Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Adi Alesta

Man jaDda wa jadda

Hafidz Indonesia: Program TV Ramadhan yang Dirindukan Umat

REP | 17 July 2013 | 02:36 Dibaca: 1419   Komentar: 10   0

1373995693352434076

Sebenarnya saya ingin menulis judul artikel ini
HAFIDZ INDONESIA : program tv ramadhan terbaik.
Tapi setelah dipikir-pikir kan banyak acara ramadhan ditv yang ditayangkan dan tidak seluruhnya saya ikuti,nanti jadi terkesan tidak objektive dong menilainya.
Akhirnya saya ganti kayak diatas deh karena saya menganggap kita umat mayoritas dinegeri ini pasti merindukan tontonan yang sarat akan sesuatu yang bernilai lebih.
Jadi,saya berpendapat wajar jika acara ini adalah acara yang dirindukan umat dan bahkan akan banyak alasan kenapa saya harus berpendapat seperti itu.
Ada satu hal yang membuat saya sangat tersentuh dengan acara ini,ketika melihat anak-anak kecil yang masih terlihat suci dihadapan sang Maha Kuasa sudah mampu berusaha untuk mengisi kehidupannya dengan kata-kata suci yang merupakan firman Allah.

Saya sendiri berpendapat acara ini menyuguhkan sesuatu yang berbeda pada kita,akan ada banyak hal yang bisa kita ambil dari acara ini.
Dan saya pun mengucapkan terima kasih kepada RCTI yang telah menayangkan acara ini,karena secara tak langsung susunan acara yang terlihat dapat diprediksi akan menimbulkan dampak positif bagi anak-anak indonesia yang mungkin selama ini tidak terlalu begitu tertarik untuk menjadi seorang hafidz & hafidzah.

Walaupun tidak secara live acara ini disiarkan,tapi itu tidak sedikitpun menguranggi betapa acara ini harus ditonton oleh semua lapisan masyarakat.
Acara yang tersaji pun sangat terfokus,bagaimanasang anak membacakan satu surah disetiap penampilan hingga akhirnya menyambung ayat yang mereka pun belum tahu ayat apa yang akan mereka sambung.
Juri yang berkompeten pun ikut memberi bobot lebih pada acara ini,termasuk pembawa acaranya.
Dan dipenghujung acara pun kita akan melihat para peserta yang harus pulang untuk melanjutkan hafalannya dirumah dan meninggalkan peserta lainnya yang terus melanjutkan kompetisi itu,akan ada tangis dari seorang anak kecil yang bisa juga merasakan bahwa dirinya merasa gagal dikompetisi itu.
Dan tanpa disadari air mata pun ikut menetes karena betapa terharunya melihat seorang anak kecil menangis tersedu ketika mengetahui dirinya harus pulang duluan dari peserta lainnya.

So,saya hanya bisa mengajak
Yuk kita nonton acara ini,semogga yang menyuguhkan ataupun kita yang menontonnya mendapat berkah,,,
Aammmiiinnnn,,,,,,

Salam jari kelingking dari tobo kito,,,
Follow_me: @ArsavelloAdi

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Susahnya Mencari Sehat …

M.dahlan Abubakar | | 30 August 2014 | 16:43

Penghematan Subsidi dengan Penyesuaian …

Eldo M. | | 30 August 2014 | 18:30

Negatif-Positif Perekrutan CPNS Satu Pintu …

Cucum Suminar | | 30 August 2014 | 17:13

Rakyat Bayar Pemerintah untuk Sejahterakan …

Ashwin Pulungan | | 30 August 2014 | 15:24

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22



HIGHLIGHT

Berkaca Pada Hukum Alam, Sebab dan Akibat …

Muhammad | 9 jam lalu

Media tidak Membalasnya …

Auuak | 10 jam lalu

Kerja Bakti Juga ada di Amerika …

Bonekpalsu | 10 jam lalu

Memenuhi Standart Tinggi Perusahaan …

Gunawan Setyono | 10 jam lalu

Mengenang Penyair Rendra di Taman Ismail …

Trie Yas | 13 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: