Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Ombrill

pengamat televisi dan dunia hiburan - penulis buku "Broadcast Undercover" - follow @ombrill

Program Ramadhan di TV: Menunggu Kejutan MNC TV

REP | 09 July 2013 | 09:58 Dibaca: 1386   Komentar: 7   2

Mulai sore dan subuh ini, layar kaca pemirsa mulai diramaikan oleh program-program Ramadhan. Namun, jika melihat promo dan schedule program, acara-acara Ramadhan ini tetap didominasi oleh tayangan yang mengangung unsur komedi atau variety show. Sementara agar dianggap bernuansa islami, karena tayang di bulan Ramadhan, tayangan-tayangan tersebut dibumbui sedikit dengan penampilan Ustaz.

Menurut pembina Masyarakat TV Sehat Fahira Idris, seharusnya stasiun televisi tidak sekadar meraup keuntungan ekonomi semata. Momentum Ramadhan justru diharapkan bisa memperbaiki konten yang negatif selama ini. Di Ramadhan, seharusnya stasiun televisi justru menghindari lawakan yang berisi hinaan dan pelecehan.

Tentang konten tayangan Ramadhan, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin juga sangat concern. Ia meminta seluruh penonton mengawasi tayangan Ramadhan dan melaporkan jika ada pelanggaran. Yang dimaksud pelanggaran oleh KH Ma’ruf adalah tayangan tersebut tidak sesuai dengan akhlakul kharimah atau akhlak yang baik, sehingga tidak tercipta suasana Ramadhan yang khusyuk dan khidmat.

Selama (Ramadhan) ini 90 persen stasiun televisi swasta mengedepankan lawakan yang tidak bermutu. Cuma 10 persen stasiun televisi yang menayangkan siraman rohani,” ujar Fahira.

Anda pasti sudah tahu, lawakan tak bermutu yang Fahira maksudkan. Biasanya, lawakan tak bermutu ini selalu menggunakan konsep skesta mini dengan sederet bintang-bintang papan atas. Olga Syahputra adalah salah satu bintang yang selalu muncul dan menjadi rebutan beberapa stasiun televisi. Selain sketsa, biasanya ada kuis dan menyisipkan Ustadz di tengah-tengah skesta tersebut. Shooting dilakukan di studio dengan mengundang para penonton yang bisa diajak interaktif. Konsep seperti ini memang selalu berulang-ulang di setiap Ramadhan, baik di sore hari maupun di saat sahur.

Masyarakat TV Sehat, lanjut Fahira, tentu tidak bisa melarang, tetapi hanya bisa menghimbau. Kalo porsinya tahun lalu 90 persen tayangan komedi tak bermutu, seharunya porsinya bisa berkurang menjadi 50 persen, atau setidaknya 70 persen.

Hal ini agak tayangan tersebut tidak menganggu waktu beribadah. Harusnya Ramadhan digunakan sebagai bulan ibadah, jangan sampai gara-gara tayangan tersebut justru malah melupakan ibadahnya,” ujar Fahira.

Stasiun televisi harusnya bisa bertoleransi bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa. Fahira sadar, tentu sulit melarang warga untuk mematikan televisi, sebagaimana Gubernur Bali dengan tegas memerintahkan seluruh masyarakat Bali mematikan televisi saat ibadah Nyepi. Namun, sekali lagi Fahira berharap, terjadi toleransi di stasiun televisi.

Ramdhan 1433 H lalu, ada satu acara komedi yang sempat dipuji MUI Pusat, yakni Humor Sahur yang ditayangkan di Metro TV. Meski menggunakan kata ‘humor’, tetapi komedi yang ditampilkan di tayangan ini jauh berbeda dengan lawakan-lawakan tidak bermutu sebagaimana kata Fahira. Humor Sahur justru berisi humor cerdas dan satir. Sayang, Ramadhan 1434 H ini Metro TV tidak menayangkan kembali Humor Sahur.

Sebenarnya ada satu program Ramadhan yang tahun lalu tanpa diduga iba-tiba ‘melejit’, yakni series Omar. Film mengenai perjalanan hidup khalifah Umar bin Khattab ini memang luar biasa. Umat Islam rindu dengan khalifah seperti Umar sepeninggal Rasulullah SAW. Betapa tidak, Islam tumbuh pesat. Setelah berhasil mengembangkan Mesopotamia dan sebagian Persia, Islam di bawah kepemimpinan Umar berkembang di Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara, dan Armenia. Selain tegas dan bersahaja, Umar juga dikenal peduli rakyat dan sangat sederhana.

Awalnya MNC TV sebagai stasiun televisi yang menyiarkan Omar tak akan menduga, film ini bakal menyita jutaan pasang mata di waktu sahur. Sambil menunggu saat-saat adzan subuh, jutaan penonton menyaksikan kisah khalifah pengganti Abu Bakar ini. Tak heran, rating dan share Omar di waktu subuh sangat tinggi. Kalo sebelumnya rating dan share di waktu subuh “dikuasai” oleh sinetron Para Pencari Tuhan (SCTV), pada Ramadhan 1433 lalu, penonton beralih ke MNC TV. Nah, Ramadhan 1434 H kali ini jutaan penonton kembali berharap ada kejutan lain yang ditayangkan MNC TV.

Salam Ramadhan!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Manajemen Mudik …

Farida Chandra | | 25 July 2014 | 14:25

Quo Vadis Jakarta Baru? …

Shendy Adam | | 25 July 2014 | 14:41

Sensasi Rafting di Kali Oyo Gunungkidul …

Tri Lokon | | 25 July 2014 | 15:27

Keras, Tegas dan Tajam Suara Politik di …

Hendrik Riyanto | | 25 July 2014 | 12:45

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Dilema MK …

Akhmad Yunianto | 12 jam lalu

Kunjungan Clinton ke Aceh, Misi Kemanusiaan …

Rafli Hasan | 15 jam lalu

Demokrasi ala SBY Jadi Perhatian Pakar Dunia …

Solehuddin Dori | 16 jam lalu

Kebijakan Obama yang Bikin Ciut Nyali Orang …

Andi Firmansyah | 17 jam lalu

Mengapa Harus Jokowi yang Terpilih? …

Ryan Perdana | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: