Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Michitra Adhikarsa

Manusia biasa…Just an ordinary man. Love to write and read almost about everything. Pengamat dan pemerhati selengkapnya

“The X Factor” yang Masih Misterius

OPINI | 27 April 2013 | 09:17 Dibaca: 858   Komentar: 11   2

X Factor tadi malam sudah usai. Si ‘jazzy’ Malsiana harus pulang setelah menjadi dua yang terendah bersama Novita Dewi (si layak juara). Tapi X Factor masih menyisahkan banyak pertanyaan belum terjawab, sekaligus pertanyaan-pertanyaan bernada sumbang lainnya. Bagaimana tidak, setelah minggu yang lalu membuat keheboan dengan tidak ada yang dipulangkan (entah demi pulsa dan uang) maka akhirnya ‘harus’ ada yang emosi, marah, nangis, dan guling-gulingan gara-gara hari Kartini (yang sebetulnya masih dua hari lagi tapi saat itu tidak ada yang dipulangkan dengan alasan hari kartini), kini Novita Dewi harus berada diposisi dua terendah. Sah-sah saja, kawan. Tapi seandainya nggak ada momen hari Kartini, Novita nggak bakalan dua terendah melainkan Mikha dan Malsiana. Tapi sudahlah kawan, kini mari bicara yang di depan.

lalu apa kira-kira pertanyaan yang masih tersisa? Beginilah pertanyaan yang mesti dipikirkan. Okelah kita tahu bahwa kemenangan setiap peserta X Factor pada babak 5 besar dan seterusnya kini tergantung kiriman SMS.

Pertama, hasil pengiriman SMS itu sebetulnya diragukan keabsahannya mengingat 1 pemilik nomor HP bisa mengirim sampai beribu-ribu kali. Artinya kalau pendukungnya orang kaya sekaliber Hari Tanoe, dlsbnya itu, pastilah mereka dapat mengirim SMS banyak. Ini akan jadi lucu, misalnya saja penduduk indonesia yang jumlahnya 240 juta orang semuanya mengirim SMS, ada yang kirim ratusan SMS atau puluhan saja, atau masing-masing kirim 3 SMS, maka hasilnya ada votes sejumlah lebih dari 700 juta! Kawan, mana bisa seperti itu. Votes bisa lebih banyak berkali-kali ganda dibanding jumlah voter. Harusnya satu nomor HP satu kali vote. Itu baru adil. Tapi kawan, cara ini tidak akan dilakukan kalau yang dicari bukan kualitas penyanyi, tapi jumlah uang yang bakalan dikeruk.

Kedua, kalaupun semua SMS sudah masuk, dihitung, dan dibacakan penuh drama oleh sang MC. Diulur sana-sini, diputar sana-sini, para penonton dibuat tegang tingkat tinggi dan hati berdebar nggak karu-karuan. Pertanyaan saya, siapa yang memvalidasi SMS-SMS yang masuk itu? Kenapa tidak pernah diumumkan, dan seperti apa perolehan suara tersebut. kasarnya seperti ini, siapa yang bakalan tahu kalau suara-suara yang masuk bisa diatur semau gue. Bahwa, siapa yang bakalan keluar minggu ini atau minggu depan sudah bisa diatur dan ditentukan? Kawan, kalau mau fair, umumkan hasilnya, pada saat penghitungan suara ada katakanlah ‘komisi independent’ yang turut menghitung. Itu kalau mau jujur ke pemirsa sekalian.

Tapi ya sudahlah, kita tunggu saja siapa yang akan tersingkir minggu depan menurut versi kiriman SMS itu (entah bisa diatur atau tidak hehehe). Ajang X Factor jangan dijadikan ajang ‘jual pulsa’ dan ‘jual pamor’ sebab dua factor itu sebetulnya bukanlah sebuah Faktor ‘X’. Dan juga pertanyaan yang belum terjawab harusnya bisa dijawab pembuat acara X Factor, supaya keganjilan demi keganjilan tidak justru mencuat muncul menjadi Faktor X. (MA)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Sedekah Berita ala Jurnalis Warga …

Siwi Sang | | 24 October 2014 | 15:34

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 3 jam lalu

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 8 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 9 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 11 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Angkuh …

Retna Kusumawati | 7 jam lalu

Transfusi Darah …

Raka Pratama | 7 jam lalu

Agama adalah Kebudayaan yang Disucikan …

Kawar Brahmana | 7 jam lalu

KPK Selamatkan Jokowi dari Intervensi …

Rusmin Sopian | 7 jam lalu

Jokowi dan Prabowo, Indonesia Kita …

Awaluddin Madjid | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: