Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Fantasi

* * * jika aku menjelajahi pikiranmu dan ingatanmu, akankah aku pun tiba di tempat-tempat selengkapnya

X Factor Indonesia: 2 B Nr. 2 ( Letter to Novita Dewi Pt 1)

OPINI | 26 May 2013 | 07:02 Dibaca: 1724   Komentar: 5   4

Minggu, 26 Mei 2013

Hai Novita Dewi,

Congratulations!

Saya baca di media bahwa kamu berhasil menjadi runner-up di acara X Factor Indonesia perdana. Kebanyakan orang menulis kamu gagal menjadi juara. Mereka lupa bahwa kamu adalah juara kedua yang telah menyisihkan 11 kontestan lain di gala show dan ribuan calon kontestan lain yang bahkan tak berkesempatan naik ke panggung.

How does it feel to be number 2 ? Apakah kamu menyimpan kekecewaan atas kegagalan mencapai posisi nomor satu atau kamu bersukacita dengan tulus dan penuh ucapan syukur telah menjadi finalis di grand final ?

Saya menulis sebagai salah satu fans yang menyukai performance kamu di XFI. Memang saya bukan anggota Dewinners yang rajin kirim SMS dukungan atau menjadi follower twitter kamu. Saya hanya penyuka penampilan kamu. Saya mengagumi dan menikmati alunan vokal kamu yang melantunkan baris demi baris setiap lagu dengan keahlian seorang empu menjelajahi dan meniti nada-nada yang amat sulit tanpa pernah tergelincir dan terjebak fals.

Perkenankan saya memuji kamu atas penampilan yang luar biasa di babak final Jumat malam kemarin. Duetmu dengan Fatin membawakan lagu “Reach” benar-benar super; tak disangka, warna suara kalian yang sangat berbeda bisa kalian padukan menjadi harmoni yang merdu.

Di ronde berikutnya, suaramu dan caramu bernyanyi menembangkan lagu “Alone” benar-benar menunjukkan penguasaan teknik dan emosi yang mumpuni. Saya ikut larut dalam baris demi baris yang kamu ucapkan bagai mantera : saya merasa dingin di dalam tubuh ketika kamu mengungkapkan “it chills me to the bone” dan merasa kegetiran hati ketika kamu meneriakkan “how do I get you alone” berulang-ulang. “Novita, ini ultimate performance kamu!” kata Anggun. Saya setuju.

Tapi, duet kamu dengan Alex benar-benar menjadi klimaks dari acara X Factor Indonesia bagi kami sekeluarga yang sangat menyukai lagu “Just Give Me a Reason”. Saya dan anak saya yang masih SD hafal luar kepala lagu yang aslinya dibawakan oleh P!nk & Nate Ruess ini. Saya bahkan pernah menulis blog di Kompasiana tentang lagu yang menceritakan bagaimana melalui kesulitan dalam hubungan ini. Di catatan kaki tulisan tersebut saya titip pesan saya ingin lagu ini dibawakan oleh pasangan Novita dan Alex. Dan terwujud ! Thank you so much…..

Karena senangnya menyaksikan penampilan  kalian dalam “Just Give Me a Reason” ini, saya melanggar keantian saya untuk memboroskan uang kirim vote untuk acara-acara televisi seperti ini. Sebagai ucapan terimakasih, saya dial 0806-1-02 tiga kali : satu untuk Novita, satu untuk Alex dan satu untuk lagunya. Karena saya juga menyukai Fatin, kadung saya sudah melanggar ’sumpah’ tak mau ikutan voting, saya dial sekali ke 0806-1-01 sebagai ucapan salam dan menyemangatinya.

Tadinya, saya ingin menonton sampai pengumuman pemenang, tapi saya keburu bosan dengan acara selingan penampilan peserta-peserta audisi XFI yang gagal ke final. Saya memilih tidur. Menjelang pagi baru saya buka internet dan menemukan laporan hasil akhirnya.

Fatin dikabarkan menang. Tak ada rasa gembira atau rasa kecewa, karena bagi saya Novita atau Fatin yang disebut sebagai pemenang sama saja. Keduanya adalah finalis yang sudah menjadi juara sejak minggu lalu. Tak ada gunanya membandingkan 2 orang hebat yang bisa mencapai mimpi mereka masing-masing tanpa harus bersaing.

I’ve tried my best
I’d put my spirit to the test.
(’Reach’ dipopulerkan oleh Gloria Estefan;
ditulis oleh Gloria Estefan/Diana Warren)

Sepenggal lirik lagu “Reach” yang kamu nyanyikan bersama Fatin sesungguhnya adalah esensi mengikuti perlombaan XFI.  Mengekspolorasi dan mengeksploitasi habis-habisan apa yang kamu punya dan kamu bisa, itu jauh lebih penting dari label juara dengan kriteria yang disebut “X” (anu, yang tak jelas) dan juri voting yang juga “X” (entah siapa, entah tahu apa tentang musik atau industri musik).  Jangan salah sangka, saya tidak mengatakan tak baik menjadi juara (hadiah dan publisitasnya kan lumayan bangeeeett…:-). Yang saya maksud adalah, kalau kamu Novita hanya fokus pada label juara satu di XFI dan merasakan ada yang kurang karena kamu tak mendapatkannya, kamu bisa lupa dan kehilangan manfaat terbesar yang telah kamu dapatkan dengan mengikuti kompetisi ini.

Sejauh yang saya amati : You have tried your best, you had put your spirit to the test.  And it is all that matters to reach your dream.

(bersambung ke Letter to Novita Dewi Part 2)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Lebaran di Jerman dengan Salad …

Gitanyali Ratitia | | 29 July 2014 | 16:53

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Memilih Tempat yang Patut di Kunjungi, Serta …

Tjiptadinata Effend... | | 29 July 2014 | 19:46


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 28 July 2014 23:45

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 28 July 2014 22:40

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 28 July 2014 21:13

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 28 July 2014 18:24

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: