Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Iwan Permadi

a freelance tv creative

Net TV, Stasiun TV Baru-Ancaman atau Peluang?

HL | 29 May 2013 | 13:23 Dibaca: 16327   Komentar: 12   3

1369811106819564682

Menyaksikan tampilan grand launching Net TV yang disiarkan langsung dari Jakarta Hall Convention Centre (JHCC) pada Minggu, 26 Mei 2013, memang cukup mempesona dengan hadirnya sejumlah bintang lokal dan  internasional antara lain Carly Rae Jepsen, Taio Cruz dan Agnesmo(Agnes Monica). Walaupun ada kekurangan di sana-sini dalam siaran langsung tersebut, namun stasiun televisi baru yang menggunakan frekuensi Space Toon ini sudah siap untuk bersaing dengan kompetitor lainnya.  Setelah memulai siaran percobaan sejak18 Mei 2013, akhirnya kanal televisi yang dibesut duo Wisnutama, Mantan Dirut Trans TV dan Agus Lesmono , Pendiri Indika Group, dapat kita lihat programnya saat ini.

Ternyata Net TV atau PT Net Mediatama Indonesia yang baru tahun lalu berdiri adalah bagian dari kelompok usaha Indika Group yang bergerak di bidang usaha Energi dan Sumber Daya dibawah bendera Indika Energi Tbk.  Grup Indika sendiri tidak asing dengan dunia hiburan karena kiprahnya cukup banyak dalam bidang Event Organizer, Promotor, Broadcast Equipment, Production House dan Radio (Indika FM)

Menilik soal perijinan dan peraturan , kepemilikan Space Toon oleh Net TV dianggap tidak masalah seperti kasus merger antara Indosiar oleh SCTV sebab holding companynya juga berubah karena yang dilarang adalah memperjualbelikan dan memindahtangankan izin siaran stasiun televisi tersebut, seperti yang diutarakan oleh Kepala Humas Kemkominfo, Agus Dewa Broto (Kontan, 23 Mei 2013)

Terlepas apakah masalah perijinan, frekuensi dan lainnya yang “mungkin” masih bermasalah, kehadiran televisi baru ini patut diperhitungkan sebab dengan track record yang panjang dan sukses, Wisnutama, dianggap masih punya peluang untuk meneruskan pemikiran kreatifnya untuk menghasilkan karya-karya terbaik anak bangsa.  Kiprah Tama sebagai Manager Produksi dengan program-program lokalnya di Indosiar diikuti dengan program mewah tapi efisien ala Trans TV akan menjadi tolok ukur bagaimana Net TV dibangun di masa depan. Pertanyaannya apakah penonton Indonesia tahun 90an dan 2000an akan sama dengan penonton era abad 21?

Persaingan antara stasiun televisi yang sudah berjumlah 10 untuk bersiaran nasional sudah sangat ketat, apalagi 5 besar Stasiun Televisi ini sulit terkejar dalam perolehan iklan dan kepopulerannya yaitu RCTI, SCTV, Trans 7, Trans TV dan MNC TV.  Perlu dilihat bagaimana Net TV menyiasati mendapatkan kue iklan yang ada. Dan itu sepertinya tidak hanya soal kreativitas-yang memang nyaris sama antara stasiun televisi yang sekarang ada,  tapi juga pola siarannya-karena kebanyakan karyawan yang pengalaman berasal dari stasiun televisi yang sudah ada.

Hanya sedikit masukan buat stasiun televisi secara umum saat ini yaitu janganlah berprinsip ala ATM untuk program yang sudah berformat dan berlisensi. ATM bukan Ajungan Tunai Mandiri tapi Amati, Tiru dan Modifikasi. Trend ini memang sudah umum, ya diterima umum tapi berkonotasi plagiarism (penjiplakan) sehingga banyak kreator televisi berputar haluan dan tidak mau meninggalkan sample video dan paper contoh programnya.  Jadi Net TV apakah ancaman atau peluang? Tergantung bagaimana menyiasatinya, namun yang penting yang perlu ada di benak pelaku pertelevisian, bisnis televisi itu bisnis modal besar, dan perlu waktu lama untuk kembali (ROI-Return of Investment) nya.  Welcome Net TV.


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Inilah 5 Butir Penting Putusan MK atas …

Rullysyah | | 21 August 2014 | 17:49

MK Nilai Alat Bukti dari Kotak Suara …

Politik14 | | 21 August 2014 | 15:12

Penulis Fiksiana Community Persembahkan …

Benny Rhamdani | | 21 August 2014 | 11:53

Meriahnya Kirab Seni Pembukaan @FKY26 …

Arif L Hakim | | 21 August 2014 | 11:20

Haruskah Semua Pihak Menerima Putusan MK? …

Kompasiana | | 21 August 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Dahlan Iskan, “Minggir Dulu Mas, Ada …

Ina Purmini | 3 jam lalu

Pelajaran dari Sengketa di MK …

Jusman Dalle | 9 jam lalu

WC Umum Tak Kalah Penting dengan Dapur Umum …

Prabu Bolodowo | 10 jam lalu

Hebat, Indonesia Paling Menjanjikan Sedunia! …

Firdaus Hidayat | 11 jam lalu

Jangan Sembarangan Pelihara Ayam di Amerika …

Usi Saba Kota | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: