya sangat paham bahwa gambar yang ditayangkan telah melalui proses editing dan sensoring. Saya hanya membayangkan diri saya menjadi kru supertrap yang melihat utuh “kejadian” dalam toilet melalui kamera-kamera tersembunyi tersebut sebelum melalui proses editing apapun.

Acara penjebakan lainnya dengan konsep serupa pernah saya lihat di you tube, sepertinya berasal dari tayangan televisi jepang.

Tayangan ini menimbulkan sebuah rasa “kagum” dalam hati saya pada acara Supertrap, membuat saya mempertanyakan kemana moral saya yang begitu menikmati acara tersebut? kemana pikiran orang-orang yang terlibat dalam produksi tayangan tersebut?

Pantaskah tayangan tersebut ditayangkan di Indonesia? Tentu Indonesia dan jepang sangat berbeda.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | | 01 October 2014 | 12:26

Saya Ingin Pilkada Langsung, Tapi Saya Benci …

Maulana Syuhada | | 01 October 2014 | 14:50

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:37

Ayo Menjadi Peneliti di Dunia Kompasiana …

Felix | | 01 October 2014 | 11:29

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Pemerintahan Jokowi-JK Terancam …

Pan Bhiandra | 3 jam lalu

Demi Demokrasi, Koalisi Jokowi Harus Dukung …

Aqila Muhammad | 4 jam lalu

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 10 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 12 jam lalu

Masalah Pilkada: Jangan Permainkan UU! …

Jimmy Haryanto | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Anggota DPR Baru (Dilantik) Jangan Korupsi …

Wardah Fajri | 7 jam lalu

Selamat Bertugas Wakil Rakyat yang …

Jimmy Haryanto | 7 jam lalu

Belajar Mudah Standup Comedy …

Thamrin Dahlan | 7 jam lalu

Pelantikan Anggota DPR-RI dan Rupiah yang …

Benediktus Andre Se... | 7 jam lalu

Dekret (Ngobrol dari Pinggiran) …

Tasch Taufan | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: