Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Acara Lawakan Tv

OPINI | 14 July 2013 | 15:58 Dibaca: 965   Komentar: 17   4

Membicarakan acara lawak stasiun tv mungkin yang terlintas di otak kita adalah olga atau ovj (kecuali yang kesehariannya melihat berita mulu pasti kpk atau pks yang terlintas :D).

Semua ada masanya, dan semua ada bintangnya.

Masa-masa dulu kita mengenal Warkop DKI yang lawakannya biasa dalam bentuk film.Kemudian ada juga Srimulat yang membuat perut serasa dikocok dengan lawakan-lawakannya kala itu.

Masa pun berganti, muncullah extra vagansa yang terkesan gemerlap dan membuktikan bahwa lawakan tidak hanya dimonopoli oleh orang-orang jelek( Kalau anda mengaku ganteng tetapi tidak menjadi artis itu berarti hanya aku-akuan saja, sedangkan kalau anda mengaku jelek tetapi tidak mejadi pelawak itu membuktika anda tidaklah jelek. Berarti kita adalah makhluk antara ganteng dan jelek :D, emang ada?).

Masa terus berjalan, ektrava ganza pun ikut berguguran bak daun di musim kemarau. Kini lawakan tidak identik dengan panggung (maksud panggung disini adalah lawakan yang ada cerita narasinya seperti ovj, srimulat maupun pesbuker), Keluarlah Tukul dengan slogan Katroknya.

Ada pula Radiya Dika yang menggunkan media penulisan dalam lawakanya, kendati kini telah merambah film layaknya Warkop DKI (mungkin waktu kembali lagi yah).

Sampailah pada kita saat ini antara OVJ dan Olga yang tergolong sukses.Walau acara Tukul masih ada (eh masih ada ngak sih?) tapi peminatnya tidaklah sebanyak Ovj maupun pesbuker.

Antara suka dan tidak suka

Mungkin yang selalu disorot adalah Olga dengan gaya feminimnya, tetapi mengapa justru olga setiap hari malah nongol di tv.Tenu saja jawabannya simple, Olga juga memiliki pecintanya sendiri.

Berbicara masalah feminim, acara lawakan terasa tanpa bumbu,hambar jika tidak ada mereka.Memang tradisi cowok feminim dalam lawakan sangat lekat seolah menjadi tradisi.

Memang tidak bisa dipungkiri, lawakan dengan penampilan banci selalu mengundang gelak tawa.Adegan kaku yang dieragakan akan semakin membuat para penonton eggan menutup mulut.

Kritikan dan sindiran akan selalu terjadi, semisal dalam Ovj memperagakan kekerasan.Begitu pula acara lainnya, jika berhasil meraih hati pemirsa akan timbul kritikan, sindiran bahakan cemoohan.

Dalam lawakan tulisan juga idak luput hal itu.Contohnya lawakannya Raditya Dika.

“Cerita yang menceritakan orang bodoh saja best seller. Sementara karya-karya sastra yang memberikan pelajaran dan pembelajaran di sentuh saja tidak.”

Yah itu semua kembali ke diri masing-masing. Ada yang suka soto ada pula yang suka sate. Jika sudah bosan tentu ganti menu adalah pilihan.

Semua itu ada masanya,adapun jika pelaku kelewatan dalam lawakan biasanya juga akan di demo atau kena tuntut. So buat apa kita habiskan waktu tidak menyukai seseorang karena semua juga ada masanya, enjoyyy ajaaa :D

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sejoli Penghuni Pulau Cengkeh (Cangke) …

Asri Salam | | 22 October 2014 | 13:56

Happy Birthday Kompasiana …

Syukri Muhammad Syu... | | 22 October 2014 | 18:24

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Geliat Predator Seks di Medsos …

Muhammad Armand | | 22 October 2014 | 14:12

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Calon Menteri yang Gagal Lolos …

Mafruhin | 11 jam lalu

3 Calon Menteri Jokowi Diduga Terlibat Kasus …

Rolas Jakson | 11 jam lalu

Suksesi Indonesia Bikin Iri Negeri Tetangga …

Solehuddin Dori | 11 jam lalu

Bocor, Surat Penolakan Calon Menteri …

Felix | 12 jam lalu

Fadli Zon dan Hak Prerogatif Presiden …

Phadli Hasyim Harah... | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Andaikan Tak Ada Qurban …

Giyat Yunianto | 7 jam lalu

Antrian di Serobot, Piye Perasaanmu Jal ? …

Goezfadli | 7 jam lalu

Kasus Kekerasan Terhadap Anak, Buah dari …

Ade Faulina | 7 jam lalu

#TerimaKasihSBY …

Bagus Eka Putra | 8 jam lalu

Jalangkung dan Rejeki …

Arif Meftah Hidayat | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: