Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Balya Nur

yang penting menulis, menulis,menulis. balyanurmd.wordpress.com ceritamargadewa.wordpress.com bbetawi.blogspot.com

Maghrib Mengaji Versus Sinetron Bertopeng Religi

OPINI | 27 April 2013 | 13:26 Dibaca: 735   Komentar: 4   2

SCTV kembali menayangkan sinetron PESANTREN & ROCK N’ROLL ( Season 3 ) ditayangkan setiap hari pukul 18.00. Walaupun tidak mengklaim sebagai sinetron religi, Tapi dari pemilihan judul, seting, cerita, busana menunjukan kalau sinetron itu dimaksud sebagai religi paling tidak, maunya Islami.

Motinggo Busye, novelis, pengarang dan pemerhati budaya memberikan kreteria yang sangat ketat terhadap film Islami. Menurutnya, “ yang disebut film da’wah harus secara keseluruhan dikerjakan oleh orang-orang yang betul-betul mengerti dan sadar untuk apa film itu dibuat. Misalnya,penulis scenaraio, sutradara harus betul memahami apa yang ditulis dan dikerjakannya, seorang editor juga harus mengetahui bagian mana yang penting, tidak boleh dibuang meski bagian itu menurut pandangan editor harus dibuang. ” Bagi Motinggo, film “The Message” (sejarah Rasulullah) itu bukan film da’wah, sekedar film sejarah. “Masalahnya bukan dalam film itu dibacakan satu atau dua ayat, atau berpakaian ala Islam, tapi bagaimana bisa menonjolkan karakteristik Islam dalam film itu.” ( Lembar Budaya Harian MERDEKA, 23 Oktober 1982 )

Pendapat Motinggo itu bisa jadi benar. Pengalaman saya ketika saya menjadi co director sinetron seri “ Rubiah” (TPI) berlatar belakang kehidupan pesantren, saya menemukan banyak kesalahan yang cukup fatal pada penulisan scenario menyangkut soal penempatan maksud hadits dan ayat Qur’an. Belum lagi soal tata cara Ibadah. Beruntungnya saya sedikit banyak memahami soal itu hingga terpaksa saya setiap hari mencorat-coret (memperbaiki) scenario itu.

Okelah, saya turunkan saja stnadrad Motinggo, dan saya tutup mata saja kemungkinan ketidak tahuan atau kekurang pahaman penulis scenario atau sutradara pada soal agama. Soal kejar tayang bisa menjadi alasan. Saya menggaris bawahi soal jam tayang. Pukul 18.00 itu pas waktu maghrib. Itu persoalan utamanya.

Departemen Agama belum lama ini membuat gerakan nasional MAGHRIB MENGAJI. Di beberapa daerah pemda setempat sudah menggulirkan gerakan itu, mislanya Pemda Kepulaun Meranti, dan Tanjung Pinang, Riau. Mungkin masih banyak lagi yang tidak tercover. Tujuan gerakan itu mengembalikan tradisi mengaji terutama anak-anak dan remaja,habis sholat maghrib berjamaah sampai isya di Masjid dan Mushola yang dulu marak dilaksanakan, kemudian terkikis oleh modernisasi.

Sinetron “Pesantren & Rock N’Roll” yang sudah memsuki season 3 itu menunjukan sinetron ini banyak digemari terutama remaja, karena memang pemerannya remaja yang cantik dan ganteng. Dengan pemilihan waktu tayang pas waktu maghrib, maka otomatis sinetron ini menjadi “musuh” utama gerakan maghrib mengaji. Saya sih husnudzon (prasangka baik ) saja kepada SCTV mengingat jam tayang itu bukan persoalan sederhana, tapi terkadang muncul juga rasa suudzon (kecurigaan) saya hingga saya berpendapat, ini adalah sinetron yang bertopeng religi. Nampaknya ingin mengajarkan da’wah islam, tapi yang sebenarnya mengajak remaja untuk tetap betah di layar tivi mengabaikan sholat maghrib yang waktunya sempit itu apalagi mengaji. Dengan kata lain, sinetron bertopeng religi.

Daru, Jambe,27 April 2013

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Wukuf di Arafah Puncak Ibadah Haji …

Aljohan | | 02 October 2014 | 15:27

2 Oktober, Mari Populerkan Hari …

Khairunisa Maslichu... | | 02 October 2014 | 15:38

Kopi Tambora Warisan Belanda …

Ahyar Rosyidi Ros | | 02 October 2014 | 14:18

Membuat Photo Story …

Rizqa Lahuddin | | 02 October 2014 | 13:28

[DAFTAR ONLINE] Nangkring bersama Bank …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:52


TRENDING ARTICLES

Ternyata, Anang Tidak Tahu Tugas dan Haknya …

Daniel H.t. | 2 jam lalu

“Saya Iptu Chandra Kurniawan, Anak Ibu …

Mba Adhe Retno Hudo... | 6 jam lalu

KMP: Lahirnya “Diktator …

Jimmy Haryanto | 7 jam lalu

Liverpool Dipecundangi Basel …

Mike Reyssent | 12 jam lalu

Merananya Fasilitas Bersama …

Agung Han | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Kenalkan Ini Batik Khas Bekasi …

Ahmad Syaikhu | 8 jam lalu

Pengembangan Migas Indonesia: Perlukah Peran …

Fahmi Idris | 8 jam lalu

Ka’bah dan Haji Itu Arafah …

Rini Nainggolan | 8 jam lalu

Celana Dalam Anti Grepe-grepe …

Mawalu | 8 jam lalu

Bioskop Buaran Tinggal Kenangan …

Rolas Tri Ganda | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: