Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Tebe

"Hidup itu....Tuhan yang menentukan. Kita yang menjalaninya. Dan orang lain yang mengomentari (kepo)." (tebe)

Tokoh “Laisa” di “Bidadari-bidadari Surga” the Series SCTV Kurang Buruk Rupa

OPINI | 25 October 2013 | 20:41 Dibaca: 8282   Komentar: 10   2

Tokoh “Laisa” di Bidadari-bidadari Surga the Series SCTV Kurang Buruk Rupa.

13827102491127379314

dimodifikasi oleh penulis (motor kaliii…hehe)

Siapa yang tak kenal dengan tokoh “sentral” dalam novel dan film Bidadari-bidadari Surga ini? Novel best seller karya Tere Liye dan film besutan dari tangan dingin sutradara Gaokasak begitu sangat mengharukan dan pilu.

Bercerita tentang perjalanan hidup seorang gadis yang memiliki berkulit gelap, berambut ikal, berparas buruk rupa dan berpenyakitan serta kaku. Tetapi di sisi lain Laisa sangat berhati emas dan pekerja keras. Ia juga selalu membantu Mamak Lainuri di ladang di Lembah Lahambay. Itu pun terlihat ketika ia menjadi seorang kakak dari keempat adik-adiknya Dalimunte, Ikanuri, Wibisana dan Yashinta dengan membiayai mereka bersekolah dengan bercocok tanam buah strawberry.

Itulah karakter yang ada pada diri tokoh “Laisa” baik di novel maupun film. Namun sayangnya pada karakter tokoh “Laisa” di dalam Bidadari-bidadari Surga the Series yang ditayang di stasiun SCTV saban setiap Minggu s/d Jum’at mulai, 07 Oktober 2013 pukul 17.00 WIB. Tetapi tidak begitu mengharukan dan membuat iba ketika diperankan oleh “Tika Bravani” bintang baru di dunia sinetron. Apa pasal?

Ya, karena pemeran karakter tokoh “Laisa” yang diperankan Tika Bravani di Bidadari-Bidadari Surga the Series SCTV itu tidak sesuai memerankan “sosok” Laisa itu sendiri. Di dalam Bidadari-bidadari Surga the Series, Tika tidak begitu terlihat berkulit gelap, berambut ikal, berparas buruk rupa dan berpenyakitan serta kaku.

Dalam tokoh karakter “Laisa” di Bidadari-bidadari the Series, Tika yang memerankan “Laisa” masih terlihat cantik, masih berkulit putih tidak gelap dan rambut tidak begitu ikal. Seperti model iklan shampoo saja masih terlihat cantik. Beda dengan “Laisa” diperankan oleh Nirina Zubier yang sangat cocok dan pantas. Berkulit gelap, rambut ikal, berparas buruk dan kaku di dalam filmnya. Nirina saat itu memerankannya begitu memelaskan dan mengharukan saat dilihatnya berbeda dengan Tika Bravani masih terlihat seperti model catwalk. Tinggi semampai dan cantik.

Kalau ketika menonton Bidadari-bidadari the Series saya tidak begitu merasa kasihan melihat “Laisa” di Bidadari-bidadari the Series berbeda saat saya menonton filmnya. Saya lebih fokus melihat karakter tokoh “Laisa” ketika diperankan Nirina Zubier serta jalan ceritanya dibanding saat diperani Tika Bravani. Saya hanya melihat jalan ceritanya saja yang cukup tragis, memilukan serta banyak banget mengandung motivasi dalam memperjuangkan hidup di segala kehimpitan yang ada terlebih berada di lembah yang tandus.

Ingin melihat perbedaan karakter tokoh “Laisa” yang diperankan Tika Bravani dan Nirina Zubier tonton saja sinetronnya (the series) dan juga filmnya. Anda akan tahu dimana perbedaannya. Selamat menonton.[]

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengubah Hujan Batu Menjadi Emas di Negeri …

Sekar Sari Indah Ca... | | 19 December 2014 | 17:02

Haruskah Jokowi Blusukan ke Daerah Konflik …

Evha Uaga | | 19 December 2014 | 12:18

Artis, Bulu yang ‘Terpandang’ di …

Sahroha Lumbanraja | | 19 December 2014 | 16:57

Jalanan Rusak Kabupaten Bogor Bikin …

Opi Novianto | | 19 December 2014 | 14:49

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Potong Generasi ala Timnas Vietnam Usai …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Penyebutan “Video Amatir” Adalah …

Arief Firhanusa | 8 jam lalu

Menteri Rini “Sasaran Tembak” …

Gunawan | 10 jam lalu

Inilah Drone Pesawat Nirawak yang Bikin …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Seorang Manager Menjadi Korban Penipu …

Fey Down | 17 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: