Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Palti Hutabarat

Hanya ingin berbagi reportase dan opini. Semoga bermanfaat bagi semua kompasianer. Staf Perkantas Riau. Inisiator Jaringan selengkapnya

Selamatkan Gede Bagus, Juri XFactor Indonesia Dihujani Kritik

OPINI | 30 March 2013 | 15:37 Dibaca: 8589   Komentar: 0   4

Ajang XFactor Indonesia menunjukkan anti klimaks di Gala Show ke-6. Penampilan delapan finalis yang harus bernyanyi lagu-lagu yang menginspirasi mereka, harus berakhir dengan tragedi. Mengapa?? Karena keputusan Juri (sekaligus mentor) XFactor menyelamatkan Gede Bagus adalah keputusan yang sangat kontroversial.

Sama seperti ajang mencari bakat yang lainnya, peserta yang lolos atau tidak ke babak selanjutnya di XFactor juga ditentukan oleh pooling sms. Tapi bedanya, peringkat dua terbawah pooling sms harus bernyanyi “save me” song untuk memikat hati juri untuk menyelamatkannya. Biasanya yang menjadi penentu adalah juri lain yang tidak menjadi mentor dua peserta yang ada di “bottom two”.

Sistem ini sebenarnya cukup baik karena juri akan menyelamatkan peserta terbaik dari dua peserta yang menjadi “korban” polling sms. Karena polling sms sering sekali bersifat subjektif dan tidak terlalu melihat kualitas suara peserta XFactor. Sebagai contoh tragedi Shena dan Agus yang menjadi “bottom two” di Gala Show sebelumnya.

Tetapi pada Gala Show semalam, juri XFactor menunjukkan sikap yang kurang tepat ketika memilih Gede Bagus untuk diselamatkan. Alex Rudiart yang sebenarnya tampil lebih bagus daripada Gede Bagus, baik di penampilan pertama maupun “save me song”, harus tersingkir dengan sangat menyakitkan. Bagaimana mungkin peserta yang tampil lebih baik harus tersingkir??

Karena itulah, wajar sekali para juri mendapat kritik dari penonton setia XFactor. Beberapa akun FB teman saya bahkan mempertanyakan kualitas XFactor dan para juri XFactor. Karena sangat jelas Gede Bagus pada saat menyanyikan lagu “Malam Biru” Sandy Sandoro, Gede Bagus suaranya fals. Bahkan menyadari kesalahannya, Gede Bagus diakhir lagu sudah pasrah akan tersingkir.

Sayang, keputusan juri sangat subjektif dan tidak melihat kualitas peserta ketika bernyayi di “save me song”. Ahmad Dhani bahkan dengan jelas mengatakan alasan memilih Gede Bagus gara-gara Anggun sedang berulang tahun. What?? Ajang terbesar XFactor menyelamatkan peserta karena mentornya sedang ulang tahun??

Semalam banyak yang tidak setuju dengan keputusan juri XFactor. Bukan hanya para pendukung Alex Rudiart, tetapi juga pendukung peserta XFactor lainnya. Saya yang mendukung Novita Dewi dan Isa Raja di XFactor ini sangat shock dengan keputusan Juri. Bayangkan Jika Isa Raja atau Novita Dewi yang ada di “bottom two” bersama Gede Bagus, bisa tersingkir juga mereka. Gede Bagus pun sampai harus minta maaf karena juri memilih untuk menyelamatkannya.

Harapan akan adanya ajang mencari bakat (faktor X) yang objektif di ajang XFactor ini sepertinya harus segera dilupakan. XFactor sama seperti ajang pencarian bakat lainnya. Bukan kualitas suara yang menentukan, melainkan ulang tahun mentor atau keimutan para pesertanya.

Semoga minggu depan kita tidak terlalu kecewa lagi dengan ajang XFactor karena sudah tahu sekarang, bahwa ajang ini tidak lagi melihat kualitas suara sebagai XFactornya. Tetapi melihat ultah sang mentor lalu keimutan, dll sebagai XFactor yang utama.

Salam.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Kasus PR Habibi, ketika Guru Salah Konsep …

Erwin Alwazir | 8 jam lalu

Abraham Lunggana, Ahok, Messi, dan Pepe …

Susy Haryawan | 9 jam lalu

Tentang 6 x 4 …

Septin Puji Astuti | 10 jam lalu

Jokowi dan Kutukan Politik …

Angin Dirantai | 11 jam lalu

PPP dan Kudeta Marwah …

Malaka Ramadhan | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Cara Gampang Bangun ”Ketegasan” …

Seneng Utami | 7 jam lalu

Gimana Terhindar dari Jebakan Oknum Trading …

Adhie Koencoro | 8 jam lalu

Dari Priyo Sampai Ahok, Akhirnya Demokrat …

Auda Zaschkya | 8 jam lalu

Daya Tarik Kota Emas Prag, Ditinggalkan …

Cahayahati (acjp) | 8 jam lalu

Cycling, Longevity and Health …

Putri Indah | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: