Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Menyikapi Bahasa ” Statusisasi” Vicky

OPINI | 11 September 2013 | 14:31 Dibaca: 2882   Komentar: 32   5

13788843881800012949

Lady Vicky

Saya tidak akan cekikikan tertawa membaca kata-kata Vicky Prasetya kekasih Zaskia Gotik dalam wawancara di hotel Kempinski tanggal 1 september itu. Dalam jumpa persnya mengenai pertunangan, Zaskia Goyang Itik juga menghadirkan pasangan yang sudah meringkuk di bui. Konsultan pertambangan ini(menurut pengakuanya) Sudah merencanakan enam bulan ke depan untuk mengerjakan proyek ke Jerman. Sehingga pertemuan dengan Neng(panggilan Zaskia) akan sedikit terganggu. Namun persoalan tidak pada rencana yang besar itu. Tapi pada bahasa intelektual penyampaianya sosok pembual.

Saya sendiri jika di tanya tentang bahasa harmonisasi Vicky, akur dengan bapaknya Zaskia, Pak Sosi, Bahwa Vicky sudah pintar bahasa Inggeris.

Pak Sosi mengatakan bahwa tidak ada yang salah dengan calon menantunya tersebut. Bahasanya baik, tak ada masalah tapi soal bahasa Inggris tidak tahu Vicky belajar bahasa darimana bisa mengucapkan Inggris sebaik itu. Kata Pak Sosi dengan lugunya karena ia sendiri tidak mengerti tentang bahasa bule.

Dalam wawancara di Trans7 yang mendatangkan ibu kandung Vicky. Mengatakan bahwa Vicky sudah pernah belajar di Amerika bercita-cita untuk membawa ibunya ke sana. Dari raut wajah dan pernyataanya ibu Vicky seakan bangga dengan sepak terjang anaknya. Tentang bahasa, juga baik. Tentang perlakuan terhadap korban penipuan yang di lakukan oleh Vicky terhadap korban Ibunya itu juga tak rendah hati untuk meminta maaf. Bahkan terkesan bangga dengan keluar masuknya berita tentang Vicky di infotainment TV. Sungguh menjengkelkan bagi para korban.

Kembali kita ke masalah bahasa yang di gunakan oleh Vicky saat di tanya wartawan. Apakah ia mempunyai ketertarikan terhadap musik seperti Zaskia?

“Di usiaku saat ini ya, 29 my age ya, tapi aku masih tetap merindukan apreseasi karena basicly aku senang musik, walaupun kontroversi hati aku lebih menunjuk kepada konspirasi kemakmuran” Jawab Vicky(detik.com.10/9)

Jawaban dari vicky, saya sebagai penerjemah lulusan alam gaib(hehehe) mungkin bisa menyimpulkan, Vicky pada dasarnya suka musik. Di usia ke 29 ini ia masih membutuhkan apreseasi dari orang lain walaupun di dalam hatinya terjadi pertentangan untuk menuju pada intrik kemakmuran hidupnya. Mungkin hanya para awak media dan para interneter(pengguna internet) yang mencela tidak memahami tata bahasa jika bahasa Inggris di gabungkan dengan bahasa Indonesia. Saudara-saudara itu adalah tata bahasa 2013 ini versi Vicky.(hehehe)

Ini saya sampaikan karena mengetahui maksut benar Vicky. Dan hanya pencela itu yang sirik karena tidak dapat goyangan itik Zaskia. JIka Vicky memang salah berarti saya yang mengikuti gaya erornya….(tau bahasa Vicky salah, belagu !)

Ya memang salah. Tapi salahnya di mana wong baik-baik saja gitu kok. Coba kita lihat bahasa selanjutnya dari tokoh kita saat di wawancarai. Bagaimana ia dan Zaskia berkomunikasi sedangkan kedua-duanya sama-sama sibuk?.

“Kita berusaha “harmonisasi” dari hal terkecil hingga hal terbesar. Aku pikir kita tidak boleh terlalu “ego” terhadap suatu kepentingan yang “mengkudeta” apa yang menjadi keinginan ya. Dengan adanya hubungan ini tidak boleh “mempertakut”. Bukan mempersuram “statusisasi” kemakmuran keluarga dia. Tapi menjadi “confident” ” paparnya(detik.com.10/9).

Aduh, kalo ini agak rumit menerjemahkanya. tapi tenang, masih bisa kok. Harmonisasi berarti menjaga keharmonisan di antara keduanya dari hal sekecil sampai hal-hal terbesar. ini yang agak sulit. Maksutnya mengkudeta itu apa? la wong ini bahasa Indonesia juga. Apa yang di kudeta siapa yang di kudeta. O, maksutnya tidak boleh menghalangi apa yang menjadi keinginan dia(neng). Kalau mempertakut ? Hadeeh….O alah. Kalau ini ciri khas bahasa seorang penipu (Lo, tadi mau menerjemah sekarang menuduh penipu). Hehehe….(mungkin sudah agak bosan dengan kelakuan orang ini). Kenapa penipu? Karena seorang penipu, di awal-awal tidak boleh menakuti korban karena korban di takutkan malah kabur duluan. Terbukti kan, Zaskia tidak kabur sebelum pertunangan. Mungkin dia sudah merasa nyaman dengan keberadaan penipu kurang ulung ini.

Karena dengan ketakutan bisa di anggap mau mengganggu situasi kemakmuran keluarga Zaskia yang kekayaanya berasal dari usaha si goyang itik itu seolah-olah akan di rebut oleh si Vicky. Itu tidak boleh terjadi. Soal “Confident”? nyerah deh……..putus asa, karena Zaskia sudah nyerah gitu. Mau di apain lagi…..hehehe. Udah nyerahkan belum ya..? udah belum, udah belum, udah belum, (hitung kancing baju dulu…) ..uuudah…! ha ?….

Selanjutnya……

“Tapi kita harus bisa menyiasati kecerdasan itu, untuk labil ekonomi kita tetap lebih baik.” Tambahnya.

Jadi intinya dia(Vicky) mau menyiasati agar terlihat cerdas demi kestabilan ekonominya dia sendiri. Terutama di hadapan Zaskia Gotik.

Saya tidak bisa membayangkan jika si Vicky ini jadi menikah dengan zaskia. Mungkin kasihan penyanyi itu yang tidak bisa menilai antara seorang terpelajar dengan intelek abal-abal gitu. Mungkin akan baru ketahuan belangnya saat sudah berada dalam jenjang perkawinan yang sudah tidak bisa berkutik lagi.

Lebih parah lagi jika seandainya dia jadi terpilih menjadi kepala desa di Bogor. Haduh, mau jadi apa desa ini setelah di Imunisasi oleh Vicky.(jadi ikut ngaco). Mungkin rakyatnya akan di siasati demi labil ekonomi. Tidak mempertakut rakyat supaya mereka tidak mengkudeta statusisasi kemakmuran dia.

Dengan bahasanya itu saya salut dan idem dengan Pak Sosi, bahwa Vicky bahasanya sudah baik. Tidak ada yang salah. Terbukti sudah berapa deret wanita yang di harmonisasi-kan……..hehehe…..

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mereka Meninggalkan Ego demi Kesehatan …

Mohamad Nurfahmi Bu... | | 31 October 2014 | 00:51

Rokok Elektronik, Solusi Stop Merokok yang …

Gaganawati | | 31 October 2014 | 01:19

Profit Samsung Anjlok 73,9%, Apple Naik …

Didik Djunaedi | | 31 October 2014 | 07:17

Ihwal Pornografi dan Debat Kusir Sesudahnya …

Sugiyanto Hadi | | 31 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Kabinet Kerja Jokowi-JK, Menepis Isu …

Tasch Taufan | 9 jam lalu

Saat Tukang Sate Satukan Para Pendusta …

Ardi Winata Tobing | 11 jam lalu

Jokowi-JK Tolak Wacana Pimpinan DPR …

Erwin Alwazir | 11 jam lalu

Pengampunan Berisiko (Kasus Gambar Porno …

Julianto Simanjunta... | 13 jam lalu

Mantan Pembantu Mendadak PD, Berkat Sudah …

Seneng | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | 8 jam lalu

Ketika Lakon Itu Kembali Dimainkan …

Sarie | 8 jam lalu

Negeri Suka Tandingan …

Didi Eko Ristanto | 9 jam lalu

Hasil Evaluasi Timnas U-19: SKILL, Salah …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: