Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Ilam Maolani

Alung Rawawis (Anak Galunggung dari Rawa Sindangraja), If wealth is lost, nothing is lost; If selengkapnya

Berita “Running Text” TV One Salah

REP | 13 June 2013 | 17:47 Dibaca: 1643   Komentar: 14   0

Pukul 17.00 (jam 5 sore) hari ini tanggal 13/06/2013 saya menyalakan televisi, kebetulan channel yang saya pilih adalah TV One. Saya bermaksud menonton tayangan sepakbola ISL, dan memang benar pada jam segitu sedang ditayangkan pertandingan sepakbola antara Persija dan Madura United, babak kedua, kedudukan sementara 1-0 buat Persija.

Seperti biasa, di bawah setiap tayangan sebuah program acara televisi, TV One menayangkan berita semacam running text. Sambil menonton sepakbola, saya baca running text tersebut dan alangkah terkejutnya saya ketika membaca salah satu running text itu dengan tulisan: MUHAMMADIYAH MENETAPKAN 1 SYAWAL 1434 H (PUASA) DIMULAI 9 JULI 2013.

Menurut saya, jelas-jelas tulisan berita itu salah besar, harusnya: MUHAMMADIYAH MENETAPKAN 1 RAMADHAN 1434 H (PUASA) DIMULAI 9 JULI 2013.  Awalnya saya menduga bahwa itu hanyalah kesalahan teknis pembuat running text, sehingga semoga ditampilan berita berikutnya ada koreksian tulisan. Tapi saya tunggu selama 15 menit (sampai pukul 17.15),  empat kali tulisan berita itu muncul, tapi sayang tidak ada perubahan. Maka saya matikan saja televisi lalu saya mengotak atik komputer untuk menulis postingan ini.

Bagi saya, sebagai televisi yang mempunyai jargon “Memang Beda”, harusnya TV One bersikap hati-hati dan teliti untuk menayangkan sebuah tulisan berita di running text, karena ratusan juta masyarakat Indonesia kemungkinan besar membacanya. Meski kesalahan tersebut ‘kecil’ tapi efeknya sangat fatal, nanti dikira para penonton televisi menganggap Muhammadiyah yang ‘ngaco’ dalam menetapkan awal ramadhan.

Saya yakin ada sebagian penonton yang kebetulan menonton TV One pada saat itu betanya-tanya juga sama dengan saya, dalam benaknya, running text tersebut salah besar, harusnya seperti yang saya koreksi di atas.

Muncul pertanyaan pada diri ini,”Di TV One kan banyak ahli atau pegawai yang paham tentang agama, tapi kok tulisan beritanya seperti itu? Apa di TV One tidak ada proses mengecek kembali isi berita sebelum ditayangkan? Atau jangan-jangan TV One memang ingin tampil beda sesuai dengan tagine-nya, tapi beda yang ini justru merupakan kesalahan? Televisi sekaliber TV One kok seperti itu?

Semoga kesalahan ini tidak terjadi lagi pada saat-saat yang akan datang.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Petrus Lengkong, Seniman Dayak, Pensiunan …

Emanuel Dapa Loka | | 20 September 2014 | 08:56

Menilik Kasus Eddies Adelia, Istri Memang …

Sahroha Lumbanraja | | 20 September 2014 | 11:51

Puluhan Kompasianer Tanggapi Ulah Florence …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 10:24

Wow… Peringkat FIFA Indonesia Melorot Lagi …

Hery | | 20 September 2014 | 09:35

Beli Bahan Bakar Berhadiah Jalan-jalan ke …

Advertorial | | 20 September 2014 | 07:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Pernah Disumbang Tahir, Kenapa TNI …

Aqila Muhammad | 6 jam lalu

Heboh!Foto Bugil Siswi SMP Di Jakarta …

Adi Supriadi | 8 jam lalu

Kisah Perkawinan Malaikat dan Syaiton …

Sri Mulyono | 9 jam lalu

Beda Kondisi Psikologis Pemilih Jokowi …

Rahmad Agus Koto | 9 jam lalu

Hanya di Indonesia: 100 x USD 1 Tidak Sama …

Mas Wahyu | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Ini Keajaiban Air Susu Ibu …

Nugraze | 8 jam lalu

Mengapa Baterai Smartphone Bisa Meledak? …

Mahardika W S | 8 jam lalu

Rania # 5 …

Aldo Manalu | 8 jam lalu

Perasaan Mempengaruhi Sebuah Persepsi …

Mukhodatul Afidah | 8 jam lalu

Berpindah ke Elpiji subsidi? Aku Malu Karena …

Rifki Feriandi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: