Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Hyashintaonen

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta 2011

Kekuatan dan Kelemahan Televisi

OPINI | 06 March 2013 | 12:49 Dibaca: 3075   Komentar: 0   0

Bak dua sisi mata uang, televisi pun mempunyai dua sisi yang dapat dirasakan yaitu kekuatan dan kelemahan. Televisi memang menjadi sebuah media yang mengena di hati masyarakat dan masih menjadi media dengan penonton terbanyak. Hampir seluruh rumah di Indonesia sekarang sudah mempunyai televisi.

Adapun kelebihan televisi adalah :bersifat audio visual. Artinya televisi dapat memadukan suara dan gambar yang bergerak sehingga dapat menarik perhatian audiens. Dalam hal ini televisi mengadopsi radio dan film. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 75% pengetahuan manusia didapat dengan menggunakan indera penglihatan atau mata, 13% dari telinga, dan sisanya menggunakan indera lain. Inilah yang membuat pengetahuan yang didapat dari televisi lebih berbekas di memori audiens.

Perkembangan teknologi juga telah menghasilkan peralatan canggih yang memungkinkan televisi dapat menayangkan gambar atau benda yang tidak dapat dilihat dengan mata tekanjang. Sebagai contoh, kamera televisi mampu menangkap gambar dalam kegelapan dengan inteosifler. Ini menjadi kelebihan dari televisi dibanding media yang lain. Selain itu televisi juga lebih menguasai jarak dan ruang serta waktu sehingga peristiwa di belahan bumi manapun dapat dilihat saat itu juga. Jangkauan televisi juga sangat luas. Hal ini berpengaruh pada sifat sugestif televisi yang sangat tinggi untuk merangsang orang melakukan sesuatu. Trend fashion, baik gaya rambut, pakaian, maupun make up merupakan mode-mode yang sering ditampilkan di televisi dan mempengaruhi gaya berbusana masyarakat. Penyiaran suatu peristiwa dengan media televisi juga sangat cepat, termasuk siaran langsung yang mampu membangkitkan emosi massa. Tak heran banyak pihak yang menggunakan televisi sebagai media kampanye.

Secanggih apapun sebuah media pasti mempunyai kekurangan sehingga antara media satu dengan media yang lainnya saling melengkapi. Orang yangsudah mempunyai televisi misalnya, masih mempunyai radio di rumahnya. Terkadang pula pada pagi harinya, dia masih membaca koran.Televisi yang sekarang menempati posisi tertinggi dihati masyarakat pun masih mempunyai kekurangan di samping kelebihannya.

Adapun kekurangan televisi terletak pada sifatnya yang transitor sehingga hanya bersifat sesaat atau sekilas. Penonton tidak dapat mengulang gambar dan suara yang diterima. Televisi juga masih menyiarkan informasi dengan satu arah sehingga penonton masih ditempatkan dalam posisi pasif. Memang ada beberapa program interaktif di televisi tetapi belum mewakili seluruh cakupan audiensnya.

Audiens sebenarnya sering tertipu dengan gambar di televisi mengenai ukuran benda yang sebenarnya karena tidak ada benda pembanding. Disinilah terjadi insize correct concept. Sebagai contoh sebuah hand phone yang ditampilkan tanpa ada benda lain disekitarnya. Orang pasti akan bertanya-tanya itu berapa ukuran sebenarnya. Oleh karena itu sering ditampilkan benda pembanding seperti meja, buku, ataupun tangan yang memegang hand phone.

Hal serupa juga terjadi dalam konteks waktu dimana waktu di televisi bukanlaah waktu yang sebenarnya. Untuk mempersingkat waktu terkadang sebuah adegan dipotong. Sebagai contoh iklan obat batuk yang menampilkan sang aktor yang langsung sembuh dalam waktu beberapa detik setelah minum obat tertentu. Inilah yang disebut sebagai intime correct concept. Pemotongan adegan ini juga terkait dengan biaya produksi televisi yang mahal. Kelemahan lain yang menjadi cirri khas tetapi juga kelemahan televisi yaitu ketergantungannya pada listrik.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Learning by Doing, Efektifitas Mendidik ala …

Muhammad | | 16 September 2014 | 10:24

Autoethnografi: Dari Pengalaman ke Teks …

Sehat Ihsan Shadiqi... | | 16 September 2014 | 11:06

Asuransi Kesehatan Komersial Berbeda dengan …

Ariyani Na | | 15 September 2014 | 22:51

Awas Pake Sepatu/Tas Import kena …

Ifani | | 16 September 2014 | 06:55

Nangkring Bareng Paula Meliana: Beauty Class …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 10:14


TRENDING ARTICLES

Kabinet Jokowi-JK Terdiri 34 Kementerian dan …

Edi Abdullah | 4 jam lalu

UU Pilkada, Ken Arok, SBY, Ahok, Prabowo …

Ninoy N Karundeng | 4 jam lalu

Ternyata Ahok Gunakan Jurus Archimedes! …

Tjiptadinata Effend... | 4 jam lalu

Revolusi Mental, Mungkinkah KAI Jadi …

Akhmad Sujadi | 6 jam lalu

RUU Pilkada: Jebakan Betmen SBY buat Jokowi, …

Giri Lumakto | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Suparto, Penjahit Langganan Jokowi …

Niken Satyawati | 7 jam lalu

Ijasah Bon A dan B Suatu Kenyataan di Era …

Abebah Adi | 7 jam lalu

Hati-Hati, Ini 3 Modus Penipuan Gaya Baru …

Dian Halle Wallahe | 7 jam lalu

Peduli Pelanggan? Mutlak Penting Bagi Pelaku …

Uli Arta Simanjunta... | 7 jam lalu

Lamaran Pekerjaan Ditolak? Apa yang Salah? …

Marlistya Citraning... | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: