Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Syukri.id

Berusaha tampil beda dengan sudut pandang yang berbeda pula. DIAM=GAGAL

Realitas Media, Televisi: Super Hiburan

OPINI | 13 March 2013 | 01:36 Dibaca: 493   Komentar: 0   0

Globalisasi menjadi kata popular yang berkembang dimasyarakat, globalisasi adalah hasil karya menakjubkan dari kemajuan pikiran mahluk yang bernama manusia yang tidak bisa kita pungkiri lagi. Arus globalisasi menerjang seluruh penjuru dunia termasuk juga Indonesia, perkembangan ini beriringan dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi yang memudahkan penyebaran informasi dengan cepat dan luas. perkembangan teknologi ini berimplikasi pada muncul banyaknya media massa di Indonesia baik cetak, elektronik maupun online. Seperti halnya televisi juga mengalami peningkatan sangat signifikan dalam jumlah maupun kreatifitas konten program yang disuguhkan pada penontonnya.

Tanpa disadari atau disadari industri media massa khususnya televisi telah memberikan banyak pengaruh pada masyarakat. apa yang ditayangkan televisi akan berdampak pada psikologi masyarakat yang mempunyai kecenderungan untuk meniru apa saja dari pengalaman mereka menonton televisi. sasarannya tidak pandang bulu entah anak-anak, remaja, eksekutif muda ataupun orang tua sekalipun semua bisa saja menikmatinya dan terjebak didalamnya.

Pada dasarnya media massa (televisi) memiliki berbagai macam fungsi sosial, yakni media informasi, pendidikan, control sosial, lembaga ekonomi dan juga hiburan[1]. Namun pada realitasnya fungsi media tersebut tidak terpenuhi semuanya. Ketika banyak dari kita memikirkan bagaimana televisi bisa digunakan untuk kepentingan pendidikan justru realitas sekarang sangat terbalik. Media televisi semakin gencar meluncurkan program tayangan hiburan. sebut saja OVJ, Bukan Empat Mata, Sinetron Kolosal Indosiar, FTV SCTV, Acara Music, tayangan keseharian selebritis, dan banyak lagi lainya. Televisi semakin cendrung menjalankan fungsi ekonominya melalui program-program hiburan baik yang bermuatan humor, mistik, seksual, politik,dll.

Fungsi hiburan sebenarnya hanya sebuah fungsi tambahan, yaitu sebagai hiburan, relaksasi, pengalihan ketegangan, sebagai iringan 3 (tiga) fungsi aktifitas media massa yang di kemukakan oleh Harold D. Lasswell[2]. Tetapi kita bisa menyaksikan sendiri bahwa bahasa pertelevisian indonesia saat ini adalah berbahasa super-hiburan bahkan adopsi program acara pun dilakukan demi menjaga kelangsungan ekonomi dan mengikat penontonnya, seperti program Indonesian idol, dan yang baru lagi yaitu X-factor. Mungkin ini sah-sah saja karena nyatanya masyarakat juga menikmatinya, Berdasarkan realitas tersebut secara tidak langsung kita dituntut untuk bisa mengembangkan kesadaran kritis masyarakat terhadap pemanfaatan media, melalui pendidikan media (literasi media), maupun dengan mengembangkan media alternatif.


[1] Ropingi el Ishaq, 2011, Di Balik Wacana Sinetron Ramadhan, STAIN Kediri press, hal.32

[2] Prilani, 2010, Radio Kampus, Yogyakarta, Nadi Press. hal.16

Sumber bacaan lain:

http://remotivi.or.id/kupas/berbahasa-satu-bahasa-televisi-hiburan

http://coffilosofia.wordpress.com/2013/02/02/realitas-media-massa-niklas-luhmann/

http://esaunnggul.ac.id/

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Learning by Doing, Efektifitas Mendidik ala …

Muhammad | | 16 September 2014 | 10:24

Autoethnografi: Dari Pengalaman ke Teks …

Sehat Ihsan Shadiqi... | | 16 September 2014 | 11:06

Dua Teknologi Penyelamat Kehidupan Menulis …

Necholas David | | 16 September 2014 | 10:03

Jika (Calon) Istri Menyembunyikan Status …

Syaiful W. Harahap | | 16 September 2014 | 08:57

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48


TRENDING ARTICLES

Ganggu Ahok = Ganggu Nachrowi …

Pakfigo Saja | 4 jam lalu

Kabinet Jokowi-JK Terdiri 34 Kementerian dan …

Edi Abdullah | 6 jam lalu

UU Pilkada, Ken Arok, SBY, Ahok, Prabowo …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

Ternyata Ahok Gunakan Jurus Archimedes! …

Tjiptadinata Effend... | 7 jam lalu

Revolusi Mental, Mungkinkah KAI Jadi …

Akhmad Sujadi | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

[Fiksi Fantasi] Menolak Tua …

Myrna Hasibuan | 8 jam lalu

[Fiksi Fantasi] Sayap Hitam Angella …

Desy Desol | 8 jam lalu

Kabinet Jokowi: Yang Barunya Mana, Ya? …

Aqila Muhammad | 8 jam lalu

Aktor di Balik Alotnya Pengusutan Kasus …

Bagja Siregar | 8 jam lalu

Tentang Palu Pemecah Kaca yang Kehilangan …

Ayudhia Virga Basta... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: