Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Zaldy Arifinsyam

Aku tidak ingin menjadi sukses jika aku tidak bahagia… aku ingin bahagia walaupun tidak selalu selengkapnya

Mereka yang Berperan Mengantarkan Fatin Menjadi Juara

REP | 26 May 2013 | 01:06 Dibaca: 1085   Komentar: 48   8

Alhamdulillah, segala fuji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan karunia terbesar kepada penulis dan sebagian besar masyarakat Indonesia yang selama ini begitu mengharapkan seorang gadis belia berusia 16 tahun “Fathin Shidqia Lubis” menjadi juara pada pagelaran X-Factor Indonesia Session I. Keinginan yang terwujud melalui perjuangan kami Fatinistics dan do’a sebagian lain penduduk Indonesia baik yang ada di dalam maupun luar negeri. Sesungguhnya hanya Engkaulah wahai Sang Khalik, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang yang telah melimpahkan kasih dan sayang-Mu kepada kami hingga rasa itu mampu menggerakan jiwa-jiawa kami untuk memberikan do’a dan menggerakan jari-jari kami untuk memberikan dukungan SMS kepada Fatin.

Perjalan Fatin selama XFI berlangsung sudah menjadi bagian keseharian orang-orang yang selama ini telah terikat secara emosional oleh kehadiran gadis belia itu. Peran serta merekalah yang telah mengantarkan Fatin menjadi juara setelah melalui suka duka yang cukup mengharubirukan perasaan. Berbagai pro dan kontra setiap hari tersaji baik dikehidupan nyata maupun melalui jaringan sosial media. Pro kontra tersebut terkadang menjurus pada perselisihan paham hingga debat kusir yang berkepanjangan. Namun seperti orang-orang bijak berkata “semua akan indah pada saatnya”, maka sesuailah hal tersebut dengan suatu hasil yang sungguh-sungguh indah bagisebagian besar masyarakat Indonesia.

Mungkin tulisan ini adalah bagian akhir dari karya Penulis sebagai penutup dari ulasan tentang X-Factor Indonesia Session I. Pada bagian ini penulis mencoba mengupas orang-orang yang secara langsung maupun tidak langsung berperan mengantarkan Fatin menjadi juara. Mereka-mereka yang berperan tersebut akan penulis uraikan satu-persatu.

FATHIN SHIDQIA LUBIS

Pemeran utama yang mengantarkan Fatin menjadi juara adalah Fatin sendiri. Adalah tidak mungkin Fatin menjadi juara jika dia sendiri tidak terlibat di dalamnya (kalau ini sih mungkin semua orang juga tahu kaleeeeeeeeee ya… xixixixi… eitss tapi tunggu dulu). Apa yang penulis maksudkan dalam hal ini bukan hanya sekedar lips service atau penambah banyak cerita saja. Namun sesungguhnya disini kita dapat belajar bagaimana seseorang itu untuk menggapai apa yang diinginkannya.

Jika kita melihat dalam keidupan nyata sesungguhnya banyak orang-orang yang kelihatannya sukses tapi bukan karena faktor prestasi namun cenderung sesuatu kekuatan yang ada diluarnya. Kalau kata orang karena ada faktor keberuntungan (Luck/ Bejo). Berbeda dengan Fatin. Fatin berhak menjadi juara dikarenakan kekuataan yang ada pada dirinya. Karakteristik suara yang sangat unik kuat yang selama ini telah diakui baik oleh orang awam maupun orang-orang yang berkompeten dibidang musik bahkan seorang Bebi Romeo pada akhirnya mengakui ini adalah senjata utama Fatin.

Faktor kedua yang adapada Fatin adalah semangatnya untuk belajar dan berani keluar dari zona amannya memberikan apresiasi tersendiri pendukungnya. Tidak mudah menjadi seorang yang mampu untuk berdiri tegar sementara begitu banyak tekanan dan kritikan yang tertuju kepadanya. Namun ternyata kritikan itu maah dijadikan Fatin sebagai bahan instropeksi diri untuk perbaikan pada penampilan berikutnya. Hal ini ditunjukkan Fatin seperti pada saat dikatakan salah milih lagu bukan membuat Fatin minder dan mencari lagu yang gampang, tetapi malah semakin menantang Fatin untuk menaklukan lagu-lagu sulit lainnya. Hal ini menjadi suatu yang sangat menarik bagi penggemarnya. Walapun terkadang menimbulkan pro dan kontra di dalam diri pendukungnya namun menjadi suatu daya tarik tersendiri yang ditunggu-tunggu penggemarnya yang terkadang menimbulkan syndrom perut mules. Kita seperti selalu disuguhkan sesuatu yang baru terus. Disinilah letak keunggulan Fatin dibanding kontestan lain. Selain itu, kritikan sebagian orang yang menyatakan bahwa Fatin tidak mampu membawakan lagu Indonesia yang baik dijadikan cambuk oleh Fatin untuk belajar bernyanyi lagu Indonesia dengan baik dan hasilnya sungguh luar biasa, lagu “Perahu Kertas”, “Jalan Cinta”, “Pelan-Pelan Saja”, “Tak Ada Yang Abadi” dan puncaknya “Aku Memilih Setia” dengan sukses sibawakan Fatin dengan maniznya dan beberapa hits tersebut sempat nangkring di Top Chart Itunes Indonesia. Sesungguhnya disini Fatin telah membuktikan janji dari Sang Khalik untuk umatnya yang tidak mudah berputus asa seperti yang terdapat dalam Al-Qur’an “Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan, dan setelah ada kesulitan itu ada kemudahan”.

ORANG TUA FATIN DAN KELUARGA BESAR

Peran Orang Tua dan keluarga besar Fatin menduduki urutan kedua yang berperan penting mengantarkan Fatin menjadi juara. Ketulusan do’a orang tua adalah suatu kekuatan yang sangat dahsyat karena tanpa ridho orang tua akan sangat sulit bagi seorang anak untuk dapat melangkah tegar dalam kehidupannya. Dukungan keluarga besarnya juga tidak diragukan lagi memberikan motivasi yang luar biasa bagi Fatin untuk memberikan yang terbaik darinya. Tentu saja keikhlasan dari keluarga ini juga secara tidak langsung ikut membangkitkan motivasi pendukung Fatin untuk secara ikhlas memberikan dukungan berupa SMS secara spontan. Dukungan lain adalah tentu saja dukugan secara nyata melalui SMS yang tentu saja penulis yakin tidak akan sedikit.

ROSSA DAN MENTOR LAINNYA

Elemen kedua yang sangat berjasa adalah Rossa dan mentor lainnya. Peranan Rossa dengan gaya pendidikan penuh kasih ternyata telah mampu membentuk Fatin yang menjelma menjadi seorang penyanyi dengan Karakter suara yang spesial didukung kemampuan teknik vokal yang telah jauh berkembang. Kemampuan Rossa untuk mendidik Fatin dengan memposisikan dirinya seperti seorang Ibu ternyata mampu membuat Fatin mau belajar dengan tekun dan menerima segala kekurangannya untuk diubah menjadi kekuatan yang sangat besar. Rossa tidak menjadikan Fatin keluar dari jati dirinya sebagai seorang remaja dengan segala keceriaan dan tampil apa adanya tanpa dibuat-buat.

Kasih sayang Rossa yang begitu mendalam terhadap Fatin yang terwujud dalam pembelaan Rossa terhadap kritikan-kritikan mentor lain dan puncaknya dalah pelukan pendamai hati yang Rossa berikan saat Fatin hampir down saat membawakan lagu “Every thing At Once” ternyata memberikan motivasi yang sangat luar biasa bagi Fatin dan juga Fatinistics. Selain itu komentar-komentar tulus Rossa untuk penampilan kontestan lain juga secara tidak langsung menimbulkan respek positif terhadap Fatinistics.

Keberanian Rossa untuk berani membawa Fatin keluar dari zona aman walaupun menimbulkan berbagai kritik namun secara umumcenderung menjadi suatu kekuatan yang membuat pendukung Fatin selalu setia menanti apa yang akan ditampilkan oleh Fatin. Jika Rossa tidak bereksperimen seperti itu, kemungkinan penonton akan terjebak ke dalam rasa bosan karena melihat fatin dalam genre yang sama setiap minggunya seperti yang terjadi pada Novita (yang mana penulis hampir selalu bisa menebak kemana arah gaya nyanyinya).

Selain Rossa, mentor yang berperan besar mengnatarkan Fatin menjadi juara adalah Ahmad Dhani. Komentar-komentar Ahmad Dhani dengan segala kekonyolan dan kelucuan yang dibuatnya yang ditujukan kepada Fatin ternyata merupakan suatu hiburan plus yang selalu dinanti Fatinistics dan mungkin akan selalu dirindukan setelah XFI berakhir. Komentar-komentar yang juga terkadang kontroversi dari Ahmad Dhani buat Fatin juga merupakan salah satu penggerak meningkatnya dukungan terhadap Fatin. Kemampuan A.Dhani untuk memancing sisi sensitif sebagain masyarakat Indonesia ternyata meningkatkan animo mereka untuk memberikan dukungan kepada Fatin.

Angun C.Sasmi juga merupakan mentor yang juga berperan meningkatkan militansi Fatinistics dalam mendukung Fatin. Seingat penulis ada dua komentar Anggun yang sangat fenomenal yaitu Komentar tentang karakteristik suara Fatin yang mahal dan  komentar tentang Simfati untuk Fatin. Komentar pertama merupakan alasan kuat bagi Fatinistics untuk membenarkan pilihan mereka, sementara komentar kedua sebenarnya merupakan kontra dari komentar pertama yang seakan-akan mematahkan alasan pertama, namun ternyata komentar tersebut dijadikan pecut bagi Fatinistics untuk semakin ingin membuktikan bahwa mereka tidak salah dan yakin mampu mengantarkan Fatin menjadi juara.

Bebi Romeo mungkin merupakan salah satu mentor yang sering membuat perasaan Fatinistics terombang-ambing antara senang dan gemas dengan mentor satu ini.Namun apapun itu, setiap komentar Bebi tetap memberikan efek positif bagi Fatinistics. Sama seperti Anggun, setiap kritikan Bebi akan memacu Fatinistics untuk menguatkan dukungan karena khawatir SMS untuk Fatin turun sementara komentar positif  Bebi akan kembali dijadikan faktor penguat dukungan mereka.

PENDUKUNG FATIN

Penulis sengaja memberikan nama sebagai pendukung Fatin. Ini untuk membedakan antara pendukung awal Fatin dengan pendukung Fatin setelah kehadiran Hater (orang-orang yang selama ini hanya mamberikan hinaan dan hujatan tanpa dasar yang jelas yang bertujuan untuk menjatuhkan Fatin tanpa ada maksud memberikan saran yang membangun). Kehadiran Hater pada akhirnya akan membentuk suatu komunitas pendukung Fatin yang akhirnya bernama “FATINISTICS” yang lebih militan dan bergerak tanpa komando tapi mampu menciptakan kekuatan yang luar biasa. Untuk Fatinistic akan dibahas dibagian lain tulisan ini setelah Hater.

Pendukung Fatin dalam hal ini adalah orang-orang yang pada awalnya tertarik akan penampilan awal-awal Fatin di audisi. Mereka adalah orang-orang yang menamkan diri “Fatin Lovers” dan istilah lain yang membentuk Fansbase Fatin yang pada intinya merpakan orang yang menyukai karekteristik suara dan penampilan Fatin. Merekalah yang telah membuat XFI menjadi besar dan memperoleh rating tinggi di Industri Pertelevisian Indonesia. Sebagian besar pendukung ini akhirnya juga akan melebur ke dalam Fatinsitics. Pendukung Fatin ini berbeda dengan Fatinistics karena sebagian dari mereka mungkin hanya menyukai tapi belum tentu menvote Fatin. Mereka sekedar menyukai penampilan dan mendengar Fatin menyanyi. Namun walaupun tidak memberikan dukungan berupa SMS, kehadiran mereka sesungguhnya tetap memberikan semangat yang luar biasa baik bagi Fatin maupun Fatinistics.

HATER

Satu elemen penting dalam mengantarkan Fatin menjadi juara adalah Hater. Kedudukan Hater ini sengaja penulis letakan di atas posisi Fatinistics yaitu satu elemen yang hadir setelah keberadaan Hater.

Hater dalam pengertian penulis adalah orang-orang yang sengaja hanya mencari kejelekan Fatin kemudian melontarkan hujatan yang terkadang sangat berlebihan. Mereka aktif di dunia nyata dan jejaring Sosial Media. Sepengamatan penulis, kehadiran Hater ini dimulai saat Boot Camp yang mana saat itu Fatin dinilai lupa lirik saat membawakan lagu “Pumped Up Kicks”. Berbagai hujatan dialamatkan kepada Fatin dan pendukung Fatin. Kehadiran mereka inilah yang akhirnya akan membentuk suatu metamorfosa dari pendukung awal Fatin menjadi “Fatinistics” yang bersifat militan, setia dan bergerak secara bergelombang tanpa komando membentuk satuan-satuan komunitas yang menyebar secara acak tapi terhubung secara emosi di jejaring sosial media seperti di Twitter, Facebook, You Tube, G+ dan Kompasiana.

Para Hater ini kemungkinan besar memang tidak menyadari bahwa kehadiran mereka dan komentar-komentar ternyata memberikan efek domino yang sangat dahsyat. Komentar-komentar mereka yang dirasakan kelewatan inilah yang ternyata menggerakan Fatinistics yang awalnya sebagai Counter Attack atas serangan hater dan pada akhirnya akan menjadi suatu kekuatan yang luar biasa dengan memberikan dukungan SMS secara ikhlas secara terus-menerus. Semakin besar kehadiran Hater maka semakin militanlah Fatinistics memberikan dukungan kepada Fatin yang mungkin tidak sedikit juga membawa efek samping kepada sebagian Fatinistics yang terkadang emosional dengan kembali menyerangkan kata-kata yang kurang pantas kepada Hater maupun kontestan lain yang didukung oleh Hater tersebut.

Mungkin diantara Hater ada yang menyadari efek yang telah mereka ciptakan sendiri yang mana akhirnya mereka melakukan berbagai cara untuk mencegahnya dengan melakukan gerakan kontra produktif melalui taktik adu domba. Beberapa Hater mencoba berkamuflase dengan menggunakan ID Fatinistics (istilah di Fatinistics adalah Kloning ID). Mereka menyebarkan propaganda seakan-akan Fatinistics adalah orang-orang yang tidak intelektual dengan menyebarkan komentar-komentar yang sangat tidak manusiawi. Tujuan mereka adalah untuk memecah belah kekuatan Fatinistics. Namun ternyata gerakan mereka ini telah terbaca oleh Fatinistics. Ikatan emosi yang kuat antar Fatinistics ternyata telah membentuk suatu komunikasi yang efektif yang bergerak secara gerilya sehingga saling mengenal satu sama lain melalui karekateristik kata-kata mereka dalam berkomentar. Sehingga dengan mudahnya Fatinistics mendeteksi ID-ID kloningan.

FATINISTICS

Inilah elemen terakhir dari orang-orang yang berperan mengantarkan Fatin menjadi Juara. Kedudukanya mungkin pada posisi terakhir tetapi inilah sesungguhnya kekuatan terbesar yang tidak dimiliki oleh kontestan lain.  Kekuatan inilah yang sangat sulit untuk ditaklukan oleh kekuatan pendukung kontestan lain.

Kehadiran Fatinistics yang tercipta setelah kehadiran Hater ini sangat besar yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat dar yang muda hingga yang tua,dari yang berpendidikan seadanya sampai yang telah mengenyam jenjang S2 sampai S3, dari yang masih mengandalkan uang saku dari orang tuanya untuk membeli pulsa hingga mereka yang mapan dengan pekerjaannya.

Fatinistics ini sangat militan dan dan sangat kompak. Walapun diantara mereka juga banyak perselihan baik dalam pemilihan lagu untuk dibawakan oleh Fain dan cara Fatin membawakannya. Namun begitu bertemu dengan hater mereka akan satu kata :”Hajar”. Komunitas Fatinistics ini menyebar dan terdapat di semua jejaring sosial media. Di berbagai jaringan tersebut mereka selalu berkomunikasi. Walaupun tidak melibatkan semua anggota, namaun jika kita masuk ke berbagai jaringan sosial, maka akan selalu dijumpai komunikasi antar mereka selama 24 jam. Inilah yang tidak ditemukan dalam jaringan pendukung kontestan lain. Mereka saling mengenal satu sama lain secara emosi  melalui saling sahut dalam berkomentar. Sehingga ketika ada gerakan dari Hater yang mencoba berkamuflase sekan-akan menjadi Fatinistics maka dalam tempo yang relatif singkat dapat dideteksi.

Selain militansi dalam menghadapi kekuatan Hater, salah satu faktor pendorong kekuatan ikatan fatinistic adalah kreatifitas yang diciptakan oleh anggota Fatinistics itu sendiri. Kreatifitas itu terwujud dalam berbagai versi. Video-video penampilan Fatin diedit dan dibuat sebagus mungkin dan diposting di YT dan juga blog-blog pribadi mereka semakin mempopulerkan Fatin. Tulisan-tulisan di Kompasiana secara terus-menerus berkeluaran baik dari yang sudah profesional maupun yang amatiran seperti penulis sendiri. Statemen-statemen dukungan diberikan dalam berbagai bentuk karya indah berupa puisi dan pantun yang sahut-menyahut. Selain itu, berbagai istilah yang indah, lucu hingga nyeleneh juga bertaburan, mulai dari istilah saat-saat penampilan fatin seperti Foyahhhhhhh (yang menjadi salam paling populer dan sangat heroik), nananana, Ting, fufufifu, tig..tag.., Okidoki, nit-nit sampai yang terakhir “Aku Memilih Setia” menjadi salam pembuka dan salam sapa yang rutin. Istilah “Kopi Pancong” yang berubah jadi “Kopi Pocong” sebagai tawaran keakraban, Salam FODAPOK (Foyahhh Damai Rampok) sebagai salam persahabatan untuk fans Novita, hingga Kentang Goreng Foyahhh Nit-nit.

Kreatifitas Fatinistics juga terwujud dalam membentuk militansi kelompok-kelompok kecil penyusun Fatinistics. Untuk Instilah ini akan diurai sebagai berikut:

  1. “Komandante” dan “Fatin’s Guardians” merupakan orang-orang yang sangat kontra Hater yang terkenal dengan komentar-komentar kerasnya melawan komentar-komentar Hater
  2. Fatin Fans Base : ini merupakan fansbase-fanbase yang jumlahnya begitu banyak yang berada di Twitter maupun Facebook. Fanbase ini biasanya menamakan dirinya Fatinistics’s yang diikuti nama kota atau hanya hanya Fatinistics saja.
  3. Di media YT ini mungkin yang sepengamatan Penulis banyak muncul seperti istilah dinomor satu. Di Youtube oelh sebagain Fatinistics telah membentuk 4 Divisi yaitu”PORTUGAL”, “KUMBANG”, “BUNGA” dan “BUNGKUM”. Untuk ulasan ini dapat dilihat di beberapa tulisa Sdr.i NINA MAHBUBAH yang juga salah satu penulis aktif di Kompasiana.

Kekuatan Fatinistics ini semakin kuat setelah mengikrarkan janji untuk “Memilih Setia” mendukung Fatin. Ikrar yang diambil dari judul lagu Kemenangan Fatin yang pertama dibawakan dalam Grand Final seakan-akan menjadi suatu senjata pamungkas bagi Fatinistics untuk mengawal Fati menuju tahta juaranya. Kekuatan fatinistics inilah yang akhirnya mampu menggerakan tiap-tiap anggotanya untuk mengirimkan SMS yang seikhlasnya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing yang ternyata secara akumulatif mampu mnegobrak-abrik kekuatan BOOM SMS yang selama ini biasa terjadi dalam ajang kompetisi sejenis. Kekuatan ini bukanlah kekuatan yang direkayasa seperti yang dituduhkan salah satu penulis AS yang ternyata malah balik menyerang penulis tersebut. Tapi ini dukungan rakyat Indonesia sesungguhnya dikarenakan demokrasi kebebasan dalam memilih seleranya. Kekuatan yang bukan karena simpati ataupun empati tetapi kekuatan yang sesungguhnya tidak dapat diurai dengan kata-kata tapi mampu tercipta secara nyata.

Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih kepada:

  1. Fatin untuk segala apa yang telah engkau tampilkan yang telah mengiasi hari-hari penulis dan seluruh masyarakat Indonesia dengan keindahan suara dan kesederhanaanmu.
  2. Orang Tua Fatin dan keluarga besarnya yang telah memberikan do’a yang tulus untuk Fatin.
  3. Fatinistics dan pendukung Fatin lainnya yang telah secara ikhlas mendoakan dan mengirimkan SMS untuk Fatin dan untuk keakraban dan kasih sayang yang telah kita kita ciptakan selama ini.
  4. Seluruh kontestan yang telah memberikan hiburan bagi kami rakyat Indonesia dengan nyanyian dan segala sikap yang telah kalian tunjukkan.
  5. Seluruh Fans kontestan lainnya dan juga Hater. Terima kasih untuk memberikan warna lain bagi penulis dan Fatinistics dalam menikmati pagelaran XFI session ini.

Penulis juga menghaturkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada semua sahabat, saudara-saudaraku Fatinistics di YT, G+, Twitter, Facebook, dan Kompasiana, teman-teman pendukung kontestan lain dan juga Hater yang telah berbagi diskusi dan debat kusir atas kekhilafan penulis.

Untuk mereka-mereka yang telah membuat keluarga baru bagi penulis :

Portugal: Mas Boya, Bunda Nina Hasan, Bangngah Den, Senior Krisna Murti, Jack S, Mas Zhoegenk H, Bima Ramadhani, Rizal Syamsu, Awal Parinduri, Awan Anggara, Agung Prasetyo, Tuan Gagah (Burusuttuluy), Skak Ster, Sugeng, Siti Lestari, dedez kasep  dan lain-lain yang penulis nggak ngerti posisinya.

Kumbang: Isro AN, Kurniawan TD, Heru Theshining Vega, Rifky Adittia Cimook, Fadly Sang Fenomenal, Wisnu Adi, Fatinistic batam, relly Raikonen, Macan Sumatera, Kurniawan TD (nggak pasti neh), Ken Wahyudi, Eka Broery, Wj Widji, Jalal Belalang Tempur, Untung sibejo, Sakura Renji

Bunga: Serlisa Nurul AN, Yulia Jevin, Indah Sukma Lestari, Yuni Ayunne, Ardilla Umami, Vexia Dewi, Dinda Safa, Elfi K, Shofiana Inda, Kyla yosiana, Nhiek, Mdo, Salsabila Rahma, meimei lania, Dhani Perdana, Charica Myah, Dea M, Rida Farida, Sekar Ningrum  dll

Yang belum jelas posisinya: Rudal Scot, Adeloly Tukang Pulsa, Rido Rizle, Dqoi Darmawan, Reyza Amalia, Zay Efron, Ari Kurniawan, Arief Zamroni, Amiun,Ludweg Casper, Joehana, Fulen Glen, Lilo Saputra, Toilet Bekas, Wahyu Super, Yudi Nanta, Fahm Serang, Angga Malstem,

Kompasiana: Orang Keras, Syah Ridwan, Agung, Fatinistics_blog, dll.

Juga semua yang belum tertulis.

Semoga kita tetap bersama melanjutkan perjuangan kita mengawal Fatin menghadapi medan tempur sesungguhnya di Industri Musik Indonesia.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menengok Harga BBM dan Cara …

Tjiptadinata Effend... | | 28 August 2014 | 18:04

BBM Menguji Dua Kapasitas Kepemimpinan …

Jusman Dalle | | 28 August 2014 | 15:41

Foto Dicuri, Om Dedes Descodes Ngetop …

Widianto.h Didiet | | 28 August 2014 | 17:02

Masih Soal Final Piala Dunia 2014 …

Ahmad Khadafi | | 28 August 2014 | 16:28

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Pelecehan Seksual pun Terjadi Pada Pria di …

Nyayu Fatimah Zahro... | 3 jam lalu

Jokowi dan “Jebakan Batman” SBY …

Mania Telo | 4 jam lalu

Kota Jogja Terhina Gara-gara Florence …

Iswanto Junior | 6 jam lalu

Dulu Saat Masih Dinas, Kakek Ini Keras …

Posma Siahaan | 10 jam lalu

Rieke Diah Pitaloka Tetap Tolak Kenaikan …

Solehuddin Dori | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Dari hati,untuk Pak Jokowi …

#savegazaforhumanit... | 8 jam lalu

Kisah Guru Biologi yang Mengaji di Depan …

Kusnandar Putra | 8 jam lalu

Angsa Merah Jambu …

Irfan Akbar | 8 jam lalu

Rendahnya Mutu Pendidikan di Indonesia …

Kania Yunita | 8 jam lalu

Belajar Berbahasa Secara Santun …

El Mahvudd | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: