Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Michitra Adhikarsa

Manusia biasa…Just an ordinary man. Love to write and read almost about everything. Pengamat dan pemerhati selengkapnya

Panas Dingin Awards Trans 7

OPINI | 20 April 2013 | 01:08 Dibaca: 1536   Komentar: 2   0

Tadi malam saya menonton acara yang memukul telak pelaksanaan Panasonic Awards yang belum lama ini diselenggarakan. Trans 7 yang menampilkan acara-acara mereka yang sebetulnya layak juara dan terpilih seperti OVJ, Bukan Empat Mata, Hitam Putih, Pas Mantab, dll. Walau dengan beberapa plesetan nama acara pada sebuah acara berjudul Panas Dingin Awards, disiarkan secara langsung.

Kritikan keras pertama ketika Dedi dan Andre Taulani jadi emcee. Mereka sempat bilang, yang selama ini dapat awards atau yang juara belum tentu bagus, dan yang bagus belum tentu bisa jadi juara. Ini kritikan. Apalagi ketika ada tampilan (semacam parody) acara yang jadi pemenang award yaitu ‘pedas malam’ entah plesetan dari acara apa. Katanya, acara yang baru beberapa bulan tampil sudah bisa masuk nominasi, dan ketika acara itu terpilih, eh beberapa waktu kemudian acaranya sudah didrop dari jam tayang. Ini kritikan telak menusuk sampai ke lambung.

Sepanjang acara “Panas Dingin Awards” itu penuh dengan kritikan ‘hujatan’, dan pukulan bertubi-tubi terhadap pelaksanaan Panasonic Awards. Saya setuju kawan. Pukulan-pukulan itu hendaknya disikapi secara bijak dan terbuka. Buat apa kita menang pemilihan atau award ini dan itu, tapi acara kita begitu-begitu saja, tidak ada gregetnya dan kurang disukai orang banyak?

Untuk itulah kawan, saya sependapat dengan kalimat pamungkas Dedi dan Andre, bahwa mereka tidak butuh acara-acara mereka (OVJ dan Hitam Putih) untuk diberikan segala macam award dan penghargaan. Karena menurut mereka, penghargaan, penilaian, dan nilai tertinggi adalah apresiasi masyarakat banyak. Terbukti acara-acara ini memang memiliki rating yang tinggi, termasuk juga Bukan Empat Mata-nya Tukul Arwana. Ujar mereka lagi, biarlah masyarakat penonton sendiri yang menilai dan memberi penghargaan. Adalah lebih baik tidak menerima penghargaan berupa piala apapun, tapi acaranya diterima dan disukai masyarakat banyak. Diterima di hati banyak orang.

***

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Saat Hari Anak Nasional Terlupakan oleh …

Topik Irawan | | 23 July 2014 | 18:53

Parcel Lebaran Dibuang ke Jalan …

Roti Janggut | | 23 July 2014 | 17:43

Efek Samping Kurikulum “Cepat Saji” …

Ramdhan Hamdani | | 23 July 2014 | 18:46

Mengejar Sunset dan Sunrise di Pantai Slili …

Tri Lokon | | 23 July 2014 | 20:12

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Kata Ahok, Dapat Jabatan Itu Bukan …

Ilyani Sudardjat | 10 jam lalu

Siapkah Kita di “Revolusi …

Gulardi Nurbintoro | 11 jam lalu

Psikologi Freud dalam Penarikan Diri Prabowo …

Sono Rumekso | 13 jam lalu

Ke Mana Sebaiknya PKS Pascapilpres? …

Aceng Imam | 13 jam lalu

Film: Dawn of The Planet of The Apes …

Umm Mariam | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: