Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Rahman Raden

Generasi Muda Yang Prihatin Terhadap Kepemimpinan SBY

Hikmah Standarisasi Bahasa Vicky

REP | 12 September 2013 | 21:44 Dibaca: 1159   Komentar: 3   1

Aksi teror penembakan anggota Polisi dekat gedung KPK oleh orang tak dikenal memang masih saja beritanya menghiasi sejumlah news di televisi tanah air. Pengungkapannya pun terkesan lamban karena kasus penembakan polisi bukan pertama kalinya.

Namun kehebohan berita penembakan seorang polisi dekat gedung KPK bukanlah berita pertama yang menghiasi sejumlah media di minggu-minggu awal bulan september ini terutama kehebohan yang selalu saja datang dari dunia hiburan. Dan dangdut memulainya pertama. #SejenakLupakanAQJ

Bukan soal musik dangdut tapi dari penyanyi dangdut Zaskia Gotik, sejak Zaskia dikabarkan bertunangan dengan Vicky Prasetyo kehebohanpun tercipta, para lelaki muda di Indonesia geger karena Zaskia Gotik betunangan, bahkan banyak om-om yang patah hati menonton berita tersebut.

Tak lama setelah itu beredar berita Zaskia putus dengan Vicky Praseto karena ternyata Vicky seorang penipu dan korbannya datang dari kalangan penyanyi dangdut juga. Dari drama Zaskia Gotik bertunangan yang singkat tersebut maka tertinggallah kenangan dihati masyarakat. Kenangan antara Zaskia dan Vicky tersebut adalah sebuah vedeo konfrensi pers. Dimana saat didepan awak media Vicky menggunakan bahasa Indonesia yang tidak baku bercampur bahasa inggris yang membuat kita hanya bisa melongo nggak ngerti dengan susunan kalimatnya.

Dari vedeo konfrensi pers itu percakapan Vicky yang tidak jelas maknanya “agar terlihat intelek” menjadi bahan lelucon dan olokan di dunia maya, nah terjadilah demam terVicky. Konspirasi kemakmuran, kontroversi hati, kudeta, basically suka musik, statusisasi serta sasi-sasi yang lain menjadi percakapan yang banyak diminati oleh pengguna sosial media seperti twitter dan facebook saat ini.

Itu semua dipengaruhi oleh gaya bicara sang “maestro” Vicky yang saat itu mengaku “twenty nine my age” Sayangnya kepopuleran Vicky saat ini tak cukup dirasakan olehnya karena saat ini Vcky ditahan di Lapas Bulak Kapal Bekasi atas pemalsuan surat tanah senilai satu milyar lebih.

Dari statusisasi Vicky sebagai tahanan konspirasi tentu telah mengkudeta kemakmurannya yang basically suka musik.

Hikmahnya dari kasus pembicaraan Vicky yang tidak tepat kosa kata dan penempatan kalimat dalam pembicaraannya membuat kita sadar bahwa, belajar bahasa Indonesia dengan baik itu penting, menjadi diri sendiri lebih baik tanpa memaksa menjadi orang lain untuk jadi hebat. Serta yang terakhir jujur adalah pemanisnya dalam bersikap.

Salam Naturalisasi

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menebar Rimpang Jahe Menuai Rupiah Sebuah …

Singgih Swasono | | 16 April 2014 | 09:28

Perang Saudara Kian Dekati Timur Eropa …

Adie Sachs | | 16 April 2014 | 17:51

Pelecehan Anak TK di Jakarta International …

Sahroha Lumbanraja | | 16 April 2014 | 13:53

Cinta Nggak Cinta Itu Bisa Dijelaskan, …

Gilang Parahita | | 16 April 2014 | 14:49

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 8 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Benarkah ‘Bertemu Dubes AS, Jokowi …

Kosmas Lawa Bagho | 10 jam lalu

ILC dan Rakyat yang Mata Duitan …

Jonny Hutahaean | 10 jam lalu

Belum Semua Kartu Jokowi Terbuka …

Hanny Setiawan | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: