Back to Kompasiana
Artikel

Televisi

Evy Sofia

seorang manusia biasa yang masih butuh banyak belajar dan ingin dapat berbagi ilmu… saat ini selengkapnya

Tiada Hari Tanpa Olga Syahputra

OPINI | 10 November 2013 | 14:59 Dibaca: 1290   Komentar: 14   1

Pagi hari wajahnya sudah nongol di acara musik yang ditayangkan RCTI. Sore hari wajahnya muncul lagi di Catatan Si Olga ANTV. Habis itu langsung non stop mejeng di Pesbuker dan Campur-campur ANTV. Kemarin saya liat dia ada juga di program baru Trans TV Korslet. Agak malam sampai menjelang tengah malam nampang lagi di Yuk Keep Smile Trans TV. Gileeeee…..

Emangnya apa sih daya tarik Olga Syahputra kok sampai kayak nggak ada stok artis lain yang bisa muncul di TV. Lucu kah? Ah, biasa saja. Lucunya juga masih standar, kok. Masih banyak yang lebih lucu menurut saya. Lebih lucu humor-humor cerdasnya Butet Kertaradjasa atau Arswendo Atmowiloto. Masih kurang lucu? Lha itu anggota DPR yang sering muncul di TV dengan aneka statement dan kasus kurang lucu apa lagi, coba?

Lucunya Olga kurang bermutu malahan. Secara nggak sadar kelucuannya sering menyakiti orang lain dengan hinaan pada fisik, misalnya mengatai Adul dengan sebutan bunga kentut-ketuntan lah, mengatai Hendrik Ceper dengan sebutan nyamuk tempaya lah. Belum lagi dia suka bercanda dengan menyebut hal-hal yang memalukan jika diungkap di depan umum seperti banyaknya utang pemain lain. Duh… Masih ingat kan candaan Olga pada dokter Febri yang sampai ke ranah hukum?

Di sisi lain dengan segala kekurangannya Olga terbukti dapat membawa sebuah acara naik ratingnya. Acara Campur-campur ANTV sejak ada Olga main di situ jadi banyak yang nonton. Demikian pula acara Pesbuker yang sampai meraih penghargaan sebagai acara komedi terbaik plus anugerah komedian terbaik buat Olga. Nggak heran Olga banyak diperebutkan stasiun TV untuk mengisi acaranya. Sampai-sampai syuting Campur-campur dan YKS yang waktunya bersamaan pun rela-rela saja ‘berbagi waktu’   demi bisa memakai jasa Olga untuk mengisi kedua program itu.

Hal lain yang saya liat dari Olga adalah sosoknya yang murah hati berbagi rejeki kepada penonton. Nggak jarang dia mengeluarkan uang dari dompetnya untuk sekedar menyenangkan hati penonton. Tak hanya duit, di acara YKS pas malam takbiran dia bahkan memberikan mobil sebagai hadiah bagi penonton.

Saya tidak anti Olga. Kadang saya juga masih nonton acara TV yang ada Olga main di dalamnya walaupun sekarang hampir tidak pernah lagi. Lama-lama kok ya bosan juga dengan lawakan yang gitu-gitu aja.  Saya berpikir akan lebih bagus lagi kalau Olga mencari bahan lawakan yang cerdas. Nggak harus lho seorang pelawak nampak oon dan kebanci-bancian untuk memancing tawa penonton. Mungkin saat ini banyak penonton masih mau saja ‘menelan’ tontonan kurang cerdas ala lawakan Olga dan kawan-kawan itu, namun rasa bosan pasti ada. Tren juga bisa menjelma menjadi tidak tren lagi dan penonton yang cerdas akan mulai mencari tayangan yang cerdas pula…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menghadiri Japan Halal Expo 2014 di Makuhari …

Weedy Koshino | | 27 November 2014 | 16:39

Bu Susi, Bagaimana dengan Kualitas Ikan di …

Ilyani Sudardjat | | 27 November 2014 | 16:38

Saya Ibu Bekerja, Kurang Setuju Rencana …

Popy Indriana | | 27 November 2014 | 16:16

Peningkatan Ketahanan Air Minum di DKI …

Humas Pam Jaya | | 27 November 2014 | 10:30

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Ini Kata Mahasiswa Vietnam tentang …

Hizkia Huwae | 5 jam lalu

Ngoplak Bareng Pak Jonan, Pak Ahok, Pak …

Priadarsini (dessy) | 6 jam lalu

Polisi Serbu Mushollah Kapolri Diminta Minta …

Wisnu Aj | 8 jam lalu

Demi Kekuasaan, Aburizal Mengundang Prabowo …

Daniel H.t. | 10 jam lalu

Pernahkah Ini Terjadi di Jaman SBY …

Gunawan | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Proyek APBN Senilai Rp. 7.2 M Diduga Tak Ber …

Fajar Agustyono | 8 jam lalu

KPK Menjemput “Bola Pertama” di NTT …

Pietro Netti | 8 jam lalu

Gaya-Gaya Kalimat Morfologis (Al-Asalib …

M. Khaliq Shalha | 8 jam lalu

Kecewa dengan BliBli …

Ahmad Husaeri | 8 jam lalu

Pandangan Saya atas Konflik Mahasiswa-Aparat …

Putu H | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: