Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Ombrill

pengamat televisi dan dunia hiburan - penulis buku "Broadcast Undercover" - follow @ombrill

Fantastis! Harga Spot Iklan “X Factor Around the World” 150 Juta per 30 Detik

REP | 26 August 2013 | 08:18 Dibaca: 2703   Komentar: 19   3

Puncak perayaan ulang tahun RCTI dan SCTV pada Sabtu, 23 Agustus 2013 lalu masih menyisakan kisah menarik. Setidaknya ada dua hal. Pertama, soal ‘keberanian’ SCTV menggelar acara puncak head to head dengan RCTI. Kedua, mengenai harga spot iklan dan revenue yang didapat kedua televisi pada event ulang tahun.

Sejak beberapa tahun, setiap kali ulang tahun, RCTI dan SCTV tidak pernah bersamaan. Entah ini mereka segaja lakukan atau salah satu dari stasiun televisi ‘takut’ membuat acara puncak ulang tahun secara head to head (tayang di waktu bersamaan). Menurut catatan situs tabloidbintang.com pada Kamis, 22 Agustus 2013, pada perayaan ulang tahun SCTV ke-20 yang ditayangkan pada 24 Agustus 2010, RCTI justru menayangkan film Transformers.

Saat SCTV menggelar Harmoni Cinta Indonesia, yakni acara puncak perayaan ulang tahun SCTV ke-22 pada 24 Agustus 2011, lagi-lagi RCTI tidak menyiarkan program unggulan atau membuat variety show dalam rangka program spesial ulang tahun. Program head to head RCTI untuk ‘menghantam’ acara puncak HUT SCTV adalah film karya Hanung Brahmantyo Sang Pencerah.

Jika dua tahun berturut-turut RCTI ‘takut’ membuat program spesial ulang tahun berbiaya besar untuk melawan SCTV, pada 2012 RCTI mulai ‘memberanikan diri’ membuat Mahakarya 23. Program yang didedikasikan sebagai puncak perayaan ulang tahun RCTI ke-23. Sementara SCTV ‘menggeser’ jadwal tayang puncak acara HUT bertaujuk Konser Persembahan 22 Tahun SCTV pada 8 September. Sudah dapat diduga, karena ‘melenggang’ sendiri tanpa head to head dengan RCTI, Konser Persembahan 22 Tahun SCTV meraih rating 4,2 dan share 24,2 persen.

Tahun ini, ketika punya program unggulan, RCTI ‘berani’ melawan SCTV. RCTI tak perlu lagi mengundang penyanyi-penyanyi atau band papan atas yang selalu menjadi langganan mayoritas stasiun televisi tiap ulang tahun. RCTI cukup menayangkan X-Factor, program ajang pencarian bakat menyanyi yang menjadi unggulan RCTI. Menurut data AC Nielsen, saat puncak X-Factor yang menghadirkan Fatin dan Novita Dewi, RCTI meraih rating 6,6 dan share 33,3 persen.

Kepercayaan diri RCTI pada X-Factor inilah yang melahirkan X-Factor Around the World (selanjutnya ATW) sebagai program puncak perayaan ulang tahun RCTI ke-24 pada Sabtu, 23 Agustus 2013 lalu. Bermodalkan Fatin Shidqia Lubis (pemenang X Factor Indonesia) dan Novita Dewi (runner up X Factor Indonesia), RCTI memohon Freemantle -sebagai pemegang lisensi X-Factor- untuk merealisasikan konsep ATW. Walhasil, Samantha Jade (pemenang X Factor Australia musim ke-4), Melanie Amaro (pemenang X Factor USA musim pertama), Jahmene Douglas (runner up X Factor UK musim ke-9), dan The Collective (juara 3 X Factor Australia musim ke-4) berhasil dihadirkan. Selain para pemenang X-Factor, ATW juga menghadirkan para juri X Factor kelas dunia, yakni Paula Abdul (X Factor USA), Louis Walsh (X Factor UK), Daniel Bedingfield (X Factor New Zealand), Anggun Cipta Sasmi (X Factor Indonesia), dan Ahmad Dhani (X Factor Indonesia).

Menghadirkan bintang-bintang X-Factor dunia tentu mahal. Tak heran, untuk menutupi production cost, sales marketing RCTI memberikan target revenue untuk ATW sangat fantastis, yakni Rp 20 miliar. Rate card atau daftar harga iklan per spot khusus untuk ATW pun ditetapkan. Harganya pun fantastis, yakni 150 juta perak per 30 detik! Dengan harga per 30 detik itu plus beberapa sponsor utama, RCTI berhasil menutup production cost ATW. Bahkan kabarnya, dari target Rp 20 miliar khusus ATW, sales-marketing RCTI berhasil mendapat revenue Rp 22 miliar. Artinya, RCTI untung 2 milliar. Luar biasa bukan? Bandingkan dengan revenue stasiun televisi lain yang sebulan ‘hanya’ berhasil mengumpulkan Rp 26 miliar!

Revenue SCTV tentu tak sedahyat RCTI tentunya. Kabar yang beredar, mayoritas spot iklan tersedot ke ATW. Beruntunglah program puncak ulang tahun SCTV yang bertajuk 2 Dunia 3 Cerita (2D3C) berhasil mendapatkan sponsor utama. Andai hanya mengandalkan loose spot (iklan ‘lepasan’ yang ditayangkan pada saat commercial break), boleh jadi SCTV bakal rugi. Bayangkan, sudah ratusan juta perak SCTV mengeluarkan dana untuk artis-artis top di Indonesia, termasuk sudah melakukan PDKT ke NOAH agar mau menjadi band utama, dan total production cost sekitar 2 miliar perak ini. Apalagi harga loose spot SCTV di 2D3C ‘murah’, yakni ‘cuma’ 65 juta perak per 30 detik. Bandingkan tadi dengan harga loose spot ATW per 30 detik: Rp 150 juta!

Namun, besar-kecil revenue yang dihasilkan RCTI dan SCTV, pada 2013 ini mereka telah membuktikan ‘berani’ berkompetisi di puncak ulang tahun mereka. Inilah yang menurut saya hal menarik, secara kedua stasiun televisi ini sudah tidak lagi menjadi ‘kakak-adik’. Selanjutnya, yang saat ini saya paling tunggu adalah, rating dan share kedua program spesial tersebut. Jangan-jangan jutaan pasang mata lebih suka menonton SM*SH dan Cherrybelle ketimbang menyaksikan Melanie Amaro dan The Collective.

Salam Kompetisi!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Generasi ‘Selfie’: Bisakah Diandalkan? …

Fandi Sido | | 17 April 2014 | 11:02

Final BWF World Junior Championship 2014, …

Sahroha Lumbanraja | | 17 April 2014 | 22:38

Di Saat Tidak Ada Lagi yang Peduli dengan …

Thomson Cyrus | | 17 April 2014 | 17:39

Jalur Linggarjati Gunung Ciremai Nan Aduhai …

Agung Sw | | 18 April 2014 | 01:24

Inilah Pemenang Kompasiana - ISIC 2014 Blog …

Kompasiana | | 17 April 2014 | 15:52


TRENDING ARTICLES

Manuver Amien Rais Menjegal Jokowi? …

Pecel Tempe | 7 jam lalu

Jokowi di Demo di ITB, Wajarkah? …

Gunawan | 16 jam lalu

Pernyataan Pedas Jokowi Selama Nyapres …

Mustafa Kamal | 16 jam lalu

Meski Tak Punya Ijin, JIS Berani Menolak …

Ira Oemar | 17 jam lalu

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 17 April 2014 06:59

Subscribe and Follow Kompasiana: