Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Dian

#Kaka' Fan #Chelsea #ACMilan #SpongeBob #Germanisty #Weird #Mad #Broadcaster

Kemana “Hadits-hadits Palsu” RCTI?

OPINI | 16 July 2013 | 12:22 Dibaca: 8756   Komentar: 83   39

Siang kompasianer…

Siapa di antara kalian yang suka menonton program RCTI selepas sahur berjudul “Hadits-hadits Palsu”? Program khusus Ramadhan ini tayang pada pukul 04.30-05.00 WIB mengupas tentang hadits-hadits populer di masyarakat yang mungkin termasuk kita mempercayainya sebagai hadits yang shahih alias otentik dari Rasulullah SAW.

13739498201261729272

Dok. RCTI.tv

Berikut ini contoh hadist dhoif (palsu) yang telah saya rangkum:

أَوَّلُ شَهْرِ رَمَضَانَ رَحْمَةٌ وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ
Dari tiga bulan yang disebut di atas memiliki pembagian waktu antara lain :
  1. Sepuluh hari pertama Ramadhan disebut sebagai bulan rahmat (kasih sayang)
  2. Sepuluh hari kedua  Ramadhan disebut sebagai bulan maghfirah (ampunan)
  3. Sepuluh hari ketiga Ramadhan disebut sebagai Ifkumminannar (pembebasan api neraka)

Hadits tersebut termasuk dhoif, karena di seluruh Ramadhan kita dapat meminta rahmat, maghfirah, dan juga ifkumminannar kepada Allah SWT sepanjang bulan Ramadhan, tanpa harus menunggu di saat pembagian bulan berdasarkan hadits palsu di atas.
Dan lanjut lagi dengan wanita yang sedang haid, suatu hadits menyatakan bahwa wanita yang sedang haid dilarang memotong kuku dan rambutnya dengan alasan rambut dan kuku kita belum suci, dan akan diminta pertanggung jawawaban di akhirat. Ini merupakan suatu kesalahan, dan dijabarkan secara jelas oleh Prof Dr KH Ali Mustafa Yaqub MA, Imam besar Masjid Istiqlal, seluruh badan kita akan hancur lebur, dan di akhirat nanti akan tumbuh tubuh yang baru berasal dari tulang ekor. Sebenarnya, hal yang tidak boleh dilakukan saat haid yakni amalan yang mengharuskan berwudhu dan tidak boleh berdiam diri di dalam masjid.

Program religi yang paling berani mencari kebenaran meski terdapat kontroversi dan paling beda dari program televisi lain ini akhirnya harus tidak tayang, terhitung sejak tanggal 15 Juli 2013 dan pagi tadi 16 Juli 2013 dan juga esok 17 Juli 2013 dengan alasan yang tidak dipublikasikan sebelumnya, entah karena pindah tayang atau sengaja di take off dan digantikan oleh program “Hafidz Indonesia” suatu ajang pencarian hafidz cilik.

Setelah mengkroscek jadwal di RCTI, saya terkejut karena tidak menemukan program “Hadits-hadits Palsu”!Pada screen shoot tersebut nampak program “Hafidz Indonesia” masih bertengger di pukul 04:30 WIB dengan status ReRun. Haruskah tayangan ini dihilangkan untuk selamanya demi kerukunan masyarakat???

1373951297358206926

Dok. RCTI.tv

Entah mengapa, sangat disayangkan jika program sebagus ini harus berhenti di tengah jalan tanpa pemberitahuan dari pihak RCTI. Dan ternyata, bukan hanya saya yang kecewa akibat kehilangan program yang menambah pengetahuan tentang Islam ini. Berikut screen shot komentar pada youtube yang menampilkan thriller “Hadits-hadits Palsu” yang dapat anda tonton di sini.

13739515111584846128

Audience yang kecewa akibat kehilangan program ini

Tak ketinggalan, saya pun melontarkan kicauan ke @OfficialRCTI mengenai tidak ditayangkannya program “Hadits-hadits Palsu” agar mereka mengetahui respon audience akibat acara yang tiba-tiba menghilang bak ditelan bumi. Semoga saja ini hanya kesalahan teknis dan hanya dugaan semata jika program ini ditutup karena protes pihak-pihak tertentu. Sekali lagi, mari tingkatkan ketakwaan, bukan ketawaan di bulan Ramadhan seperti program televisi lainnya.

Salam.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Masa Kecil Membuat Ahok Jadi …

Hendra Wardhana | | 23 November 2014 | 22:44

Pungutan di Sekolah: Komite Sekolah Punya …

Herlina Butar-butar | | 23 November 2014 | 22:08

Masyarakat Kampung Ini Belum Mengenal KIS, …

Muhammad | | 23 November 2014 | 22:43

Penerbitan Sertifikat Keahlian Pelaut (COP) …

Daniel Ferdinand | | 24 November 2014 | 06:23

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Musni Umar: Bunuh Diri Lengserkan Presiden …

Musni Umar | 5 jam lalu

Baru 24 Tahun, Sudah Dua Kali Juara Dunia! …

Jimmy Haryanto | 7 jam lalu

Momentum Pencabutan Subsidi BBM, Memicu Dua …

Dwi Hartanto | 7 jam lalu

Menampar SBY dengan Kebijakan Jokowi …

Sowi Muhammad | 16 jam lalu

Dengan Interpelasi, Jokowi Tidak Bisa …

Ibnu Purna | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Pemeriksaan Keperawanan Itu “De …

Gustaaf Kusno | 7 jam lalu

Autokritik untuk Kompasianival 2014 …

Muslihudin El Hasan... | 8 jam lalu

Kangen Monopoli? “Let’s Get …

Ariyani Na | 8 jam lalu

Catatan Kecil Kompasianival 2014 …

Sutiono | 8 jam lalu

Jangan Sembarangan Mencampur Premium dengan …

Jonatan Sara | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: