Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Michitra Adhikarsa

Manusia biasa…Just an ordinary man. Love to write and read almost about everything. Pengamat dan pemerhati selengkapnya

Panas Dingin Awards Trans 7

OPINI | 20 April 2013 | 01:08 Dibaca: 1521   Komentar: 2   0

Tadi malam saya menonton acara yang memukul telak pelaksanaan Panasonic Awards yang belum lama ini diselenggarakan. Trans 7 yang menampilkan acara-acara mereka yang sebetulnya layak juara dan terpilih seperti OVJ, Bukan Empat Mata, Hitam Putih, Pas Mantab, dll. Walau dengan beberapa plesetan nama acara pada sebuah acara berjudul Panas Dingin Awards, disiarkan secara langsung.

Kritikan keras pertama ketika Dedi dan Andre Taulani jadi emcee. Mereka sempat bilang, yang selama ini dapat awards atau yang juara belum tentu bagus, dan yang bagus belum tentu bisa jadi juara. Ini kritikan. Apalagi ketika ada tampilan (semacam parody) acara yang jadi pemenang award yaitu ‘pedas malam’ entah plesetan dari acara apa. Katanya, acara yang baru beberapa bulan tampil sudah bisa masuk nominasi, dan ketika acara itu terpilih, eh beberapa waktu kemudian acaranya sudah didrop dari jam tayang. Ini kritikan telak menusuk sampai ke lambung.

Sepanjang acara “Panas Dingin Awards” itu penuh dengan kritikan ‘hujatan’, dan pukulan bertubi-tubi terhadap pelaksanaan Panasonic Awards. Saya setuju kawan. Pukulan-pukulan itu hendaknya disikapi secara bijak dan terbuka. Buat apa kita menang pemilihan atau award ini dan itu, tapi acara kita begitu-begitu saja, tidak ada gregetnya dan kurang disukai orang banyak?

Untuk itulah kawan, saya sependapat dengan kalimat pamungkas Dedi dan Andre, bahwa mereka tidak butuh acara-acara mereka (OVJ dan Hitam Putih) untuk diberikan segala macam award dan penghargaan. Karena menurut mereka, penghargaan, penilaian, dan nilai tertinggi adalah apresiasi masyarakat banyak. Terbukti acara-acara ini memang memiliki rating yang tinggi, termasuk juga Bukan Empat Mata-nya Tukul Arwana. Ujar mereka lagi, biarlah masyarakat penonton sendiri yang menilai dan memberi penghargaan. Adalah lebih baik tidak menerima penghargaan berupa piala apapun, tapi acaranya diterima dan disukai masyarakat banyak. Diterima di hati banyak orang.

***

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Paskah di Gereja Bersejarah di Aceh …

Zulfikar Akbar | | 19 April 2014 | 08:26

Apakah Pedofili Patut Dihukum? …

Suzy Yusna Dewi | | 19 April 2014 | 09:33

Jangan Prasangka Pada Panti Jompo Jika Belum …

Mohamad Sholeh | | 19 April 2014 | 00:35

Perlukah Aturan dalam Rumah Tangga? …

Cahyadi Takariawan | | 19 April 2014 | 09:02

Memahami Skema Bantuan Beasiswa dan Riset …

Ben Baharuddin Nur | | 18 April 2014 | 23:26


TRENDING ARTICLES

Sstt, Pencapresan Prabowo Terancam! …

Sutomo Paguci | 6 jam lalu

Mengintip Kompasianer Tjiptadinata Effendi …

Venusgazer™ | 14 jam lalu

Suryadharma Ali dan Kisruh PPP …

Gitan D | 14 jam lalu

Kasus Artikel Plagiat Tentang Jokowi …

Mustafa Kamal | 17 jam lalu

Timnas U 19: Jangan Takut Timur Tengah, …

Topik Irawan | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: