Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Mardi Yanto

Seorang pembelajar dan penjelajah. Bagi saya mimpi sangat dekat dengan kenyataan. Mimpi juga sebenarnya tidak selengkapnya

Kontroversi X-Factor Indonesia Akal-akalan?

REP | 01 April 2013 | 15:22 Dibaca: 4315   Komentar: 0   2

13647792781563058855

Tribun Jakarta

Acara X-Factor Indonesia yang tayang RCTI setiap Jumat malam terbukti menuai “sukses” luar biasa, setidaknya “berhasil” menyajikan daya kejut hebat bagi pemirsanya. Bahkan keputusan-keputusan yang diambil dewan juri acapkali mengaduk-aduk perasaan pemirsanya. Tidak mengherankan jika cercaan dan cacian kepada dewan juri bersliweran di dunia maya.

Klimaksnya, terendus kabar ada gerakan boikot X-Factor Indonesia. Wow! Berlebihan atau memang setting Fremantle Media si pemegang lisensi untuk melejitkan rating acara ini karena mau apa lagi, rating tetap menjadi tujuan utama acara impor ini.

Berikut saya kutipkan beberapa kontroversi acara ini, setidaknya versi saya sendiri,

Pertama, di babak awal Diki yang acapkali berdandan feminin dan memiliki vokal suara unik, harus tersingkir lebih dini. Padahal, menurut Anggun Diki memiliki X-Factor, itupun saya amini. Tak urung Rosa yang ketika itu menolak memilih Diki, mendapat cibiran di dunia maya.

Kedua, tidak lakunya lagu berbahasa Indonesia. Sejak awal saya agak terganggu dengan ini. Tetapi lantas dijawab dengan episode Megahits Indonesia. Cibiran masyarakat yang jengah menyaksikan kontestan menyanyi lagu asing, amat wajar karena kompetisi ini di gelar di Indonesia. Tokh setidaknya nantinya mereka sebelum go internasional harus menaklukkan publik tanah air. Agak janggal juga para kontestan menyanyi lagu barat bagus, eh lagu Indonesia kok malah jelek. Kata istri saya para kontestan kalo nyanyi lagu Indonesia ketahuan jeleknya, jika nyanyi lagu asing kan nggak begitu kentara parahnya. Mending lagu asing. Wah!

Ketiga, tersingkirnya Agus yang sepertinya belum saatnya keluar dari ajang X-Factor. Lagi-lagi keputusan juri yang menentukan ketika itu. Bukan pemirsa.

Keempat, sama halnya Agus, Alex harus pulang ke rumah lebih awal, padahal semua orang tahu, Gede Bagus tak lebih baik dari Alex. Kali ini yang menuai kecaman keputusan Ahmad Dani yang tak berdasar memilih Gede.

Memang, sepertinya publik tergiring mengerucut untuk menampilkan final ideal, yakni Mikha dan Fatin. Okelah, jika skenario ini terjadi gak ada masalah, tetapi mestinya bermain cantik dong alurnya.

Di Gala Show 6 edisi 29 Maret, Ahmad Dani keceplos  saat berseteru dengan Bebi Romeo bahwa perdebatannya atas keinginan Fremantle Media. Nah Lo!

Saya jadi menduga-duga bahwa “heboh” kontroversi X-Factor boleh jadi akal-akalan saja biar acara ini punya “taji”. Sebab saya amati, sejak acara ini digulirkan, komentar dewan juri amat monoton dan klise, hampir rata-rata memuji dan minim perdebatan antar dewan juri. Boleh jadi inilah yang membuat gusar pihak Fremantle yang lantas meminta juri “debat panas”. Bisa jadi kan?

Apa pendapat Anda, silakan!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gubernur Jateng Tolak Kartu Flazz Kriko …

Syukri Muhammad Syu... | | 22 November 2014 | 23:39

OS Tizen, Anak Kandung Samsung yang Kian …

Giri Lumakto | | 21 November 2014 | 23:54

Inilah Para Peraih Kompasiana Awards 2014! …

Kompasiana | | 22 November 2014 | 21:30

Obama Juara 3 Dunia Berkicau di Jaring …

Abanggeutanyo | | 22 November 2014 | 02:59

Inilah Pemenang Lomba Aksi bareng Lazismu! …

Kompasiana | | 22 November 2014 | 19:09


TRENDING ARTICLES

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00

Memotret Wajah Jakarta dengan Lensa Bening …

Tjiptadinata Effend... | 21 November 2014 21:46

Ckck.. Angel Lelga Jadi Wasekjen PPP …

Muslihudin El Hasan... | 21 November 2014 18:13

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 21 November 2014 13:06


HIGHLIGHT

Mafia Migas Perlu Terapkan Strategi Baru …

Eddy Mesakh | 16 jam lalu

Refleksi Kenaikan Harga BBM: Menderita …

Kortal Nadeak | 16 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 16 jam lalu

Gubernur Jateng Tolak Kartu Flazz Kriko …

Syukri Muhammad Syu... | 16 jam lalu

Sedikit Oleh-oleh dari Kompasianival 2014 …

Opa Jappy | 16 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: