Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Ilam Maolani

Alung Rawawis (Anak Galunggung dari Rawa Sindangraja), If wealth is lost, nothing is lost; If selengkapnya

Berita “Running Text” TV One Salah

REP | 13 June 2013 | 17:47 Dibaca: 1767   Komentar: 14   0

Pukul 17.00 (jam 5 sore) hari ini tanggal 13/06/2013 saya menyalakan televisi, kebetulan channel yang saya pilih adalah TV One. Saya bermaksud menonton tayangan sepakbola ISL, dan memang benar pada jam segitu sedang ditayangkan pertandingan sepakbola antara Persija dan Madura United, babak kedua, kedudukan sementara 1-0 buat Persija.

Seperti biasa, di bawah setiap tayangan sebuah program acara televisi, TV One menayangkan berita semacam running text. Sambil menonton sepakbola, saya baca running text tersebut dan alangkah terkejutnya saya ketika membaca salah satu running text itu dengan tulisan: MUHAMMADIYAH MENETAPKAN 1 SYAWAL 1434 H (PUASA) DIMULAI 9 JULI 2013.

Menurut saya, jelas-jelas tulisan berita itu salah besar, harusnya: MUHAMMADIYAH MENETAPKAN 1 RAMADHAN 1434 H (PUASA) DIMULAI 9 JULI 2013.  Awalnya saya menduga bahwa itu hanyalah kesalahan teknis pembuat running text, sehingga semoga ditampilan berita berikutnya ada koreksian tulisan. Tapi saya tunggu selama 15 menit (sampai pukul 17.15),  empat kali tulisan berita itu muncul, tapi sayang tidak ada perubahan. Maka saya matikan saja televisi lalu saya mengotak atik komputer untuk menulis postingan ini.

Bagi saya, sebagai televisi yang mempunyai jargon “Memang Beda”, harusnya TV One bersikap hati-hati dan teliti untuk menayangkan sebuah tulisan berita di running text, karena ratusan juta masyarakat Indonesia kemungkinan besar membacanya. Meski kesalahan tersebut ‘kecil’ tapi efeknya sangat fatal, nanti dikira para penonton televisi menganggap Muhammadiyah yang ‘ngaco’ dalam menetapkan awal ramadhan.

Saya yakin ada sebagian penonton yang kebetulan menonton TV One pada saat itu betanya-tanya juga sama dengan saya, dalam benaknya, running text tersebut salah besar, harusnya seperti yang saya koreksi di atas.

Muncul pertanyaan pada diri ini,”Di TV One kan banyak ahli atau pegawai yang paham tentang agama, tapi kok tulisan beritanya seperti itu? Apa di TV One tidak ada proses mengecek kembali isi berita sebelum ditayangkan? Atau jangan-jangan TV One memang ingin tampil beda sesuai dengan tagine-nya, tapi beda yang ini justru merupakan kesalahan? Televisi sekaliber TV One kok seperti itu?

Semoga kesalahan ini tidak terjadi lagi pada saat-saat yang akan datang.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

‘Kuldesak Tambora’ di Bentara …

Gapey Sandy | | 19 April 2015 | 07:47

Film “Guru Bangsa …

Hazmi Srondol | | 19 April 2015 | 00:38

[ACEH] Jelajah Non Tunai bersama Bank …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:27

18 Jam Terkurung Longsor, 43 Petani Berhasil …

Syukri Muhammad Syu... | | 18 April 2015 | 22:05

Kompasiana Nangkring bareng PGN: Kotaku Kota …

Kompasiana | | 11 April 2015 | 00:58


TRENDING ARTICLES

Pasca Dibekukan, Kompetisi ISL Bakal …

Himam Miladi | 12 jam lalu

Di Balik Sengketa Izin Reklamasi Pantai …

Daniel H.t. | 12 jam lalu

Rencana Pembunuhan Jokowi, Krisis Demokrasi …

Christian Kelvianto | 13 jam lalu

PSSI Dibekukan, Kemenangan Sepak bola …

Radhea Heqamudisa | 18 jam lalu

Membully Gibran, Jokowi Haters Blunder Besar …

Hanny Setiawan | 19 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: