Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Semundel

hidup itu sebenarnya simple… lakukan apa yg lo mau lakuin, dan katakan apa yg mau selengkapnya

Farhat Abbas, Kenapa Dul gak Mati

REP | 11 September 2013 | 12:24 Dibaca: 2735   Komentar: 11   1

Farhat Abbas kembali membuat senasi baru. Setelah sebelumnya dia membuat sensasi melalui komentar2 pedasnya terhadap ustad solmed, jokowi dan berbagai kasus yang terjadi di Indonesia.
Kini pengacara tersebut lagi-lagi membuat ulah dengan komentar-komentar pedas dan provokatifnya lewat twitter. Farhat ikut mengomentari kasus kecelakaan yang menimpa anak Ahmad Dhani Abdul Qodir Jaelani (Dul).

1378877024499824665

image by: infoanyar.com

Menurut Farhat dalam twittnya, ada hikmah tersendiri kenapa Dul tidak ikut tewas dalam kecelakaan yang menewaskan enam orang meninggal itu. Farhat berkeyakinan jika Dhani telah gagal dalam mengurus ketiga anak buah pernikahannya dengan Maia Estianty. Maka setelah kejadian kecelakaan tersebut Farhat pun meyakini bahwa Al, El dan Dul akan diasuh Maia.

Berikut ini twit lengkap yang ditulis melalui akun @farhatabbaslaw

“Kenapa Dul gak meninggal? Karena Tuhan sayang sama Maia! Maia masih diberi waktu & kesempatan untuk menyayangi & mencintai anak-anaknya,” ujar Farhat dalam akun Twitternya.

“Dipikiran dhani hilang istri dapat diganti, hilang nyawa tak ada pengganti,”

“Hei Indonesia! yuk kita hukum Dhani yang sering menghukum Maia mantan istrinya! Ini saat yang tepat!,”

Selain itu juga farhat menyarankan agar dani menikahi para janda korban tabrakan anaknya.

” Seluruh harta dhani duserahkan saja ke anak, istri dan keluarga 6 korban tewas jika dhani gak nekad nikahin istri korban2 “

Ahhh rupanya pengacara yang satu ini tak pernah bosen membuat sensasi agar tetap terkenal, bagi kalian yang membaca twittnya pasti akan merasakan apa yang saya rasakan. Tampak bagaimana seorang pengacara yang hobi mengkomentari tanpa kepastian yang jelas. Seorang pengacara yang hanya menyibukan dirinya dengan twitter.. gak ada job kali ya… heee

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kang Pepih, Hasan Tiro, dan Gerakan Literasi …

Risman Rachman | | 26 April 2015 | 21:16

Bandung Lautan Manusia …

Bang Aswi | | 26 April 2015 | 10:12

Ramaikan “Festival Pasar Rakyat” …

Kompasiana | | 15 April 2015 | 16:19

Maksimalisasi E-Toll Card …

Rahmad Daulay | | 26 April 2015 | 23:33

Makan Gratis di Thai Alley, Siapa Mau? …

Kompasiana | | 22 April 2015 | 15:49


TRENDING ARTICLES

Mitos Tentang Saudi Arabia …

Mariam Umm | 11 jam lalu

Lakukan Hal Kecil untuk Tunjukkan Cinta yang …

Tjiptadinata Effend... | 13 jam lalu

Edan! Tarian Bugil Jadi Pengiring Pemakaman …

Abd. Ghofar Al Amin | 14 jam lalu

Gagasan Tommy Soeharto Ditolak, Ini …

Mbah Mupeang | 16 jam lalu

Kabinet Jokowi: Siapa Saja yang di Resuffle? …

Imam Kodri | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: