Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Tebe

"Hidup itu....Tuhan yang menentukan. Kita yang menjalaninya. Dan orang lain yang mengomentari (kepo)." (tebe)

Tokoh “Laisa” di “Bidadari-bidadari Surga” the Series SCTV Kurang Buruk Rupa

OPINI | 25 October 2013 | 20:41 Dibaca: 8156   Komentar: 10   2

Tokoh “Laisa” di Bidadari-bidadari Surga the Series SCTV Kurang Buruk Rupa.

13827102491127379314

dimodifikasi oleh penulis (motor kaliii…hehe)

Siapa yang tak kenal dengan tokoh “sentral” dalam novel dan film Bidadari-bidadari Surga ini? Novel best seller karya Tere Liye dan film besutan dari tangan dingin sutradara Gaokasak begitu sangat mengharukan dan pilu.

Bercerita tentang perjalanan hidup seorang gadis yang memiliki berkulit gelap, berambut ikal, berparas buruk rupa dan berpenyakitan serta kaku. Tetapi di sisi lain Laisa sangat berhati emas dan pekerja keras. Ia juga selalu membantu Mamak Lainuri di ladang di Lembah Lahambay. Itu pun terlihat ketika ia menjadi seorang kakak dari keempat adik-adiknya Dalimunte, Ikanuri, Wibisana dan Yashinta dengan membiayai mereka bersekolah dengan bercocok tanam buah strawberry.

Itulah karakter yang ada pada diri tokoh “Laisa” baik di novel maupun film. Namun sayangnya pada karakter tokoh “Laisa” di dalam Bidadari-bidadari Surga the Series yang ditayang di stasiun SCTV saban setiap Minggu s/d Jum’at mulai, 07 Oktober 2013 pukul 17.00 WIB. Tetapi tidak begitu mengharukan dan membuat iba ketika diperankan oleh “Tika Bravani” bintang baru di dunia sinetron. Apa pasal?

Ya, karena pemeran karakter tokoh “Laisa” yang diperankan Tika Bravani di Bidadari-Bidadari Surga the Series SCTV itu tidak sesuai memerankan “sosok” Laisa itu sendiri. Di dalam Bidadari-bidadari Surga the Series, Tika tidak begitu terlihat berkulit gelap, berambut ikal, berparas buruk rupa dan berpenyakitan serta kaku.

Dalam tokoh karakter “Laisa” di Bidadari-bidadari the Series, Tika yang memerankan “Laisa” masih terlihat cantik, masih berkulit putih tidak gelap dan rambut tidak begitu ikal. Seperti model iklan shampoo saja masih terlihat cantik. Beda dengan “Laisa” diperankan oleh Nirina Zubier yang sangat cocok dan pantas. Berkulit gelap, rambut ikal, berparas buruk dan kaku di dalam filmnya. Nirina saat itu memerankannya begitu memelaskan dan mengharukan saat dilihatnya berbeda dengan Tika Bravani masih terlihat seperti model catwalk. Tinggi semampai dan cantik.

Kalau ketika menonton Bidadari-bidadari the Series saya tidak begitu merasa kasihan melihat “Laisa” di Bidadari-bidadari the Series berbeda saat saya menonton filmnya. Saya lebih fokus melihat karakter tokoh “Laisa” ketika diperankan Nirina Zubier serta jalan ceritanya dibanding saat diperani Tika Bravani. Saya hanya melihat jalan ceritanya saja yang cukup tragis, memilukan serta banyak banget mengandung motivasi dalam memperjuangkan hidup di segala kehimpitan yang ada terlebih berada di lembah yang tandus.

Ingin melihat perbedaan karakter tokoh “Laisa” yang diperankan Tika Bravani dan Nirina Zubier tonton saja sinetronnya (the series) dan juga filmnya. Anda akan tahu dimana perbedaannya. Selamat menonton.[]

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | | 03 September 2014 | 00:57

Ironi Hukuman Ratu Atut dan Hukuman Mati …

Muhammad | | 03 September 2014 | 05:28

Persiapan Menuju Wukuf Arafah …

Dr.ari F Syam | | 03 September 2014 | 06:31

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Awasi Jokowi, Kita Bukan Kerbau Dungu …

Mas Wahyu | 3 jam lalu

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Subsidi BBM: Menkeu Harus Legowo Melepas …

Suheri Adi | 11 jam lalu

Jokowi, Berhentilah Bersandiwara! …

Bang Pilot | 13 jam lalu

Menerka Langkah Politik Hatta …

Arnold Adoe | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Tiga Resensi Terbaik Buku Tanoto Foundation …

Kompasiana | 7 jam lalu

Si Bintang yang Pindah …

Fityan Maulid Al Mu... | 8 jam lalu

Oase untuk Anak Indonesia …

Agung Han | 8 jam lalu

Jokowi Mirip Ahmadinejad …

Rushans Novaly | 8 jam lalu

Alternatif Solusi Problem BBM Bersubsidi …

Olivia | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: