Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Himam Miladi

Try not to become a man of success, but rather try to become a man selengkapnya

Alhamdulillah, Tak Ada Lagi Tulisan Tentang Fatin

OPINI | 25 June 2013 | 22:11 Dibaca: 882   Komentar: 33   0

Lihat kanal hiburan kompasiana, ucapan syukur langsung terucap, “Alhamdulillah, sudah tidak ada Fatin lagi”. Eh, masih ada satu, tulisan dari Bai Ruindra. Tapi, gak apa-apa lah. Daripada berminggu-minggu sebelumnya. Seluruh isi kanal hiburan seolah berubah menjadi blog para penggemar/pembenci Fatin.

Terus terang, saya gak kenal dengan penyanyi yang namanya Fatin. Ada sih, dulu teman kuliah namanya Fatin juga, tapi bukan penyanyi. Tahu-tahu, banyak teman yang tiba-tiba semangat bicara Fatin. Disini Fatin, disana Fatin. Hampir di semua forum atau komunitas, pasti lah kalau membicarakan hiburan, yang pertama kali diobrolkan itu Fatin.

Sama juga di kompasiana ini. Semua hal dihubung-hubungkan dengan Fatin. BBM naik, ada hubungannya dengan Fatin. Kebakaran hutan, juga masih dihubungkan dengan Fatin. Lha, apa hebatnya seorang Fatin hingga dia mampu menghubungkan semua hal ke dalam namanya? Bayangkan, berminggu-minggu kanal hiburan kompasiana selalu penuh dengan tulisan tentang Fatin, atau kalau tidak X-Factor. Padahal, kanal hiburan itu salah satu kanal yang saya suka. Dulu, banyak kompasianer yang rutin menulis humor-humor ringan, resensi film, resensi serial televisi, dan beragam tulisan. Tapi, begitu muncul X-Factor dan Fatin, tulisan-tulisan yang menyegarkan itu perlahan hilang, tenggelam karena banjir tulisan Fatin.

Jadi, tak ada salahnya kan kini saya bisa mengucap sukur kanal hiburan di kompasiana bisa saya nikmati seperti dulu lagi.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sudah Saatnya Dokter Membuang Hidroquinon …

Dainsyah Vormula Da... | | 04 May 2015 | 07:44

Tips Betah Lama di Kompasiana: Tekun, Sabar, …

Gaganawati | | 04 May 2015 | 19:17

Kalau Bisa Ditutup Kenapa Dibiarkan Terbuka? …

Sugianti Bisri | | 04 May 2015 | 20:08

Kepada Gerimis …

Handy Pranowo | | 04 May 2015 | 20:36

Blog Competition “Keriaan KAA …

Kompasiana | | 22 April 2015 | 16:49


TRENDING ARTICLES

Lakon Mayweather dan Kritik Atas Tinju …

S Aji | 10 jam lalu

Mei, Bulan Sibuknya FIFA… Apalagi …

Achmad Suwefi | 12 jam lalu

Saya (Masih) Percaya Polisi, Ini Alasannya …

Aldy M. Aripin | 12 jam lalu

Prof Yusril Memutus Rantai Cinta Segitiga …

Sri Mulyono | 18 jam lalu

Sisi Lain Prestasi Walkot Bandung Ridwan …

Ashwin Pulungan | 18 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: