Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Andhika Heru

Seorang yang sejak kecil bercita-cita menjadi wartawan, dan sering memenangkan penghargaan dalam Lomba serta Festival selengkapnya

Trans 7: Televisi Paling Mendidik di Indonesia

REP | 09 January 2013 | 11:40 Dibaca: 3808   Komentar: 8   0

13577063881050644905

Logo Trans 7 (www.trans7.co.id)

Kita yang pernah menjalani masa kecil di era Orde Baru mungkin mengenal acara-acara pendidikan di TVRI seperti Cerdas Cermat, Cepat Tepat, Menggambar bersama Pak Tino, Taman Indria bersama Bu Kasur (yang ini malah saya pernah menjadi pesertanya waktu TK dulu….hehehe),  Pelajaran Bahasa bersama ahli bahasa sekelas Anton Hilman (Bahasa Inggris) atau Prof. Jus Badudu (Bahasa Indonesia), atau acara Bina Vokalia ala alm. Bu Fat di TVRI dulu misalnya. Bahkan acara dari Desa ke Desa dan Cepat Tepat Kelompencapir pun sebenarnya baik untuk meningkatkan kecerdasan petani. Terlepas dari segala keburukan rezim Orde Baru.

Kini semuanya telah tiada lagi di TVRI.  Televisi-televisi swasta yang ada pun rata-rata acaranya boleh dibilang menjerumuskan jika tidak dapa dibilang tidak mendidik.

Penuh acara gosip, sinetron-sinteron percintaan yang penuh intrik, talk show politik yang isinya para pejabat negara dan cendekiawan saling caci maki adu mulut….tak pelak mereka berkontribusi terhadap tingginya angka perceraian rumah tangga, tawuran sekolah dan antar warga di Indonesia.

Bahkan hingga kasus artis terjerat narkoba maupun video mesum demi mencari sensasi di televisi jika popularitasnya mulai menurun.

Namun para orangtua jangan khawatir. Masih ada televisi di Indonesia yang mampu “mencerdaskan” anak-anak kita, walau metodenya jauh berbeda dengan yang pernah dipopulerkan TVRI sekitar 30-20 tahun yang lalu.

Konten acara-acara yang bersifat mendidik di Trans 7 lebih bersifat “edutainment” jika saya boleh bilang begitu.

Lebih banyak unsur petualangannya menurut saya, namun rata-rata semuanya berupaya membuka wawasan anak-anak maupun kita yang menonton, bahwa dunia ini bukan hanya tentang apa yang sehari-hari mereka lihat di rumah ataupun sekolah.

Rasanya jika novel Laskar Pelangi ataupun Negeri 5 Menara menceritakan kesuksesan orang-orang yang ketika kecilnya menghayal untuk keliling dunia, maka mungkin 10-15 tahun lagi akan ada novel inspiratif tentang seorang pemuda yang bertualang keliling dunia akibat masa kecilnya sering menonton acara-acara Trans 7…..hehehe, agak lebay, tapi masuk di akal.

Ini contoh acara-acara yang menurut saya bersifat mendidik itu:

1) Khazanah, sekitar jam 5.30-06.0o WIB, berisikan pengetahuan visual (kadang berisi cuplikan film) tentang sejarah Islam. Kalau mau memperlihatkan anak-anak kita film tentang pahlawan-pahlawan Islam, rekam, atau bangunkan mereka untuk menonton acara ini.

2) Sport 7,  jam 06.00-06.30 WIB, jika anak Anda terutama yang lelaki, rajin menonton acara ini, dijamin ketika usia remajanya nanti bisa menjadi seorang penggila sepakbola….hahaha, gak apa-apa, asalkan sehat daripada gila harta apalagi gila beneran. Yang jelas gara-gara acara ini, anak perempuan saya yang baru berumur 2 tahun pun jadi ketularan senang nonton bola…nah lho !

3) Ragam Indonesia jam 06.00-06.30, inilah acara yang mengajarkan kita (saya sebut kita, berarti semua, termasuk orangtua maupun anak-anak), mengenai keindahan dan keunikan budaya Nusantara. Jika belum mampu keliling Indonesia, tonton lah acara ini. Anda akan mendapatkan pengetahuan mulai dari asal usul nama berbagai daerah wisata di Indonesia, hingga asal-usul dan cara membuat kuliner khas berbagai daerah di Indonesia

3) Redaksi Pagi, jam 07.00 - 08.00 WIB. Yang ini memang seharihari nya hanya berisi berita, malah kurang mendidik, karena banyak berita kecelakaan dan kriminal nya, mirip harian Pos Kota. Namun khusus untuk edisi akhir pekan, di hari Minggu pagi, biasanya ada sesi khusus selama 30 menit yang membahas acara wisata yang dinamakan “Jalan-jalan Redaksi Pagi“.

Sesi inilah yang bernuansa pendidikan, karena memberitahukan kepada anak-anak bahkan orangtua, pelosok-pelosok daerah di Indonesia yang mungkin jauh dari kota besar, namun memiliki obyek wisata yang menarik untuk liburan. Wisata alam terutama. Bahkan terkadang acara ini mengambil setting nya hingga ke luar negeri seperti Korea Selatan, Singapore atau Malaysia.

4) Makan Besar, jam 08.00-08.30 WIB. Ini bukan sembarang acara makan-makan. Namun dari chef Ragil yang keliling berbagai daerah untuk memasak makanan dengan porsi raksasa di lapangan terbuka, kita akan belajar bagaimana membuat berbagai makanan dengan porsi jumbo tersebut tanpa harus mengurangi cita rasa nya. Seperti misalnya Pizza yang satu loyang nya cukup untuk dimakan orang satu RT !!

Nilai edukasi lain di acara ini adalah mengajarkan jiwa gotong royong. Bagaimana para peserta acara ini yang kebanyakan ibu-ibu dengan jumlag lebih dari 10 orang, dapat saling membagi tugas memasak, membantu Chef Ragil, menyiapkan makanan “super jumbo” tersebut.

5) Gak Nyangka, jam 08.30-09.00 WIB. Walau acara ini sifatnya melakukan “kuis jalanan” secara mendadak, namun pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, sebagian besar berisi pengetahuan yang bermanfaat lho. Untuk anak-anak bagus untuk menambah wawasan dengan cara yang menghibur, untuk orang dewasa, rajin menonton acara ini juga dapat menjadi terapi untuk menghambat kepikunan.

6) Spotlite, jam 09.30-10.30 beserta lanjutannya Warna jam 10.30-11.30, hampir sama kontennya. Banyak mengambil cuplikan-cuplikan clip dari Youtube atau video online stream ataupun materi -materi dari Wikipedia. Membahas tentang pengetahuan umum mengenai sejarah, budaya dan kehidupan sosial suatu negara, daerah, atau khusus membahas kuliner khas nya. Ini adalah dua acara yang dapat membuat seorang anak terobsesi untuk menjelalah negara lain. Sekali lagi saya serius, tidak lebay untuk hal ini. hehehe

7) Siang hari, acara si Bolang jam 12.30 dan lanjutannya Laptop si Unyil jam 13.00-13.30 WIB berisikan tentang kisah petualangan anak-anak desa di Indonesia mulai dari kampung mereka sendiri, hingga ke luar negeri.

Bagus untuk anak-anak kita yang lahir di perkotaan, agar tidak sombong, sok pintar, ataupun manja. Menonton acara ini dapat membangkitkan jiwa petualang mereka, karena mereka akan melihat teman-teman se baya nya di pedesaan yang telah mampu mencari makanan sendiri di hutan, menangkap ikan di sungai atau belut di sawah, memanggang dan memakannya rame-rame bersama teman-teman. Ini adalah acara yang paling baik untuk anak-anak yang keranjingan video game, agar mereka mau belajar mencari permainan yang lebih mendidik.

Juga di acara Laptop si Unyil, ada kunjungan ke pabrik-pabrik yang menggambarkan dari bagaimana cara membuat biskuit hingga membuat pesawat terbang, bahkan si Unyil sudah pernah sampai pabrik pembuatan pesawat terbang Airbus di Prancis lho.

8) Dunia Binatang jam 13.30-14.00 WIB, nah ini lah acara yang mampu menyaingi Flora Fauna TVRI jaman dahulu hingga acara Animal Planet, terutama untuk keluarga yang tidak mampu membayar TV Kabel, cukup menonton Trans 7  saja, untuk memperoleh pengetahuan yang mendalam tentang berbagai fauna yang ada di dunia ini.

9) Brownies jam 14.00-14.30, adalah acara wisata kuliner yang tidak hanya membahas kelezatan kuliner suatu daerah atau negara yang menjadi tema utama acara tersebut, namun juga membahas berbagai pengetahuan mengenai kehidupan sosial budaya daerah tersebut. Misalnya sedang membahas jajanan khas kota Manado, maka sekaligus juga disorot perihal tentang kehidupan pasar di sekitar Manado, keindahan pantainya, jadinya acara makannya biasanya malah paling akhir….tapi dari menonton acara inilah kita yang belum pernah ke Manado jadi mengerti seperti apa kehidupan sosial di kota tersebut.

10) Tau Gak Sih, jam 14.30-15.00 WIB. Ini hampir sama dengan acara Gak Nyangka, walau melakukan kuis jalanan dengan metode konyol-konyolan, namun tetap saja acara ini mendidik baik untuk yang ditanya maupun untuk yang menonton. Karena biasanya memang pengetahuan yang dijadikan materi pertanyaan di acara ini tidak akan kita dapatkan di sekolah.

Misalnya : “Tahukah kamu darimana asal usul  nama King Kong?”, atau “siapa yang pertama kali menciptakan Hand Phone?”

Bedanya, jika acara Gak Nyangka yang dijadikan sasaran pertanyaan adalah sembarang warga yang ketemu di jalan, maka untuk acara Tau Gak Sih, biasanya yang diuji kecerdasannya adalah artis. Namun sama saja dengan acara Gak Nyangka, mereka dicecar pertanyaan secara mendadak, dan tidak pernah di studio. Bisa saja saat ketemu di mal, atau di jalanan.

11) Fish n Chef, jam 15.00-15.30 WIB, ini untuk anak-anak perempuan dan ibu-ibu. Acara masak-memasak dengan hidangan laut, yang sebelumnya akan membahas terlebih dahulu khasiat dan kandungan gizi bahan utama masakan yang akan dibuat.

Daya tarik lainnya, selain chef rata-rata gadis-gadis cantik…hehehe, juga scene memasaknya pun dilakukan di alam, tak jauh dari lokasi penangkapan ikan. Jadi jika menangkap ikan di laut, yaaa…memasaknya langsung di pantai, dengan peralatan masak yang minimalis, karena bukan di dapur.

12) Jejak Petualang 15.30-16.00 WIB ini acara favorit saya sejak 6 tahun yang lalu. Karena acara ini mulai memasuki segmen anak muda, mengajarkan kita untuk travelling berbudget murah namun harus yang “menyatu dengan alam” seperrti tidur di tenda, bukan di hotel, manjat tebing, diving dan snorkelling, dan memasuki hutan-hutan. Yang hebatnya lagi, beberapa kali reporter acara ini adalah wanita, mulai dari riany Djangkaru hingga Medina Kamil.

13) Mancing Mania setiap weekend jam 16.30-17.00 WIB. Ini acara yang telah sukses membuat seorang kakak ipar saya menjadi keranjingan mancing ikan di laut. Bahkan ia bersama teman-temannya pun tahun lalu sempat menjadi pengisi acara ini. Ini acara leisure yang mendidik. Selain mengajarkan bagaimana caranya memancing ikan yang jelas lebih sehat daripada memancing keributan….juga diajarkan dalam acara ini, sebagian besar ikan yang ditangkap, apalagi jika tergolong langka, akan segera dilepaskan kmbali ke laut. Yang penting skill si pemancing sudah sempat dipertontonkan di TV. Bukan pancingannya yang penting. Walau terkadang jenis-jenis ikan yang ditangkap seringkali membuat air liur kita menetes.

14) Orang Pinggiran jam 17.00-17.30 WIB. Secara tersirat inilah acara yang paling bagus untuk membunuh jiwa bakhil dan anti sosial kita. Dalam acara ini selalu diangkat kehidupan janda tua miskin, orang cacat miskin, ataupun anak yatim piatu yang miskin yang dengan segala kekurangannya mereka harus berusaha keras hanya untuk sekedar mencari makan sehari-hari. Jangan bicara untuk sekolah aapalagi beli kendaraan, meskipun hanya sekedar sepeda. Benar-benar menggugah jiwa filantropi kita, agar jangan malas hidup berbagi dengan sesama

15) On The Spot jam 19.00, sebenarnya ini adalah acara ‘Spotlite” dan “Tau Gak Sih” versi malam. Penuh dengan pengetahuan umum tentang negara-negara di dunia, atau daerah-daerah di Indonesia, kehidupan sosial budaya nya dan asal-usul nama, serta istilah yang identik dengan negara/daerah tersebut.

Keempat belas acara di atas, barulah yang versi saya. Mungkin ada penggemar Trans 7 lainnya yang memiliki pendapat berbeda dengan saya atau malah mungkin lebih banyak lagin acara-acara mendidik Trans 7 menurut Anda.

Satu hal yang pasti, tanpa bermaksud promosi, karena saya bukan karyawan Transcorp atau pun CT Corp, tidak ada televisi di indonesia yang konten acara pendidikannya maupun kualitas pendidikannya sebanyak dan sebaik Trans 7. Saya berani jamin.

Kalaupun ada pesaing dekat, mungkin saudara sesama anak perusahaan Transcorp, yaitu Trans TV. Namun dari sisi kuantitas masih kalah jauh dari Trans 7. Trans TV masih lebih berat konten acara kuliner atau travelling nya

Untuk yang berlangganan TV Kabel sekalipun, saya berani jamin, konten pendidikan acara National Geographic ataupun Discovery Channel tidak memiliki daya tarik ataupun gaya menghibur seperti acara-acara Tau Gak Sih atau Gak Nyangka di Trans 7. Dan yang penting untuk pemirsa di Indonesia, Anda tidak akan mendapatkan informasi tentang Indonesia yang dapat membangkitkan rasa nasionalisme, sebanyak yang bisa didapat jika Ana menonton Trans 7.

Silahkan buktikan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Wisata Purbalingga] Sepotong Kisah Lingga …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 16:24

Percuma Merayakan Hari Ibu! …

Wahyu Triasmara | | 22 December 2014 | 11:58

Tumbangnya Pohon Beringin Tanda Bencana …

Cariefs Womba | | 22 December 2014 | 20:33

Berani Duduk di Bangku Paling Depan—Cupu …

Frida Kurniawati | | 22 December 2014 | 18:22

Melatih Anak Jadi Kompasianer …

Muslihudin El Hasan... | | 22 December 2014 | 23:47


TRENDING ARTICLES

Penyelidikan Korupsi RSUD Kota Salatiga …

Bambang Setyawan | 2 jam lalu

Akankah Nama Mereka Pudar?? …

Nanda Pratama | 4 jam lalu

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 6 jam lalu

Hebatnya Ibu Jadul Saya …

Usi Saba Kota | 7 jam lalu

Gabung Kompasiana, Setahun Tulis 8 Buku …

Gaganawati | 7 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: