Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Ita Dk

pecinta traveling dan kuliner

Acara Just Alvin dengan Tamu Tujuh Orang Istri Eyang Subur Bikin Mual Para Wanita

OPINI | 16 May 2013 | 08:55 Dibaca: 2211   Komentar: 11   0

Acara Just Alvin Dengan Tamu Tujuh Orang Istri Eyang Subur Bikin Mual Para Wanita
Melihat tayangan acara Just Alvin di Metro TV Sabtu lalu yang menampilkan wawancara dengan tujuh orang istri Eyang Subur yang sedang kontroversial di semua stasiun televisi selama dua bulan ini saya langsung mual.
Sebagai wanita, seorang istri dan seorang ibu dari tiga anak saya sangat menyayangkan acara Just Alvin yang selama ini acaranya saya anggap bermutu dan mendidik langsung sirna mutunya karena menayangkan acara yang tidak pantas karena menyakiti hati wanita yang anti poligami.
Memberi tempat di acara Just Alvin tujuh orang istri Eyang Subur ditayangkan Metro TV adalah menyakiti hati semua wanita dan istri di Indonesia.Karena Undang-undang Perkawinan jelas melarang istri lebih dari empat orang.
Sangat tidak nomal istri Eyang Subur yang yang menyita perhatian publik ditayangkan ke acara yang ekslusif tersebut. Setelah perseteruannya dengan Adi Bing Slamet, MUI juga menyatakan adanya penyimpangan dalam praktik guru klenik itu.
“Kita berunding, berdiskusi, dan ternyata ditemukannya praktik perdukunan dan penyimpangan syariat istri Subur lebih dari empat. Kami juga mengimbau kepada umat Islam supaya hati-hati terhadap praktik perdukunan dan praktik peramalan. Kita harapkan mereka menghentikan praktiknya dan kembali sadar ke ajaran agama yang benar,” kata Ketua Investigasi MUI, DrUmar Shihab saat ditemui di kantor MUI, Jl. Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (22/04/2013).
Bahkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyebut Eyang Subur telah melakukan penyimpangan syariat Islam dengan beristri lebih dari empat orang, justru menimbulkan reaksi dari para istri Subur. Mereka tidak terima untuk diceraikan dan akan menggugat lembaga keulamaan yang memiliki otoritas masalah agama di Indonesia ini. Hal ini malah dibela i acara Just Alvin.
Fenomena ini menandakan pelajaran banyak kepada masyarakat. Pertama, betapa banyak orang menyebut dirinya Islam namun dia justru melawan hukum Islam itu sendiri. Bahkan Eyang Subur dan para tujuh orang wanita istrinya yang melanggar Undang-undang Perkawinan justru diberi tempat ditayangkan media massa terutama televisi.
Kedua, betapa banyak media di Indonesia dan aparat tak memiliki kecakapan urusan agama. Istri-istri Subur adalah pelanggar hukum karena UU Perkawinan hanya mengakui pernikahan hanya dibatasi empat orang istri saja.
Sudah jelas MUI menjelaskan perkawinan Eyang Subur tidak sah oleh MUI dan melawan hukum, sangat konyol masalah perkawinan tersebut malah ditayangkan dan dipertontonkan di depan khalayak kerukunan istri-istri Eyang Subur.
Lebih bijak acara tersebut apabilla tidak menampilkan tujuh orang istri Eyang Subur tapi menampilkan pakar perkawinan, pakar psikologi, tokoh MUI untuk berdiskusi fenomena wanita-wanita yang mau dinikahi Eyang Subur.
Yang agak aneh, ditambah lagi orang yang dianggap sesat MUI justru ada yang mendukung kampanye untuk calon presiden.Sangat konyol wacana tersebut. Saya sangat malu kepada pahlawan-pahlawan Indonesia karena ada orang sesat yang mencapreskan Eyang Subur.
Yang lebih aneh, ketika banyak kalangan feminis melihat acara tayangan dua bulan terakhir ini di semua media televisi tidak ada yang demo atau menghentikan acara infotaiment yang bikin mual para wanita terutama saya pribadi sebagai wanita. (Asita DK Suryanto)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kuliner: Dari Mesir ke Yordania Bersama …

Andre Jayaprana | | 20 September 2014 | 18:49

Kompasiana - Yamaha Nangkring Heboh …

Rahmat Hadi | | 20 September 2014 | 21:49

Asian Games 2018, tantangan bagi Presiden …

Muhamad Kamaluddin | | 21 September 2014 | 04:34

Bingung Mau Buka Usaha Apa? Ini Caranya …

Yos Asmat Saputra | | 21 September 2014 | 06:39

[Daftar Online] Nobar Film “Tabula …

Kompasiana | | 21 September 2014 | 10:33


TRENDING ARTICLES

Pak SBY, Presiden RI dengan Kemampuan Bahasa …

Samandayu | 5 jam lalu

Setelah Ahok, Prabowo Ditinggal PPP dan PAN, …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

MK Setuju Sikap Gerindra yang Akan …

Galaxi2014 | 8 jam lalu

Ini Tanggapan Pelatih Valencia B tentang …

Djarwopapua | 20 jam lalu

Kalau Tidak Mau Dirujuk, BPJS-nya Besok …

Posma Siahaan | 20 September 2014 13:00


HIGHLIGHT

Pemberian Itu Bahasa Kasih …

Roy Soselisa | 7 jam lalu

Dosa Sarjana Ilmu Komunikasi (Media) …

Yons Achmad | 8 jam lalu

Jokowi: Pendidikan, Riset, dan Intelejen …

Ay_satriya Tinarbuk... | 8 jam lalu

Menggadaikan Wakil Rakyat …

Yustinus Sapto Hard... | 8 jam lalu

Keadilan untuk Orang Miskin vs Keadilan …

Jubir Darsun | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: