Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Zulkifli Taher

Orang yang lebih suka mengutarakan pendapat lewat aksara berpola.

X Factor Around The World: Suguhan yang Gagal

OPINI | 25 August 2013 | 17:28 Dibaca: 2208   Komentar: 64   4

Setelah banyak spekulasi diluaran tentang bagaimana malam puncak ‘X Factor Around The World’ digelar, ternyata tak begitu spekta. Setidaknya itu komentar saya pribadi.

Begitu banyak kekurangan disana-sini, eksekusi kurang matang RCTI meramu sajian bintang tamu yang wah, mengesankan kurang profesionalan tim kreatif dan crew tadi malam.
Mulai dari tidak adanya keefesiensian waktu yang dimiliki RCTI itu bisa dilihat dari awal acara, memperkenalkan pengisi acara hampir setengah jam, juara X Factor ‘dipaksa’ berdiri hampir 15 menit lamanya untuk menunggu mentor datang, lalu audio yang kadang jelek, susunan acara yang membingungkan, sampai Daniel Biddengfield harus mengulang beberapa kali komentarnya kepada Novita Dewi, saat mengomentari penampilan Novita menyanyikan lagu ‘Sampai Habis Air Mataku’, belum lagi keluhan Melanie Amaro terkait ear monitornya yang mati, dan keterlambatan crew RCTI menyediakan tangga untuk Melanie Amaro saat dia ingin naik panggung. Memalukan.

Dengan begitu banyaknya kekurangan, membuat acara tadi malam tak ubahnya acara tv kelas B, tidak seperti yang digembar-gemborkan, dan tidak se ‘wah’ judul acaranya.

RCTI yang diklaim sebagai stasiun TV swasta tertua, kelagapan saat harus menyajikan acara yang digembar-gemborkan sebagai kelas dunia, dan hasilnya terkesan amatiran.

Apalagi mentor-mentor yang dihadirkan tadi malam, seakan tak ada artinya, mereka diundang seakan hanya untuk duduk manis, sedikit komentar dan tentunya memuji kontestan. Tidak mendidik sekali.
Itu sangat jelas sekali, ketika penampilan Fatin berduet dengan boyband The Collective saat menyanyikan lagu milik Maroon 5, Payphone, hanya dikomentari apa adanya, murahan, dan terdengar dipaksakan. Mereka seakan dibayar untuk memuji sang juara, padahal banyak sekali kekurangan Fatin saat menyanyikan lagu tersebut.

Sepertinya hanya Jahmene Douglas lah yang mampu memberi tontonan yang menarik, penampilan terbaik tadi malam.
Sungguh, dengan modal jutaan dollar mengundang bintang besar, RCTI seperti hanya menghambur-hamburkannya dengan pertunjukan yang gagal.

Twitter: @zoelkiflitaher

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Saudi Melawan Buta Huruf …

Mariam Umm | | 25 December 2014 | 15:54

Banjir, Salah Pimpinan Daerah dan Solusinya …

Ashwin Pulungan | | 25 December 2014 | 14:56

KPU Tertibkan Polling SMS …

Hendra Budiman | | 25 December 2014 | 14:10

Kehilangan di Istana Santa Claus …

Pical Gadi | | 25 December 2014 | 12:32

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Amplop Putih antara Mbah Maimoen Zubair dan …

Arif Khunaifi | 13 jam lalu

Pertanyaan Sulit Jokowi di Hari Natal …

Jimmy Haryanto | 13 jam lalu

(Sulaiman The Magnificent), Bacalah Sejarah …

Maria Fauzi | 14 jam lalu

10 Film yang Dapat Merubah Pemahaman tentang …

Axtea 99 | 17 jam lalu

Kerasnya Liga Inggris Menelan Korban …

Aditya Nawara | 21 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: