Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Nasrullah

Seorang penuntu ilmu, senang belajar dan berbagi

Khazanah Trans 7 : Kontroversi Dakwah Tauhid

OPINI | 09 April 2013 | 14:53 Dibaca: 3328   Komentar: 19   2

Sangat jarang didapat acara di televisi yang bersifat mendidik. Kebanyakan dari program acara yang disajikan untuk para pemirsa bersifat melalaikan dan sangat jauh dari ajaran Islam.

Alhamdulillah belakangan ini mulai ada tayangan-tayangan yang bisa mencerdaskan sekaligus mencerahkan umat dari kebodohan tentang agamanya. Meskipun acara ini diputar dengan durasi yang amat singkat tetapi memiliki efek yang begitu besar, mengingat televisi saat ini adalah media yang paling banyak di nikmati.

Trans 7, salah satu stasiun televisi swasta terbesar di Indonesia akhir-akhir ini membuat gebrakan luar biasa. Dalam acara Khazanah yang tayang setiap Senin sampai Jumat pukul 5.30-06.00 WIB ini menayangkan pendidikan yang amat bermanfaat. Pagi ini, Selasa (9/4) mengambil judul ‘Kultus dan Tabarruk.’

Pada acara tersebut dijelaskan bahaya pengkultusan kepada individu tertentu. Bukan hanya mengambil dalil dari Al Quran dan Sunnah tetapi dijelaskan pula awal penyimpangan orang-orang Musyrik disebabkan mereka mengkultuskan orang-orang yang dianggap mulia diantara mereka.

Selain pembahasan tentang bahaya pengkultusan, dibahas juga dengan singkat, padat dan jelas tentang bahaya tabarruk atau mencari berkah.

Pada dasarnya mencari berkah itu dibolehkan jika sesuai dengan dalil dari Al Quran dan Sunnah. Tetapi menjadi terlarang dan bahkan jatuh kedalam kesyirikan jika dilakukan sembarangan seperti kepada benda-benda tertentu yang dianggap memiliki kekuatan. Demikian dijelaskan dalam acara itu.

Sebelumnya acara Khazanah juga membahas bahaya syirik, mulai dari syirik besar hingga syirik kecil.

Apakah Kontroversi?

Pada dasarnya masyarakat  sangat membutuhkan acara-acara televisi yang mendidik seperti ini. Terlebih masalah akidah adalah sesuatu yang mesti diketahui oleh setiap muslim agar tidak terjerumus kepada penyimpangan dan terjatuh kedalam lumpur keyirikan.

Meskipun repon positif banyak diungkapkan oleh para pemirsa, ada saja beberapa gelintir orang yang tidak setuju dan bahkan menginginkan acara Khazanah segera dihentikan. Mereka menganggap ajaran kebenaran tersebut telah memecah belah umat.

Satu hal yang amat lucu adalah menganggap bahwa acara Khazanah telah disusupi oleh ‘Wahabi.’ Sehingga mereka yang kontra bersepakat untuk melaporkan ke KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) agar menindak tegas acara itu.

Didunia maya, muncul beberapa grup facebook yang menolak acara tersebut dengan nama ‘Satu Juta Muslim Indonesia Tolak Khazanah di Trans7’ dan juga di forum-forum penghujat seperti ‘Forum Aswaja Memberantas Kebodohan Jemaat Sawah (Salafi/Wahabi).

Apakah kebenaran yang datang dari Al Quran dan Sunnah dianggap sebagai kontroversi ataukah mereka menolak acara tersebut karena memang selama ini menjadi pelaku atau bahkan penyeru utama ritual-ritual kesyirikan yang telah dijelaskan kesalahannya oleh Khazanah di Trans7?

Sumber Video : Youtube

GemaIslam.com

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Kaum Dhuafa Berebut Zakat, Negara Gagal …

Nasakti On | | 28 July 2014 | 23:33

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 20 jam lalu

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 21 jam lalu

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 22 jam lalu

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 28 July 2014 18:24

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: